Rempoah adalah desa di kecamatan Baturraden, Banyumas, Jawa Tengah, Indonesia.
Sumber: Lihat artikel asli di Wikipedia
Rempoah | |||||
|---|---|---|---|---|---|
| Negara | |||||
| Provinsi | Jawa Tengah | ||||
| Kabupaten | Banyumas | ||||
| Kecamatan | Baturraden | ||||
| Kode pos | 53151 | ||||
| Kode Kemendagri | 33.02.22.2005 | ||||
| Luas | 138,344 km² | ||||
| Jumlah penduduk | 8.594 jiwa tahun 2014 | ||||
| Kepadatan | 62,0774jiwa/km² | ||||
| |||||
Rempoah adalah desa di kecamatan Baturraden, Banyumas, Jawa Tengah, Indonesia.
Desa Rempoah sebagai salah satu desa di Kecamatan Baturraden Kabupaten Banyumas merupakan desa yang memiliki latar belakang sejarah kelahiran yang unik. Menurut sejarah yang diceritakan secara turun temurun (pitutur orang tua) Desa Rempoah dimulai dengan adanya cerita tentang petilasan Pancakoah yang kurang lebih dimulai tahun 1700-an. Pancakoah adalah tempat petilasan pertapaan jaman dulu, adapun letaknya sekarang ada di sebelah barat sungai Taman dan sebelah barat makam desa Rempoah. Pancakoah merupakan tempat pertapaan bagi orang yang ingin mencapai suatu tujuan atau cita-cita. Pancakoah pertama kali digunakan sebagai tempat pertapaan para pangeran atau satria dari kadipaten sekitar Banyumas untuk mencari petunjuk dari Yang Maha Kuasa dalam melaksanakan perikehidupan di masa itu. Ketika seseorang satria sedang menjalani laku tapa di Pancakoah mendapat firasat petunjuk bahwa “apabila apa yang menjadi cita-cita ingin terwujud harus menghindari lima hal (Pancakoah) dalam kehidupan sehari-hari. Pancakoah dalam arti disini adalah Panca artinya 5, Koah artinya goda atau napsu jadi Pancakoah artinya 5 (lima) godaan atau napsu yang sering disebut molimo atau Lima M yaitu Madon, Main, Maling, Mendem, Madat. Apabila seorang satria pertapa dapat menghindari laku Pancakoah maka dikemudian hari akan menjadi seorang yang adiluhur, bijaksana, wibawa.[1]
Kata Pancakoah tersebut menjadi nama sebutan pedukuhan Rempoah yang letaknya kurang lebih 200 meter ke arah timur laut yang sekarang menjadi Mushola Baitul Dakirin, pedukuhan tersebut menjadi cikal bakal desa Rempoah yang sekarang ini. Rempoah sendiri berasal dari dua suku kata yaitu Rem yang berarti mengendap atau mengendali sesuatu, sedangkan Poah artinya goda atau napsu kesenangan. Sehingga secara harfiah kata Rempoah berarti mengendapkan atau mengendalikan hawa napsu kesenangan. Melihat arti dan asal kata Rempoah merupakan suatu pesan bagi orang.
Secara administratif Desa Rempoah termasuk dalam wilayah Kecamatan Baturraden Kabupaten Banyumas, yang merupakan ibu kota kecamatan sehingga menjadikannya sebagai pusat berbagai aktivitas perkantoran seperti kecamatan, Polsek, Koramil, UPK, Puskesmas, dan juga sebagai pusat perekonomian di wilayah Kecamatan Baturraden.
Desa Rempoah Kecamatan Baturraden Kabupaten Banyumas sebagai Ibukota Kecamatan Baturraden berdiri semenjak tahun 1956.
Secara geografis Desa Rempoah merupakan desa yang terletak di dataran sedang dengan batas-batas desa sebagai berikut:
· Wilayah barat berbatasan dengan Desa Pamijen dan Desa Kebumen.
· Wilayah utara berbatasan dengan Desa Karang Tengah dan Desa Kemutug Kidul.
· Wilayah timur berbatasan dengan Desa Banjarsari Kulon.
· Wilayah selatan berbatasan dengan Desa Pandak.
Desa Rempoah memiliki luas wilayah terluas di antara desa-desa se-Kecamatan Baturraden yaitu sekitar 246,433 ha.
Luas wilayah desa Rempoah adalah 246.433 Ha dengan batas - batas desa sebagai berikut:
Desa Rempoah memiliki topografi miring dengan beda ketinggian 25 m dengan ketinggian tempat antara 175–200 m di atas permukaan laut, sehingga tergolong dataran rendah. Sebagian tanahnya berjenis assosiasi latosol regosol tekstur tanahnya debu dengan struktur remah dan porous/sarang.
Desa Rempoah mempunyai suhu rata-rata harian 27 derajat Celcius, kelembapan rata-rata harian 90 % sehingga Desa Rempoah tergolong daerah sedang, sangat baik untuk pertumbuhann tanaman dan kelangusungan hidup hewan ternak. Curah hujan rata-rata pertahun adalah 2000 mm dengan penyebaran yang tidak merata sepanjang tahun.
Jumlah penduduk desa Rempoah berdasarkan data sekunder monografi desa tahun 2025 adalah berjumlah 8.795 jiwa terdiri dari penduduk laki-laki sebanyak 4.439 jiwa dan perempuan sebanyak 4.356 jiwa.
Sejarah para Kepala Desa
| No. | Nama Kepala Desa | Lama memerintah | Tahun | Keterangan |
|---|---|---|---|---|
| 1 | Singalani | 50 Tahun | 1830-1880 | Kepala Desa / Demang Pertama |
| 2 | Atmojo | - Tahun | - | Demang Rempoah |
| 3 | Klerek | - Tahun | - | Demang Rempoah |
| 4 | Gadar | - Tahun | - | Demang Rempoah |
| 5 | Reksadiwirya | - Tahun | - | Demang Rempoah |
| 6 | M. Nur Reksodiredjo | 39 Tahun | 1941-1980 | Penatus Desa Rempoah |
| 7 | Imam Kasid Edi Atmaja | 8 Tahun | 1981-1989 | Kepala Desa Rempoah |
| 8 | Saeri | 4 Tahun | 1990-1993 | Kepala Desa Rempoah |
| 9 | Tohid Dirjo Sumarto | 8 Tahun | 1994-2002 | Kepala Desa Rempoah |
| 10 | Asroh Rahmat Hidayat | 6 Tahun | 2002-2013 | Kepala Desa Rempoah |
| 11 | Tohid Dirjo Sumarto | 6 Tahun | 2007-2013 | Kepala Desa Rempoah |
| 12 | Sugeng Pujiharto | Menjabat | 2013-sekarang | Kepala Desa Rempoah Sekarang |