Jakarta Aktual
Jakarta Aktual

Berita Aktual dan Faktual

Jakarta Aktual
Jakarta Aktual© 2026
Jakarta Aktual
Jakarta Aktual

Berita Aktual dan Faktual

BerandaWikiRencana Pembunuhan Rasulullah oleh Umair bin Wahab (Kisah)
Artikel Wikipedia

Rencana Pembunuhan Rasulullah oleh Umair bin Wahab (Kisah)

Umair bin Wahab adalah seorang tokoh dalam sejarah Islam yang dikenal dengan julukan "Jagoan Quraisy" karena keahliannya dalam berperang dan berkelahi. Sejarah mencatat perubahan sikap Umair dari musuh Islam menjadi pemeluk agama tersebut setelah peristiwa penting yang terjadi pasca Perang Badar.

Wikipedia article
Diperbarui 13 November 2025

Sumber: Lihat artikel asli di Wikipedia

Artikel ini sebatang kara, artinya tidak ada artikel lain yang memiliki pranala balik ke halaman ini. Bantulah menambah pranala ke artikel ini dari artikel yang berhubungan. (April 2025)

Umair bin Wahab adalah seorang tokoh dalam sejarah Islam yang dikenal dengan julukan "Jagoan Quraisy" karena keahliannya dalam berperang dan berkelahi. Sejarah mencatat perubahan sikap Umair dari musuh Islam menjadi pemeluk agama tersebut setelah peristiwa penting yang terjadi pasca Perang Badar.[1]

Latar Belakang

Pasca kekalahan kaum Quraisy dalam Perang Badar, Umair bin Wahab mengalami pukulan telak dengan tertawannya putra beliau oleh kaum Muslimin. Peristiwa ini menimbulkan dendam yang mendalam pada diri Umair. Dalam masa-masa sulit tersebut, Umair bertemu dengan pamannya, Shafwan bin Umaiyah, yang juga menyimpan kebencian terhadap kaum Muslimin karena kehilangan ayahnya dalam pertempuran yang sama.[2]

Rencana Pembunuhan

Dalam pertemuan rahasia, Umair menyatakan keinginannya untuk membunuh Muhammad SAW, namun merasa terhambat oleh dua hal: hutang yang belum dilunasi dan kekhawatiran akan nasib keluarganya sepeninggalnya. Shafwan yang mendengar hal tersebut menawarkan untuk melunasi seluruh hutang Umair dan menjamin kehidupan keluarganya.

Dengan jaminan tersebut, Umair mempersiapkan rencananya dengan mengasah pedang dan melumurinya dengan racun. Ia bermaksud menggunakan alasan untuk membahas nasib putranya yang tertawan sebagai cara untuk dapat bertemu langsung dengan Rasulullah.[3]

Pertemuan dengan Rasulullah

Sesampainya di Madinah, kedatangan Umeir dengan membawa pedang menimbulkan kecurigaan di kalangan kaum Muslimin, terutama Umar bin Khattab yang segera melaporkannya kepada Rasulullah. Meski demikian, Rasulullah mempersilakan Umair untuk menghadap.

Dalam pertemuan tersebut, terjadi dialog yang mengubah keyakinan Umair:

1. Umair memberi salam dengan ucapan tradisional Arab, tetapi Rasulullah mengingatkan tentang salam Islam yang lebih baik.

2. Ketika ditanya maksud kedatangannya, Umair mengaku ingin membahas tentang anaknya yang ditawan.

3. Rasulullah kemudian mengungkapkan pengetahuannya tentang percakapan rahasia antara Umair dan Shafwan, termasuk rencana pembunuhan dan kesepakatan mereka yang tidak diketahui orang lain.

Keislaman Umair

Terkejut dengan pengetahuan Rasulullah tentang percakapan rahasianya yang tidak mungkin diketahui manusia biasa, Umair menyadari kebenaran risalah kenabian Muhammad SAW. Peristiwa ini menuntun Umeir untuk mengucapkan syahadat dan masuk Islam dengan menyatakan: "Asyhadu alla ilaha illallah, wa asyhadu annaka Rasulullah" (Aku bersaksi bahwa tiada Tuhan selain Allah dan aku bersaksi bahwa engkau adalah utusan Allah).

Menanggapi keislaman Umair, Rasulullah memerintahkan kaum Muslimin untuk mengajarkan agama kepadanya, membacakan Al-Quran, dan membebaskan anaknya yang menjadi tawanan.[4]

Signifikansi Sejarah

Kisah Umair bin Wahab menjadi salah satu contoh penting dalam sejarah Islam tentang bagaimana pengetahuan luar biasa yang dimiliki Rasulullah (mukjizat) dapat mengubah keyakinan seseorang. Peristiwa ini juga menggambarkan kebijaksanaan Rasulullah dalam menghadapi musuh dan kemampuannya melihat potensi kebaikan pada diri setiap orang, bahkan mereka yang awalnya bermaksud buruk kepadanya.

Narasi perubahan Umair dari musuh menjadi pengikut Islam menunjukkan bahwa hidayah dapat datang melalui berbagai cara, termasuk pengalaman spiritual yang membuka kesadaran seseorang akan kebenaran.

Referensi

  1. ↑ Khalid, Muhammad (2024). AMAZING STORIES KISAH SEJUTA INSPIRASI MUHAMMAD. Bantul, Yogyakarta, Indonesia: Pustaka Al Uswah. hlm. 214. ISBN 978-623-91260-0-1. Pemeliharaan CS1: Status URL (link)
  2. ↑ "Umair bin Wahb, Pembunuh Bayaran yang Akhirnya Masuk Islam". Republika Online. 2020-09-25. Diakses tanggal 2025-04-12.
  3. ↑ Media, Kompas Cyber (2022-07-12). "Shafwan bin Umayyah, Sahabat yang Pernah Merencanakan Pembunuhan Nabi". KOMPAS.com. Diakses tanggal 2025-04-12.
  4. ↑ Hawari, Hanif. "Umair bin Wahab, Setan Quraisy yang Akhirnya Jadi Sahabat Rasulullah". detikhikmah. Diakses tanggal 2025-04-12.
Artikel ini tidak memiliki konten kategori. Bantulah dengan menambah kategori yang sesuai sehingga artikel ini terkategori dengan artikel lain yang sejenis.

Bagikan artikel ini

Share:

Daftar Isi

  1. Latar Belakang
  2. Rencana Pembunuhan
  3. Pertemuan dengan Rasulullah
  4. Keislaman Umair
  5. Signifikansi Sejarah
  6. Referensi

Artikel Terkait

Umair bin Wahb

anak-anaknya yang bernama Wahb, Umayyah, dan Ubay. Rencana Pembunuhan Rasulullah oleh Umair bin Wahab (Kisah) Ibnu Abdil Barr (1992), الاستيعاب في معرفة الأصحاب

Hasan bin Ali

Khalifah Rasyidin kelima dan terakhir serta cucu Nabi Islam Muhammad

Muhammad

nabi utama dan pendiri agama Islam (c. 570-632)

Jakarta Aktual
Jakarta Aktual© 2026