Ikan roa adalah ikan umpan dari famili julung-julung .Ikan ini mirip dengan julung-julung Balao di sebagian besar struktur tubuhnya. Ikan roa sering digunakan sebagai umpan potong dan untuk tujuan pancing-tonda oleh para penghobi pancing. Ikan tersebut dilaporkan menyebabkan keracunan ciguatera pada manusia.
Sumber: Lihat artikel asli di Wikipedia

| Roa
| |
|---|---|
| Hemiramphus brasiliensis | |
| Status konservasi | |
| Risiko rendah | |
| IUCN | 15521927 |
| Taksonomi | |
| Superkerajaan | Holozoa |
| Kerajaan | Animalia |
| Filum | Chordata |
| Ordo | Beloniformes |
| Famili | Hemiramphidae |
| Genus | Hemiramphus |
| Spesies | Hemiramphus brasiliensis Linnaeus, 1758 |
| Distribusi | |
Ikan roa ( Hemiramphus brasiliensis ) adalah ikan umpan dari famili julung-julung ( Hemiramphidae ).Ikan ini mirip dengan julung-julung Balao ( H. balao ) di sebagian besar struktur tubuhnya. Ikan roa sering digunakan sebagai umpan potong dan untuk tujuan pancing-tonda oleh para penghobi pancing.[1][2] Ikan tersebut dilaporkan menyebabkan keracunan ciguatera pada manusia.
Tubuhnya menunjukkan bentuk julung-julung yang khas dengan rahang bawah memanjang dan tubuh berbentuk silinder memanjang.[3] Mereka tidak mempunyai duri pada siripnya, tetapi mempunyai 13-14 jari pada sirip punggung dan 12-13 jari pada sirip duburnya .[3] Ikan roa terpanjang yang tercatat adalah 55 panjangnya cm, tetapi kebanyakan tidak melebihi 35 cm. Tidak ada tonjolan antara lubang hidung dan mata. Makanan utamanya adalah rumput laut dan ikan-ikan kecil.[3]
Ikan roa tersebar di garis lintang beriklim tropis-hangat di kedua sisi Atlantik .[4] Di Florida, AS, mereka mendiami daerah tepian dangkal atau dataran rumput yang berhubungan dengan terumbu karang.[5][6]