Muhammad Ridwan Zakariah adalah seorang birokrat Indonesia. Ia lahir pada tahun 1950 di desa terpencil bernama Desa Lengo, Buton Utara (Butur). Kemudian, Butur diduduki pemberontak DI-TII pada Februari 1956. Kondisi tersebut membuat dirinya dan keluarganya pindah dari kampung halamannya ke Kota Raha. Di kota ini, ia menyelesaikan pendidikan dari SD hingga SMA.
Sumber: Lihat artikel asli di Wikipedia


Muhammad Ridwan Zakariah (lahir 29 Desember 1950)[1] adalah seorang birokrat Indonesia. Ia lahir pada tahun 1950 di desa terpencil bernama Desa Lengo, Buton Utara (Butur). Kemudian, Butur diduduki pemberontak DI-TII pada Februari 1956. Kondisi tersebut membuat dirinya dan keluarganya pindah dari kampung halamannya ke Kota Raha. Di kota ini, ia menyelesaikan pendidikan dari SD hingga SMA.
Setelah lulus SMA, ia kemudian melanjutkan pendidikannya ke Universitas Brawijaya, Malang, Jawa Timur. Ridwan memulai kariernya sebagai pegawai harian di Kantor Bappeda Sulawesi Tenggara dan setahun kemudian diangkat menjadi sebagai Pegawai Negeri Sipil (PNS). Selain itu juga dia pernah menjadi Kepala Dinas Pertambangan Provinsi Sulawesi Tenggara setelah itu ditarik kembali menjadi Kepala Biro Umum kemudian Kepala Biro Pemerintahan.[2]
Setelah memenangkan pemilihan umum Bupati Buton Utara 2020 berpasangan dengan Ahali, ia dilantik menjadi Bupati Buton Utara (Butur) pada 26 Februari 2021 di rumah jabatan Gubernur Sulawesi Tenggara Ali Mazi.[2]