Restorasi hutan bakau adalah regenerasi ekosistem-ekosistem hutan bakau di daerah yang sebelumnya mereka pernah ada. Restorasi dapat didefinisikan sebagai "proses membantu pemulihan suatu ekosistem yang telah terdegradasi, rusak atau hancur." Hutan bakau atau mangrove dapat ditemukan disekujur lahan basah pesisir di lingkungan tropis dan subtropis. Hutan bakau memberi layanan ekosistem penting seperti filtrasi air, tempat pembibitan air, bahan obat-obatan, makanan dan kayu. Selain itu, hutan bakau memainkan peran penting pada mitigasi perubahan iklim melalui sekuestrasi karbon dan perlindungan dari erosi pesisir, kenaikan permukaan laut, dan gelombang badai. Habitat-habitat magrove berkurang karena aktivitas manusia seperti pembabatan lahan untuk industri dan perubahan iklim. Restorasi mangrove sangat penting karena habitat mangrove terus berkurang dengan cepat. Cara-cara berbeda telah digunakan untuk merestorasi hutan bakau, seperti melihat topografi historisnya, atau penyebaran benih secara masal. Membina kesuksesan jangka panjang restorasi mangrove dapat diraih dengan melibatkan komunitas lokal melalui keterlibatan pemangku kepentingan.
Sumber: Lihat artikel asli di Wikipedia


Restorasi hutan bakau adalah regenerasi ekosistem-ekosistem hutan bakau di daerah yang sebelumnya mereka pernah ada. Restorasi dapat didefinisikan sebagai "proses membantu pemulihan suatu ekosistem yang telah terdegradasi, rusak atau hancur."[1] Hutan bakau atau mangrove dapat ditemukan disekujur lahan basah pesisir di lingkungan tropis dan subtropis. Hutan bakau memberi layanan ekosistem penting seperti filtrasi air, tempat pembibitan air, bahan obat-obatan, makanan dan kayu.[2] Selain itu, hutan bakau memainkan peran penting pada mitigasi perubahan iklim melalui sekuestrasi karbon dan perlindungan dari erosi pesisir, kenaikan permukaan laut, dan gelombang badai. Habitat-habitat magrove berkurang karena aktivitas manusia seperti pembabatan lahan untuk industri dan perubahan iklim.[2][3] Restorasi mangrove sangat penting karena habitat mangrove terus berkurang dengan cepat. Cara-cara berbeda telah digunakan untuk merestorasi hutan bakau, seperti melihat topografi historisnya, atau penyebaran benih secara masal.[4][5] Membina kesuksesan jangka panjang restorasi mangrove dapat diraih dengan melibatkan komunitas lokal melalui keterlibatan pemangku kepentingan.[6]