Jakarta Aktual
Jakarta Aktual

Berita Aktual dan Faktual

Jakarta Aktual
Jakarta Aktual© 2026
Jakarta Aktual
Jakarta Aktual

Berita Aktual dan Faktual

Kembali ke Wiki
Artikel Wikipedia

Reologi

Reologi adalah studi mengenai aliran materi, terutama ketika dalam kondisi cair, namun juga benda padat dan semi padat ketika respon yang ditunjukan berupa aliran plastis dan bukan deformasi secara elastis ketika gaya diaplikasikan. Ilmu ini mengacu pada zat yang memiliki struktur mikro yang kompleks, seperti lumpur, suspensi, polimer, dan kaca, juga bahan lain seperti cairan tubuh dan bahan biologis lainnya yang masuk ke dalam kategori benda semi-padat.

Wikipedia article
Diperbarui 21 November 2025

Sumber: Lihat artikel asli di Wikipedia

Reologi adalah studi mengenai aliran materi, terutama ketika dalam kondisi cair, namun juga benda padat dan semi padat ketika respon yang ditunjukan berupa aliran plastis dan bukan deformasi secara elastis ketika gaya diaplikasikan.[1] Ilmu ini mengacu pada zat yang memiliki struktur mikro yang kompleks, seperti lumpur, suspensi, polimer, dan kaca, juga bahan lain seperti cairan tubuh (misal darah) dan bahan biologis lainnya yang masuk ke dalam kategori benda semi-padat.

Fluida Newtonian dapat dicirikan dengan koefisien viskositas tunggal pada temperatur tertentu. Meski viskositas berupah seiring dengan perubahan temperatur, fluida Newtonian tidak mengalami perubahan regangan rata-rata. Hanya sebagian kecil fluida yang menunjukan sifat viskositas konstan seperti fluida Newtonian. Sebagian besar fluida, yang disebut dengan fluida non-Newtonian, menunjukan sifat perubahan viskositas seiring dengan perubahan regangan-rata-rata (disebut dengan viskositas relatif).

Reologi secara umum memperhitungkan sifat fluida non-Newtonian dengan mencirikan sejumlah fungsi yang dibutuhkan untuk menghubungkan tegangan dengan perubahan regangan. Seperti contoh, saus tomat dapat mengalami perubahan viskositas dengan mengaduknya, di mana perubahan relatif dari lapisan-lapisan yang berbeda di dalam bahan menyebabkan pengurangan viskositas. Hal ini tidak ditemukan pada air.

Sir Isaac Newton adalah yang pertama kali mengkonsepkan viskositas sehingga studi mengenai cairan yang memiliki regangan yang bergantung pada viskositas disebut dengan mekanika fluida non-Newtonian.[1]

Istilah reologi pertama kali digunakan oleh Eugene C. Bingham, professor Lafayette College pada tahun 1920, berdasarkan saran dari koleganya, Markus Reiner.[2][3]

Karakterisasi eksperimental dari sifat reologi suatu bahan disebut dengan reometri.

Lihat pula

  • Plastik Bingham
  • Transisi kaca
  • Mikroreologi
  • Fenomena transpor

Referensi

  1. 1 2 W. R. Schowalter (1978) Mechanics of Non-Newtonian Fluids Pergamon ISBN 0-08-021778-8
  2. ↑ J. F. Steffe (1996) Rheological Methods in Food Process Engineering 2nd ed ISBN 0-9632036-1-4 page 1
  3. ↑ "The Deborah Number" (PDF). Diarsipkan dari asli (PDF) tanggal 2013-04-16. Diakses tanggal 2013-09-19.

Pranala luar

  • The Origins of Rheology: A short historical excursion Diarsipkan 2009-09-19 di Wayback Machine. oleh Deepak Doraiswamy, University of Sydney
  • French Society of Rheology
  • Romanian Society of Rheology
  • European Society of Rheology
  • British Society of Rheology
  • Australian Society of Rheology
  • American Society of Rheology
  • Rheologica Acta
  • Journal of Rheology
  • Journal of Non-Newtonian Fluid Mechanics
  • Applied Rheology
Basis data pengawasan otoritas Sunting di Wikidata
Internasional
  • GND
Nasional
  • Jepang
  • Republik Ceko
  • Israel
Lain-lain
  • Yale LUX


Ikon rintisan

Artikel bertopik fisika ini adalah sebuah rintisan. Anda dapat membantu Wikipedia dengan mengembangkannya.

  • l
  • b
  • s

Bagikan artikel ini

Share:

Daftar Isi

  1. Lihat pula
  2. Referensi
  3. Pranala luar

Artikel Terkait

Reologi Kerak Bumi

Reologi Kerak Bumi merupakan suatu ilmu yang mempelajari tentang deformasi dan aliran materi dalam kerak bumi baik itu dalam kondisi cair, padat maupun

Polidimetilsiloksan

pendinginan radiasi pasif di siang hari. PDMS dikenal khususnya karena sifat reologi (atau aliran) yang tidak biasa. Secara optik PDMS bening dan secara umum

Bumi

planet ketiga di Tata Surya

Jakarta Aktual
Jakarta Aktual© 2026