Jakarta Aktual
Jakarta Aktual

Berita Aktual dan Faktual

Jakarta Aktual
Jakarta Aktual© 2026
Jakarta Aktual
Jakarta Aktual

Berita Aktual dan Faktual

BerandaWikiResolusi 232 Dewan Keamanan Perserikatan Bangsa-Bangsa
Artikel Wikipedia

Resolusi 232 Dewan Keamanan Perserikatan Bangsa-Bangsa

Resolusi Dewan Keamanan Perserikatan Bangsa-Bangsa 232, diadopsi pada 16 Desember 1966, dengan menyatakan bahwa upaya untuk memutus kegiatan ekonomi internasional dengan Rhodesia Selatan telah gagal mengakhiri pemberontakan, Dewan tersebut meminta agar semua negara anggota untuk menghindari impor asbestos, bijih besi, krom, besi babi, gula, tembakau, tembaga dan produk-produk hewani yang berasal dari Rhodesia Selatan. Selain itu, kegiatan warga negara mereka dicap untuk mempromosikan ekspor komoditas-komoditas tersebut atau impor senjata, amunisi semua jenis, pesawat militer, kendaraan dan peralatan militer serta bahan-bahan untuk pembuatan dan perawatan senjata dan amunisi bersama dengan embargo total minyak dan produk minyak, meskipun pengecualian dibuat untuk kontrak-kontrak yang dibuat sebelum resolusi tersebut.

Wikipedia article
Diperbarui 18 Mei 2024

Sumber: Lihat artikel asli di Wikipedia

Resolusi 232 Dewan Keamanan Perserikatan Bangsa-Bangsa
Resolusi 232
Dewan Keamanan PBB
Peta Rhodesia Selatan
Tanggal16 Desember 1966
Sidang no.1340
TopikPertanyaan seputar situasi di Rhodesia Selatan
Ringkasan hasil
11 mendukung
Tidak ada menentang
4 abstain
HasilDiadopsi
Komposisi Dewan Keamanan
Anggota tetap
  •  Tiongkok (ROC)
  •  Prancis
  •  Britania Raya
  •  Amerika Serikat
  •  Uni Soviet
Anggota tidak tetap
  •  Argentina
  •  Bulgaria
  •  Yordania
  •  Jepang
  •  Mali
  •  Belanda
  •  Nigeria
  •  Selandia Baru
  •  Uganda
  •  Uruguay

Resolusi Dewan Keamanan Perserikatan Bangsa-Bangsa 232, diadopsi pada 16 Desember 1966, dengan menyatakan bahwa upaya untuk memutus kegiatan ekonomi internasional dengan Rhodesia Selatan telah gagal mengakhiri pemberontakan, Dewan tersebut meminta agar semua negara anggota untuk menghindari impor asbestos, bijih besi, krom, besi babi, gula, tembakau, tembaga dan produk-produk hewani yang berasal dari Rhodesia Selatan. Selain itu, kegiatan warga negara mereka dicap untuk mempromosikan ekspor komoditas-komoditas tersebut atau impor senjata, amunisi semua jenis, pesawat militer, kendaraan dan peralatan militer serta bahan-bahan untuk pembuatan dan perawatan senjata dan amunisi bersama dengan embargo total minyak dan produk minyak, meskipun pengecualian dibuat untuk kontrak-kontrak yang dibuat sebelum resolusi tersebut.

Dewan tersebut juga mengulangi ketidaklayakan hak bangsa Rhodesia Selatan untuk melepas diri dan merdeka dan mengakui pengesahan perjuangan mereka.

Resolusi tersebut diadopsi dengan 11 suara banding nol. Republik Rakyat Bulgaria, Prancis, Mali dan Uni Soviet menyatakan abstain.

Referensi

  • Text of the Resolution at undocs.org
Wikisumber memiliki naskah asli yang berkaitan dengan artikel ini:
Resolusi 232 Dewan Keamanan Perserikatan Bangsa-Bangsa
  • l
  • b
  • s
Resolusi Dewan Keamanan Perserikatan Bangsa-Bangsa yang diadopsi pada 1966
  • 220
  • 221
  • 222
  • 223
  • 224
  • 225
  • 226
  • 227
  • 228
  • 229
  • 230
  • 231
  • 232
  • ← 1965
  • 1966
  • 1967 →

Bagikan artikel ini

Share:

Daftar Isi

  1. Referensi

Artikel Terkait

Perluasan Perserikatan Bangsa-Bangsa

negara anggota Perserikatan Bangsa-Bangsa berdasarkan urutan tahun penerimaan (disertai Resolusi Dewan Keamanan Perserikatan Bangsa-Bangsa yang merekomendasikan

Resolusi 460 Dewan Keamanan Perserikatan Bangsa-Bangsa

Resolusi 460 Dewan Keamanan Perserikatan Bangsa-Bangsa, diadopsi pada 21 Desember 1979. Usai menyatakan Perjanjian Lancaster House, DKPBB memutuskan untuk

Resolusi 406 Dewan Keamanan Perserikatan Bangsa-Bangsa

Resolusi Dewan Keamanan Perserikatan Bangsa-Bangsa 406, diadopsi pada 25 Mei 1977. Usai mengulang resolusi-resolusi 403 (1977), 232 (1966) dan 258 (1965)

Jakarta Aktual
Jakarta Aktual© 2026