Rudal balistik jarak menengah adalah jenis rudal balistik dengan jangkauan antara 1.000 hingga 3.000 kilometer. Rudal ini menempati posisi di atas rudal balistik jarak pendek (SRBM) dan di bawah rudal balistik jarak menengah antara (IRBM).
Sumber: Lihat artikel asli di Wikipedia


Rudal balistik jarak menengah (medium-range ballistic missile, MRBM) adalah jenis rudal balistik dengan jangkauan antara 1.000 hingga 3.000 kilometer. Rudal ini menempati posisi di atas rudal balistik jarak pendek (SRBM) dan di bawah rudal balistik jarak menengah antara (IRBM).[1][2]
Klasifikasi rudal balistik berdasarkan jangkauan umumnya mengikuti standar yang ditetapkan oleh Departemen Pertahanan Amerika Serikat. MRBM didefinisikan memiliki jangkauan maksimum antara 1.000 hingga 3.000 km.[3][4]
Dalam terminologi modern, MRBM merupakan bagian dari kelompok yang lebih luas yaitu rudal balistik teater (theatre ballistic missile), yang mencakup semua rudal balistik dengan jangkauan kurang dari 3.500 km.[3] Traktat INF (Intermediate-Range Nuclear Forces Treaty) yang berlaku antara Amerika Serikat dan Uni Soviet tahun 1987–2019 mengelompokkan MRBM bersama IRBM dalam kategori rudal jarak menengah (500–5.500 km).[2]
| Jenis | Singkatan | Jangkauan |
|---|---|---|
| Rudal balistik jarak pendek | SRBM | < 1.000 km |
| Rudal balistik jarak menengah | MRBM | 1.000–3.000 km |
| Rudal balistik jarak menengah antara | IRBM | 3.000–5.500 km |
| Rudal balistik antarbenua | ICBM | > 5.500 km |
MRBM mengikuti lintasan balistik khas rudal balistik. Setelah diluncurkan, roket pendorong akan mengangkat muatan ke luar atmosfer, kemudian hulu ledak akan terpisah dan melanjutkan perjalanan mengikuti lintasan parabola menuju target. Kecepatan saat memasuki kembali atmosfer dapat mencapai Mach 5 atau lebih.[2]
MRBM dapat menggunakan dua jenis bahan bakar:
MRBM modern umumnya menggunakan:
Akurasi MRBM bervariasi; PGM-19 Jupiter Amerika Serikat memiliki circular error probable (CEP) sekitar 1,5 km, sementara Pershing II yang lebih modern mencapai akurasi hingga 30 meter.[6]
MRBM dapat diluncurkan dari:
Teknologi dasar MRBM bermula dari roket V-2 Nazi Jerman, yang pertama kali diluncurkan pada 3 Oktober 1942 dan digunakan secara operasional mulai September 1944 dengan jangkauan sekitar 320 km.[2] Setelah Perang Dunia II, Amerika Serikat dan Uni Soviet merebut komponen, cetak biru, dan ilmuwan V-2 melalui operasi Paperclip dan Osoaviakhim.
Tahun 1970-an menandai puncak pengembangan MRBM dan IRBM. Uni Soviet memperkenalkan RSD-10 Pioneer (NATO: SS-20 Saber), sistem berbahan bakar padat dengan jangkauan 5.000 km yang diluncurkan dari kendaraan TEL. Pada 1987, sekitar 441 peluncur SS-20 telah ditempatkan di wilayah Soviet.[2]
Sebagai respons, NATO mengadopsi Dual-Track Decision tahun 1979 yang mengizinkan penempatan Pershing II Amerika Serikat dan rudal jelajah darat di Eropa. Pershing II pertama tiba di Jerman Barat pada 22 November 1983. Rudal ini memiliki jangkauan 1.770 km dan akurasi luar biasa (CEP 30 m) berkat sistem panduan radar terminal.[6]
Traktat INF ditandatangani oleh Amerika Serikat dan Uni Soviet pada tahun 1987, melarang pengembangan, produksi, dan penempatan rudal balistik berbasis darat dengan jangkauan 500–5.500 km. Akibatnya, seluruh MRBM dan IRBM berbasis darat dari kedua negara dimusnahkan pada tahun 1991.[2]
Amerika Serikat menarik diri dari traktat ini pada 2 Agustus 2019, diikuti oleh Rusia, dengan alasan pelanggaran yang dilakukan masing-masing pihak. Pembubaran traktat ini membuka jalan bagi pengembangan kembali MRBM berbasis darat.[2]
Saat ini, beberapa negara terus mengembangkan dan memproduksi MRBM:
Berikut adalah contoh MRBM yang dikenal di dunia:
| Nama | Negara | Bahan bakar | Jangkauan (km) | Status |
|---|---|---|---|---|
| PGM-19 Jupiter | Amerika Serikat | Cair | 2.400–2.700 | Pensiun (INF) |
| Pershing II | Amerika Serikat | Padat | 1.770 | Pensiun (INF) |
| R-12 Dvina (SS-4) | Uni Soviet | Cair | 2.000–2.200 | Pensiun (INF) |
| DF-21 | Tiongkok | Padat | 1.100+ | Aktif |
| Nodong (Hwasong-7) | Korea Utara | Cair | 900–1.300 | Aktif |
| Agni-II | India | Padat | 2.000–2.500 | Aktif |
| Shaheen-III | Pakistan | Padat | 2.750 | Aktif |
| Sejjil | Iran | Padat | 2.000 | Aktif |
| Kheibar Shekan | Iran | Padat | 1.450 | Aktif |
| Ghauri (Hatf-5) | Pakistan | Cair | 1.500 | Aktif |
| Ababeel | Pakistan | Padat | 2.200 | Aktif |