Jakarta Aktual
Jakarta Aktual

Berita Aktual dan Faktual

Jakarta Aktual
Jakarta Aktual© 2026
Jakarta Aktual
Jakarta Aktual

Berita Aktual dan Faktual

Kembali ke Wiki
Artikel Wikipedia

Rudolf Virchow

Rudolf Ludwig Karl Virchow adalah seorang dokter, patologis, sejarawan, ahli biologi, dan politikus Jerman.

ahli biologi asal Kerajaan Prusia
Diperbarui 4 November 2025

Sumber: Lihat artikel asli di Wikipedia

Rudolf Virchow
Dr. R.L.K. Virchow

Rudolf Ludwig Karl Virchow (13 Oktober 1821 – 5 September 1902) adalah seorang dokter, patologis, sejarawan, ahli biologi, dan politikus Jerman.

Karier

Virchow mempelajari ilmu kedokteran di Berlin pada akademi militer Prussia. Ia lulus pada 1843 dan menjadi profesor pada 1847. Dengan alasan politis, ia pindah ke Würzburg dua tahun kemudian, dan bekerja dalam bidang anatomi. Ia kembali ke Berlin pada 1856.

Virchow dikenal dengan berbagai penemuannya. Ia adalah orang pertama yang mengenal leukemia dan amat dikenal dengan hukumnya: Omnis cellula e cellula ("setiap sel berasal dari sel lainnya") yang ia kemukakan pada 1855. Hukum ini berdasarkan penemuannya bahwa bukan seluruh organisme, melainkan kelompok sel tertentu yang dalam keadaan tak sehat.

Virchow menguraikan mekanisme dari tromboembolis pada paru-paru. Menurutnya, bekuan darah dalam arteri pulmonaris berasal dari trombi pada pembuluh vena. Virchow jugalah yang membangun berbagai disiplin ilmu dalam kedokteran yaitu patologi seluler, patologi perbandingan, dan antropologi.

Rudolph Virchow, oleh Hugo Vogel

Pada 1869, ia mendirikan perhimpunan bagi ahli antropologi, etnologi dan sejarawan prasejarah yang dikenal dengan nama Gesellschaft für Anthropologie, Ethnologie und Urgeschichte.

Pada 1892 ia dianugerahi medali Copley.

Ia adalah penulis yang menelurkan banyak karya. Di antaranya:

  • Mittelheilungen über die Typhus-Epidemie, (1848)
  • Die Cellularpathologie, (1858), terjemahan Inggris, (1860)
  • Handbuch der speciellen Pathologie und Therapie, (1854-62)
  • Vorlesungen über Pathologie, (1862-72)
  • Die krankhaften Geschwülste, (1863-67)
  • Gegen den Antisemitismus, (1880)

Ia juga mengembangkan metode standar untuk melakukan otopsi. Metode yang dinamakan sesuai namanya ini, kini masih digunakan.

Karier Politik

Virchow juga bekerja sebagai politikus (anggota dari dewan kota Berlin, parlemen Prussia sejak 1861, Reichstag Jerman 1880-1893) dengan tujuan meningkatkan kepedulian kesehatan masyarakat Berlin. Ia banyak berperan dalam pembangunan sistem air dan gorong-gorong modern. Ia pun menemukan "kedokteran sosial" yang menyatakan bahwa sebuah penyakit tidak murni adalah masalah biologis, tetapi juga berasal dari problema sosial. Sebagai salah satu pendiri dan anggota dari sebuah partai liberal (Deutschen Fortschrittspartei), ia adalah salah satu politikus penting yang berlawanan dengan Bismarck. Namun ia pernah bekerja sama bersama Bismarck pada Kulturkampf, sebuah kegiatan kampanye melawan gereja Katolik.[1]

Referensi

  • Sebuah biografi Virchow dari Whonamedit.com,

Virchow, RLK (1978) Cellular pathology. 1859 special ed.,204-207 John Churchill London, UK.

  1. ↑ "This anti-Catholic crusade was also taken up by the Progressives, especially Rudolf Virchow, though Richter himself was tepid in his occasional support." Authentic German Liberalism of the 19th Century oleh Ralph Raico

Pranala luar

Wikimedia Commons memiliki media mengenai Rudolf Virchow.
  • (Jerman) karya dan tentang Virchow[pranala nonaktif permanen]
Basis data pengawasan otoritas Sunting di Wikidata
Internasional
  • ISNI
  • VIAF
  • GND
  • FAST
  • WorldCat
Nasional
  • Amerika Serikat
  • Prancis
  • Data BnF
  • Jepang
  • Italia
  • Australia
  • Republik Ceko
  • Spanyol
  • Portugal
  • Belanda
    • 2
  • Norwegia
  • Latvia
  • Chili
  • Yunani
  • Swedia
  • Polandia
  • Vatikan
  • Israel
  • Katalonia
  • Belgia
Akademik
  • CiNii
  • Mathematics Genealogy Project
  • Scopus
  • Leopoldina
Orang
  • Trove
  • Deutsche Biographie
  • DDB
Lain-lain
  • IdRef
  • SNAC
  • Yale LUX

Bagikan artikel ini

Share:

Daftar Isi

  1. Karier
  2. Karier Politik
  3. Referensi
  4. Pranala luar
Jakarta Aktual
Jakarta Aktual© 2026