Regulus satrapa atau biasa dikenal dengan nama siraja kepala-emas merupakan spesies aves kecil dan memiliki suara yang indah. Burung ini dapat ditemukan di Amerika Utara.
Sumber: Lihat artikel asli di Wikipedia

| Regulus satrapa | |
|---|---|
| Status konservasi | |
| Risiko rendah | |
| IUCN | 22712594 |
| Taksonomi | |
| Kelas | Aves |
| Ordo | Passeriformes |
| Famili | Regulidae |
| Genus | Regulus |
| Spesies | Regulus satrapa Lichtenstein, 1823 |
| Distribusi | |
Regulus satrapa atau biasa dikenal dengan nama siraja kepala-emas merupakan spesies aves[1] kecil dan memiliki suara yang indah. Burung ini dapat ditemukan di Amerika Utara[2].
R. satrapa memiliki kepala berwarna emas dan terdapat garis-garis hitam di kepala. Bagian punggung dan sayap berwarna hijau kekuning-tua dan sayapnya ditandai dengan pita putih. Bagian bawah perut berwarna cokelat muda dan memiliki paruh hitam kecil dan runcing.[3] Ia memiliki ukuran panjang 8-11 cm dengan lebar sayap 14-18 cm dan berat mencapai 4-8 gram [4].
Spesies ini menghuni hutan konifer.[5] Ia bisa ditemukan di hutan yang memiliki tumbuhan bawah yang jarang dan padat. Mereka bermigrasi dan mempunyai jangkauan geografis yang luas dan berbagai habitat tambahan, seperti pinggiran kota, perkotaan, dan rawa. Untuk luas wilayahnya meliputi sebagian besar Amerika Utara, dengan kisaran ketinggian yang bervariasi. Mereka mendiami daerah pegunungan di wilayah timur dalam ketinggian antara 300 dan 1.600 meter. Mereka juga menghuni wilayah di wilayah barat yang membentang dari pantai ke Pegunungan Rocky dapat ditemukan pada ketinggian mulai dari permukaan laut hingga 3.300 meter.
Burung ini merupakan pemakan serangga. Serangga yang dimakannya antara lain kutu harlequin (Murgantia histronica), kumbang kepik (Mulsantina hudsonica), lalat gergaji larch (Pristiphora erichsonii), dan ulat dari berbagai spesies. Sumber makanan utama lainnya termasuk laba-laba dan tungau beserta telurnya. Gastropoda juga dapat dikonsumsi. Selama masa periode migrasi pada musim gugur, beberapa buah, termasuk ceri pahit (Prunus emarginata), dan ceri choke (Prunus virginiana), juga dikonsumsinya. Spesies ini mengonsumsi makanannya langsung setelah ditangkap. Serangga ditangkap dari permukaan daun dan pohon dan melalui cara berburu. Kadang-kadang, burung kinglet mahkota emas akan berpartisipasi dalam makan kawanan campuran. Spesies lain yang biasanya dapat ditemukan dalam kawanan adalah burung pelatuk (Sitta), burung pelatuk bertopi hitam (Poecile atricapillus), burung pelatuk berbulu halus (Picoides pubescens), dan burung pelatuk jambul (Baeolophus bicolor).
IUCN menetapkan status burung Golden-crowned kinglet sebagai spesies risiko rendah. Status ini dipilih karena spesies ini memiliki jangkauan geografis yang luas, serta populasi yang besar dan terus meningkat. Burung ini dilindungi berdasarkan Undang-Undang Burung Migrasi AS.