Jakarta Aktual
Jakarta Aktual

Berita Aktual dan Faktual

Jakarta Aktual
Jakarta Aktual© 2026
Jakarta Aktual
Jakarta Aktual

Berita Aktual dan Faktual

Kembali ke Wiki
Artikel Wikipedia

Roket termal nuklir

Roket termal nuklir adalah sebuah jenis mesin roket yang menggunakan reaktor nuklir untuk memanaskan propelan yang digunakan. Pada sebuah mesin termal nuklir, propelan yang sudah dipanaskan seperti hidrogen cair dipancarkan melalui nosel untuk menghasilkan dorongan. Teknologi ini dirancang untuk memberikan efisiensi yang lebih tinggi dibandingkan mesin berbahan bakar konvensional, terutama untuk penjelajahan antariksa jarak jauh seperti perjalanan ke Mars.

Wikipedia article
Diperbarui 16 April 2026

Sumber: Lihat artikel asli di Wikipedia

Roket termal nuklir
Artikel ini mungkin memuat teks yang disalin secara bulat-bulat dari situs web kecerdasan buatan. Informasi di dalamnya dapat saja berisi halusinasi atau bahkan memuat referensi fiksi atau palsu. Setiap pelanggaran hak cipta dan riset asli yang dimuat ke artikel ini harus segera dihapus.
Ilustrasi cara kerja mesin roket termal nuklir

Roket termal nuklir (bahasa Inggris: nuclear thermal rocketcode: en is deprecated , disingkat NTR) adalah sebuah jenis mesin roket yang menggunakan reaktor nuklir untuk memanaskan propelan yang digunakan. Pada sebuah mesin termal nuklir, propelan yang sudah dipanaskan seperti hidrogen cair dipancarkan melalui nosel untuk menghasilkan dorongan. Teknologi ini dirancang untuk memberikan efisiensi yang lebih tinggi dibandingkan mesin berbahan bakar konvensional, terutama untuk penjelajahan antariksa jarak jauh seperti perjalanan ke Mars.

Cara Kerja

Bagian ini membutuhkan rujukan tambahan agar kualitasnya dapat dipastikan. Mohon bantu kami mengembangkan artikel ini dengan cara menambahkan rujukan ke sumber tepercaya. Pernyataan tak bersumber bisa saja dipertentangkan dan dihapus.
Cari sumber: "Roket termal nuklir" – berita · surat kabar · buku · cendekiawan · JSTOR

Mesin termal nuklir umumnya lebih efektif dalam membakar propelan dibandingkan mesin termal kimia, terutama karena mesin termal nuklir menggunakan propelan ringan-massa seperti hidrogen.[1][2]

Cara kerja mesin termal nuklir seripa dengan cara kerja mesin termal kimia: Di dalam mesin, sebuah sumber panas mengeluarkan energi termal terhadap gas propelan, dan salah satu ujung nosel bekerja sebagai sebuah mesin kalor: Peristiwa ini akan memuaikan propelan, yang kemudian karena momentum yang dibawanya akan menghasilkan energi kinetik atau dorongan. Impuls spesifik (Isp) sebuah mesin ditentukan oleh kecepatan gas buang.[3] Kecepatan gas buang itu sendiri bergantung terhadap energi kinetik yang dimiliki setiap massa unit dari sebuah propelan. Energi kinetik per molekul propelan ditentukan dengan suhu sumber panas (baik reaktor nuklir maupun reaksi kimia). Pada titik suhu manapun, molekul yang lebih ringan membawa sama banyaknya energi kinetik dibandingkan dengan molekul yang lebih berat. Oleh karena itu, molekul ringan memiliki energi kinetik per massa unit yang lebih besar. Hal ini membuat propelan dengan massa molekul yang ringan lebih efisien dibandingkan propelan dengan massa molekul yang berat.

Dikarenakan mesin reaksi kimia dan nuklir dibuat dari baja yang bersifat refraktori, kedua mesin tersebut memiliki batas pembakaran di bawah 3,000° C untuk menjaga struktur baja tersebut. Mesin-mesin roket reaksi kimia berbahan bakar cair umumnya menggunakan pembakaran hidrokarbon atau hidrogen, yang membuatnya memiliki komposisi air dan karbon dioksida yang signifikan. Air memiliki massa molekul 18, dan karbon dioksida memiliki massa molekul 44. Oleh karena itu, mesin roket termal nuklir dengan propelan hidrogen yang bermassa molekul 2 secara teori bisa memiliki impuls spesifik yang 3 sampai 4.5 kali lebih besar dari mesin roket kimia.

