Rujak Teplak adalah varian rujak sayur khas Kota dan Kabupaten Tegal, Jawa Tengah. Rujak Teplak memiliki sambal khas yang dikenal sebagai sambal teplak atau sambal gaul.
Sumber: Lihat artikel asli di Wikipedia
Artikel ini membutuhkan lebih banyak pranala ke artikel lain untuk meningkatkan kualitasnya. (Juni 2025) |
Rujak Teplak adalah varian rujak sayur khas Kota dan Kabupaten Tegal, Jawa Tengah. Rujak Teplak memiliki sambal khas yang dikenal sebagai sambal teplak atau sambal gaul (sambal yang dicampur dengan singkong kukus).[1]
Nama “teplak” diyakini berasal dari suara “plak” yang muncul saat bumbu teplak dituangkan di atas sayuran rebus.[2] Konon, Rujak Teplak pertama kali dikenalkan oleh seorang perajin kuliner lokal bernama Mak Teplak, yang membagikan pesanan rujak dan sambal teplaknya kepada perantau sebagai bekal perjalanan. Warung Mak Teplak bahkan sempat diundang ke luar negeri untuk memamerkan kuliner ini, dan warungnya masih dapat ditemui di pusat Kota Tegal. Rujak Teplak telah dikenal sejak era kolonial Belanda dan menjadi sajian khas pedagang kaki lima dan pasar tradisional Tegal sejak pertengahan Abad ke-20.[3]
Bumbu teplak menggunakan singkong sebagai pengental dan penyedap, menciptakan tekstur lebih padat serta rasa gurih, manis, pedas, dan asam khasnya. Kuliner ini juga khas dengan penyajiannya di atas daun pisang serta pilihan sayuran rebus memberikan sensasi tradisional dan praktis ala pedagang kaki lima. Berbeda dari rujak buah, rujak teplak memiliki sembilan macam sayuran rebus dalam satu piring, diantaranya adalah kangkung, kol, daun ubi, tauge, kecipir, pare, dan bunga turi sebagai bahan utama.[4]
Rujak Teplak terbuat dari aneka sayuran rebus yang umum dijumpai di daerah Tegal atau kondisional daerah yang lain. Semua bahan sayuran direbus terlebih dahulu hingga matang dan kemudian ditiriskan. Lalu, untuk sambal teplaknya terbuat dari singkong kukus yang dihaluskan, kemudian dicampur dengan cabai merah dan cabai rawit yang sudah dikukus juga, serta ditambahkan terasi, asam jawa, gula jawa, dan garam sebagai bumbu utama. Semua bahan bumbu dihaluskan lalu dicampurkan ke dalam singkong kukus hingga membentuk sambal kental yang gurih dan sedikit asam.
Setelah sambal selesai dibuat, sayuran disusun di atas alas daun pisang lalu disiram dengan sambal teplak. Hidangan ini biasanya disajikan dalam keadaan dingin dan dinikmati bersama pelengkap seperti kerupuk mie kuning atau gorengan.