Jakarta Aktual
Jakarta Aktual

Berita Aktual dan Faktual

Jakarta Aktual
Jakarta Aktual© 2026
Jakarta Aktual
Jakarta Aktual

Berita Aktual dan Faktual

Kembali ke Wiki
Artikel Wikipedia

Reseptor sensorik

Templat:Infobox anatomi

Wikipedia article
Diperbarui 13 Juli 2025

Sumber: Lihat artikel asli di Wikipedia

Artikel ini perlu ditulis ulang agar memenuhi standar Wikipedia. Silakan membantu. Ada saran di halaman pembicaraan. (Juli 2025)
Artikel ini sebatang kara, artinya tidak ada artikel lain yang memiliki pranala balik ke halaman ini. Bantulah menambah pranala ke artikel ini dari artikel yang berhubungan. (Juli 2025)

Templat:Infobox anatomi

Reseptor sensorik adalah struktur atau sel khusus dalam tubuh yang berfungsi untuk mendeteksi dan menanggapi berbagai bentuk rangsangan dari lingkungan luar maupun dari dalam tubuh. Reseptor ini merupakan bagian penting dari sistem saraf sensorik, yang memungkinkan manusia dan hewan untuk merasakan, memahami, dan bereaksi terhadap perubahan di sekitar mereka.[1]

Klasifikasi reseptor sensorik

Reseptor sensorik dapat diklasifikasikan berdasarkan jenis rangsangan yang mereka deteksi: [2]

1. Mekanoreseptor

Merespons rangsangan mekanis seperti tekanan, getaran, regangan, dan sentuhan. Contoh:

  • Korpuskula Meissner – deteksi sentuhan ringan
  • Korpuskula Pacini – deteksi tekanan dalam dan getaran
  • Diska Merkel, korpuskula Ruffini, dan reseptor bulu rambut

[3]

2. Termoreseptor

Merespons perubahan suhu. Terdapat dua jenis utama:

  • Termoreseptor dingin (diaktifkan oleh suhu rendah)
  • Termoreseptor panas (diaktifkan oleh suhu tinggi)

[4]

3. Nosiseptor

Merespons rangsangan nyeri akibat kerusakan jaringan atau potensi bahaya (mekanis, termal, kimiawi). Umumnya terdapat di kulit, jaringan ikat, dan organ dalam.[5]

4. Fotoreseptor

Merespons cahaya. Terletak di retina mata:

  • Sel batang – sensitif terhadap cahaya redup
  • Sel kerucut – mendeteksi warna dan detail visual

5. Kemoreseptor

Merespons zat kimia dalam larutan, seperti:

  • Reseptor penciuman di hidung (bau)
  • Reseptor pengecap di lidah (rasa)
  • Reseptor kimia darah (deteksi kadar O₂, CO₂, pH)

6. Proprioseptor

Merespons posisi dan gerakan tubuh, terutama di otot, tendon, dan sendi. Contoh:

  • Muscle spindle – deteksi panjang otot
  • Golgi tendon organ – deteksi tegangan otot

Mekanisme kerja

Rangsangan eksternal diubah menjadi impuls listrik melalui proses yang disebut transduksi sensorik. Impuls ini dikirim melalui neuron sensorik ke sistem saraf pusat untuk diproses menjadi persepsi sadar atau refleks otomatis.

Peran klinis

Kerusakan atau gangguan pada reseptor sensorik dapat menyebabkan berbagai gangguan, seperti:

  • Neuropati perifer (hilangnya sensasi)
  • Hiperalgesia (kepekaan berlebihan terhadap nyeri)
  • Anosmia (hilangnya penciuman)
  • Disfungsi proprioseptif (gangguan keseimbangan)

Lihat pula

  • Sistem saraf sensorik
  • Reseptor saraf
  • Indra
  • Neuron sensorik
  • Kulit
  • Nyeri

Referensi

  1. ↑ Marieb, Elaine N. (2018). Human Anatomy & Physiology (Edisi 11th). Pearson. ISBN 9780134807426.
  2. ↑ "Sensory Receptors – Function and Classification". NCBI Bookshelf. National Center for Biotechnology Information. Diakses tanggal 4 Juli 2025.
  3. ↑ "Sensory receptor". Encyclopædia Britannica. Diakses tanggal 4 Juli 2025.
  4. ↑ "Sensory Receptor". ScienceDirect. Diakses tanggal 4 Juli 2025.
  5. ↑ Tortora, Gerard J. (2017). Principles of Anatomy and Physiology (Edisi 15th). Wiley. ISBN 9781119400066.

Pranala luar

  • NCBI: Sensory Receptors – Function and Classification
  • Britannica: Sensory Receptor
  • ScienceDirect: Sensory Receptor Overview

Bagikan artikel ini

Share:

Daftar Isi

  1. Klasifikasi reseptor sensorik
  2. 1. Mekanoreseptor
  3. 2. Termoreseptor
  4. 3. Nosiseptor
  5. 4. Fotoreseptor
  6. 5. Kemoreseptor
  7. 6. Proprioseptor
  8. Mekanisme kerja
  9. Peran klinis
  10. Lihat pula
  11. Referensi
  12. Pranala luar
Jakarta Aktual
Jakarta Aktual© 2026