Keunggulan

  • Efisiensi tinggi: Impuls spesifik (Isp) sekitar 800–900 detik, dua kali lipat roket kimia.[4]
  • Jarak tempuh lebih jauh: Cocok untuk misi antariksa jarak menengah hingga jauh.
  • Massa propelan lebih sedikit: Mengurangi berat total misi.

Kekurangan dan Tantangan

  • Risiko kontaminasi radiasi jika terjadi kegagalan peluncuran.
  • Kompleksitas desain dan kontrol sistem pendinginan.
  • Tantangan regulasi dan keamanan penggunaan nuklir di luar angkasa.

Sejarah dan Pengembangan

Amerika Serikat

Program awal dilakukan pada era 1950–1970-an melalui proyek:[5]

  • Project Rover dan NERVA (Nuclear Engine for Rocket Vehicle Application), dikembangkan oleh NASA dan Atomic Energy Commission.
  • Pengujian darat berhasil dilakukan, tetapi tidak pernah mencapai tahap peluncuran karena pembatalan program.

Rusia (Uni Soviet)

Uni Soviet juga mengembangkan versi eksperimen roket nuklir termal, namun sedikit yang dipublikasikan ke publik. Program sempat dilanjutkan oleh Rusia dalam konteks pengembangan reaktor luar angkasa.

Pengembangan Modern

Pada tahun 2020-an, NASA dan DARPA memulai kembali penelitian NTR dalam proyek **DRACO** (Demonstration Rocket for Agile Cislunar Operations). Roket ini dirancang untuk meningkatkan manuver di orbit tinggi dan misi ke bulan serta Mars. [6]

Aplikasi Potensial

  • Misi berawak ke Mars dan luar orbit Bumi
  • Kendaraan antariksa pengangkut barang atau logistik berat
  • Sistem pertahanan luar angkasa (potensial militer)

Lihat pula

  • Propulsi luar angkasa
  • Roket ion
  • Reaktor nuklir mini
  • Tenaga nuklir dalam antariksa

Referensi

  1. ↑
    • "Nuclear Propulsion Could Help Get Humans to Mars Faster - NASA". 2021-02-12. Diakses tanggal 2024-04-26.
    • "Nuclear Thermal Propulsion: Game Changing Technology for Deep Space Exploration - NASA". 2018-05-25. Diakses tanggal 2024-04-26.
  2. ↑ "Nuclear rocket engine for Moon and Mars". European Space Agency (dalam bahasa Inggris). ESA. 2025-06-02. Diakses tanggal 2025-06-27.
  3. ↑ Matloff, Greg; Gerrish, Harold (2023). "The scale of the problem: Interstellar distances, time, and energy considerations". Interstellar Travel. hlm. 51–82. doi:10.1016/B978-0-323-91360-7.00001-X. ISBN 978-0-323-91360-7.
  4. ↑ "NASA and DARPA Will Test Nuclear Thermal Rocket Engine by 2027". NASA.gov. Diakses tanggal 10 Juli 2025.
  5. ↑ Howe, Steven D. (2005). "Advanced Nuclear Thermal Propulsion Systems". Journal of Propulsion and Power. 21 (5): 778–782.
  6. ↑ "The NERVA Nuclear Rocket Engine". NASA Marshall Space Flight Center. Diakses tanggal 10 Juli 2025.

Pranala luar

  • NASA – Nuclear Thermal Rocket Overview (NERVA)
  • DARPA – DRACO Program
  • OSTI – U.S. Dept of Energy scientific reports on NTR
  • NASA: Nuclear Propulsion Concepts
Basis data pengawasan otoritas Sunting di Wikidata
Nasional
  • Amerika Serikat
  • Prancis
  • Data BnF
  • Israel
Lain-lain
  • Yale LUX

Bagikan artikel ini

Share:

Daftar Isi

  1. Cara Kerja
  2. Keunggulan
  3. Kekurangan dan Tantangan
  4. Sejarah dan Pengembangan
  5. Amerika Serikat
  6. Rusia (Uni Soviet)
  7. Pengembangan Modern
  8. Aplikasi Potensial
  9. Lihat pula
  10. Referensi
  11. Pranala luar

Artikel Terkait

Roket

kimia. Roket termal nuklir juga telah dibangun, tetapi tidak pernah digunakan. Untuk penjelajahan angkasa luar yang tidak terdapat udara maka roket tersebut

Tenaga nuklir di luar angkasa

dibandingkan sumber daya lainnya. Propulsi pulsa nuklir Propulsi nuklir Roket termal nuklir Roket listrik nuklir Baterai di luar angkasa Panel surya di pesawat

Roket tripropelan

Roket tripropelan adalah sebuah roket yang menggunakan tiga propelan, yang bertentangan dengan roket bipropellant lebih umum atau desain roket monopropellant

Jakarta Aktual
Jakarta Aktual© 2026