Rindang Benua, adalah sebuah dusun yang terletak di Kecamatan Sangatta Selatan, kabupaten Kutai Timur, provinsi Kalimantan Timur. Dusun ini menghadirkan suasana alam yang tenang dengan kekayaan budaya lokal yang kental serta keindahan alam yang masih alami dan jauh dari keramaian perkotaan.
Sumber: Lihat artikel asli di Wikipedia
Artikel ini perlu ditulis ulang agar memenuhi standar Wikipedia. (April 2026) |
Rindang Benua, adalah sebuah dusun yang terletak di Kecamatan Sangatta Selatan, kabupaten Kutai Timur, provinsi Kalimantan Timur. Dusun ini menghadirkan suasana alam yang tenang dengan kekayaan budaya lokal yang kental serta keindahan alam yang masih alami dan jauh dari keramaian perkotaan.[1]
Terletak di Jalan Poros Sangatta–Bontang Km 10, desa ini menyuguhkan harmoni antara kekuatan tradisi lokal dan panorama alam yang memikat. Rindang Benua juga memiliki daya tarik wisata berupa Air Terjun Jantur Benua Indah yang menawarkan keasrian alami. Meski belum banyak dikenal oleh masyarakat luas, destinasi ini menghadirkan suasana tenang yang ideal bagi para pencinta petualangan. Di sisi lain, keterbatasan akses masih menjadi tantangan, dengan kondisi jalan berbatu dan fasilitas yang minim, sehingga pengunjung perlu melakukan persiapan matang sebelum berkunjung.[1]
Minat masyarakat terhadap wisata berbasis alam menunjukkan tren peningkatan yang signifikan. Kondisi ini menjadikan sektor tersebut memiliki potensi besar untuk dikembangkan sebagai destinasi yang mengintegrasikan kekayaan budaya dan keindahan alam. Selain itu, perkembangan ini juga membuka peluang yang luas serta memberikan dampak positif bagi para pelaku industri pariwisata. Sektor pariwisata memiliki kapasitas untuk berkembang sebagai bidang usaha yang relatif tangguh dalam menghadapi ketidakstabilan ekonomi. Penetapan desa wisata diharapkan mampu memberikan dampak positif yang signifikan dan berkelanjutan bagi masyarakat di sekitarnya.[2]
Keunggulan utama daerah ini tercermin pada terpeliharanya tradisi budaya Dayak Kenyah. Sejak 2009, komunitas lokal secara berkala menyelenggarakan pesta panen padi tradisional yang disebut Bengen Lepek Majeu. Kegiatan ini berfungsi ganda, yakni sebagai ekspresi syukur atas hasil pertanian serta sebagai media pelestarian seni dan ritual adat, termasuk pertunjukan tari dan prosesi U’O Ajau. Tradisi ini berperan penting dalam menjaga jati diri Dayak Kenyah sekaligus mempererat solidaritas sosial di tengah masyarakat. Ia juga menegaskan bahwa peran serta pemerintah sangat diperlukan guna memastikan keberlanjutan warisan budaya tersebut. Dengan kekuatan budaya yang autentik serta keindahan alam yang masih terjaga, Rindang Benua layak diposisikan sebagai ikon wisata budaya Kalimantan Timur. Sinergi antara kearifan tradisi dan kelestarian alam ini menjadi aset bernilai tinggi yang berpotensi menarik minat wisatawan dalam jumlah yang lebih besar.[1]
Wisata budaya U’O Ajau menjadi bagian penting dalam semarak kegiatan di Desa Rindang Benua yang terletak di Jalan Poros Sangatta–Bontang Kilometer 10. Ritual ini pada umumnya merepresentasikan simbol keberhasilan panen padi. Pada pelaksanaannya kali ini, perayaan adat Suku Kenyah berlangsung lebih meriah dibandingkan tahun sebelumnya yang masih diselenggarakan secara terbatas akibat situasi pandemi. Perayaan syukuran panen padi A’O Ajau diisi dengan berbagai pertunjukan seni dan budaya khas masyarakat setempat, termasuk tarian tradisional Dayak. Dalam kegiatan tersebut, Kepala Dinas Pariwisata Nurullah bersama rombongan turut ambil bagian dengan berbaur dan menari bersama masyarakat. Secara makna, ritual U’O Ajau merupakan bentuk ungkapan rasa syukur kepada Tuhan atas selesainya aktivitas berladang, sekaligus sebagai wujud terima kasih atas perlindungan dari berbagai bahaya serta anugerah kesehatan yang diberikan. Selain dikenal melalui tradisi pesta panen dan potensi agrowisatanya, Dusun Rindang Benua juga memiliki daya tarik wisata alam berupa Air Terjun Jantur Benua Indah.[3]