Santa Rosalia (1130–1166), juga dipanggil La Santuzza atau "Santa Kecil", dan dalam bahasa Sisilia sebagai "Rusulia", adalah santa pelindung kota Palermo di Italia, dan tiga kota di Venezuela: El Hatillo, Zuata, dan Anzoátegui. Dia penting khususnya secara internasional sebagai orang kudus yang didoakan dalam masa wabah penyakit. Pada tahun 2020, dia didoakan oleh warga Palermo untuk melindungi kota dari COVID-19.
Sumber: Lihat artikel asli di Wikipedia

Santa Rosalia | |
|---|---|
Santa Rosalia, digambarkan di sebelah kanan, di hadapan Santa Maria oleh Anthony van Dyck | |
| Virgin | |
| Lahir | 1130 Palermo, Kerajaan Sisilia |
| Meninggal | 1166 (umur 35–36) Gunung Pellegrino, Kerajaan Sisilia |
| Dihormati di | Gereja Katolik Roma |
| Pesta | 14 Juli (Festino), 4 September (Ziarah di Gunung Pellegrino) |
| Atribut | Digambarkan sebagai seorang perempuan muda, kadang-kadang memegang salib, buku, atau tengkorak, dan juga setangkai bunga lili. Beberapa gambar menunjukkan dia memegang sebuah pahat dan palu yang dia gunakan untuk menorehkan dedikasinya (lihat cerita utama). Dia juga terlihat mengenakan mahkota mawar, dihadiri oleh para malaikat bersayap, dan sering dengan suatu pemandangan melalui pembukaan gua di Pelabuhan Palermo. |
| Pelindung | Palermo; El Hatillo; Zuata Anzoátegui; nelayan Italia di Monterey, California |
Santa Rosalia (1130–1166), juga dipanggil La Santuzza atau "Santa Kecil", dan dalam bahasa Sisilia sebagai "Rusulia", adalah santa pelindung kota Palermo di Italia, dan tiga kota di Venezuela: El Hatillo, Zuata, dan Anzoátegui. Dia penting khususnya secara internasional sebagai orang kudus yang didoakan dalam masa wabah penyakit. Pada tahun 2020, dia didoakan oleh warga Palermo untuk melindungi kota dari COVID-19.

Rosalia lahir dari sebuah keluarga bangsawan etnis Norman yang mengaku keturunan raja Charlemagne. Taat beragama, dia menarik diri dan hidup sebagai pertapa di sebuah gua di Gunung Pellegrino, dimana dia meninggal sendirian pada tahun 1166. Tradisi mengatakan bahwa dia dituntun ke gua oleh dua malaikat. Pada dinding gua dia menulis "Saya, Rosalia, putri Sinibald, Lord of Roses, dan Quisquina, telah mengambil keputusan untuk tinggal di gua ini demi cinta akan Tuhanku, Yesus Kristus."[1]
Pada tahun 1624, wabah pes melanda Palermo. Pada masa penderitaan ini Santa Rosalia pertama kali menampakkan diri kepada seorang wanita yang sakit, kemudian kepada seorang pemburu, yang kepadanya dia menunjukkan di mana jenazahnya dapat ditemukan. Dia menyuruh sang pemburu untuk membawa tulang-tulangnya ke Palermo dan membawanyanya dalam prosesi mengelilingi kota.[2]
Sang pemburu mendaki gunung dan menemukan tulang-tulangnya dalam gua seperti yang digambarkan. Sang pemburu melakukan apa yang dia minta dalam penampakan. Setelah jenazahnya dibawa berkeliling kota sebanyak tiga kali, wabah pes itu berhenti.[3] Setelah itu, Santa Rosalia dihormati sebagai santa pelindung Palermo dan sebuah tempat doa dibangun di gua tempat jenazahnya ditemukan.

Hari perayaan Santa Rosalia adalah 4 September.[1]
Perayaan ini, yang disebut festino, masih diadakan setiap tahun pada 14 Juli, dan berlanjut hingga hari berikutnya.[4] Perayaan ini masih merupakan acara sosial dan keagamaan besar di Palermo. Pada tahun 1995, 1996, 1997,[5] dan 2001, perayaan ini diproduksi oleh Studio Festi.
Pada tanggal 4 September juga ada acara yang berkaitan dengan festino dan Santa Rosalia; sebuah tradisi berjalan tanpa alas kaki dari Palermo sampai Gunung Pellegrino.[6]

Santa Rosalia diusulkan sebagai santo pelindung studi evolusioner dalam sebuah makalah oleh G.E. Hutchinson.[7] Ini dikarenakan kunjungan yang dia lakukan ke sebuah kolam air di hilir dari gua tempat ditemukannya jenazah Santa Rosalia, dan dia mengembangkan gagasan berdasarkan pengamatan terhadap sejenis serangga air.[8]