Pada 2025, Raymond bersama Felix Siauw membuat sebuah program siniar bernama Escape. Pada awalnya, hanya mereka berdua yang menjadi host dan bintang tamu untuk mengisi siniar tersebut. Namun, pada 2026 di Escape 2.0 Koiyocabe dan Verren Ornela ikut serta menjadi host tetap dalam siniar tersebut.
Sumber: Lihat artikel asli di Wikipedia
Artikel ini membutuhkan rujukan tambahan agar kualitasnya dapat dipastikan. (April 2025) |
Raymond Chin, atau dikenal dengan nama Raymon Chin (lahir 7 Desember 1994), adalah seorang pengusaha milenial dan kreator konten asal Indonesia. Raymond Chin dikenal luas karena konten-konten yang membahas keuangan, bisnis, pengembangan diri, dan fenomena sosial.[1]
| Raymond Chin | ||||||||||
|---|---|---|---|---|---|---|---|---|---|---|
| Lahir | Raymond Surya Chin 7 Desember 1994 Daerah Istimewa Yogyakarta, Indonesia | |||||||||
| Kebangsaan | ||||||||||
| Almamater | ||||||||||
| Pekerjaan | Kreator Konten YouTuber Pengusaha | |||||||||
| Informasi akun TikTok | ||||||||||
| Pengikut | 2.3 Juta | |||||||||
| Jumlah suka | 85,4 Juta | |||||||||
Diperbarui: 30 Maret 2026 | ||||||||||
| Informasi YouTube | ||||||||||
| Kanal | ||||||||||
| Tahun aktif | 2015-sekarang | |||||||||
| Genre | • Edukasi • Bisnis • Pengembangan Diri | |||||||||
| Pelanggan | 3,38 Juta[2] | |||||||||
| Total tayang | 949.141.674[2] | |||||||||
| Artis terkait | • Felix Siauw | |||||||||
| ||||||||||
Diperbarui: 30 Maret 2026 | ||||||||||
| Situs web |
| |||||||||
Pada 2025, Raymond bersama Felix Siauw membuat sebuah program siniar bernama Escape.[3] Pada awalnya, hanya mereka berdua yang menjadi host dan bintang tamu untuk mengisi siniar tersebut. Namun, pada 2026 di Escape 2.0 Koiyocabe dan Verren Ornela ikut serta menjadi host tetap dalam siniar tersebut.
Raymond lahir dan besar di Yogyakarta. Ia menempuh pendidikan di Universitas Bina Nusantara (Binus),[4] di Jakarta Barat jurusan Ilmu Komputer, di mana ia mulai tertarik pada dunia teknologi.[5]
Raymond Surya Chin lahir di Yogyakarta pada 7 Desember 1994, bertepatan dengan erupsi Gunung Merapi yang mengeluarkan wedus gembel (awan panas). Meski kondisi rumah saat itu kacau, ia terlahir dalam keadaan sehat.[6]
Raymond berasal dari keluarga menengah dengan ayah berkewarganegaraan Singapura yang besar di Australia. Ayahnya sempat bekerja di Indonesia sebelum berpindah ke Malaysia. Ibunya, lulusan SMA asal Yogyakarta, sebelumnya bekerja sebagai kasir dan sekretaris sebelum menikah.[7]
Pada usia dini, Raymond mengalami kecelakaan serius setelah jatuh dari perosotan yang berisiko menyebabkan kerusakan otak permanen, tetapi berhasil pulih pascaoperasi. Meski beragama Islam, ia menempuh pendidikan di sekolah Kristen dari SD hingga SMA. Ia dikenal sebagai anak yang pendiam dan lebih banyak menghabiskan waktu bermain game ketimbang bersosialisasi.
Saat ayahnya bekerja di Malaysia, keluarga menerima kabar bahwa sang ayah dirawat akibat demam berdarah. Raymond dan ibunya segera berangkat ke Malaysia, tetapi ayahnya meninggal beberapa hari kemudian. Peristiwa ini membuat ibunya harus membesarkan anak-anaknya sebagai ibu tunggal. Kini, Raymond dan saudara-saudaranya telah hidup mandiri.
Ia merupakan CEO dan pendiri Sevenpreneur atau PT Pengusaha Muda Indonesia.[8] Pada tahun 2018, ia mendirikan Wellnez, sebuah perusahaan startup yang bergerak di bidang kesehatan.[9]
Raymond memulai karier digitalnya dengan membuat konten YouTube seputar keuangan dan investasi pada 2015. Channel-nya populer dengan video tutorial investasi saham dan analisis pasar. Selain membuat konten, ia juga fokus membangun bisnis.
Raymond dikenal aktif berbagi konten tips keuangan gratis dan pengembangan diri melalui media sosial. Ia juga sering diundang sebagai pembicara di acara-acara kewirausahaan.
Pada 2021, Raymond mendirikan Ternak Uang, sebuah platform edukasi keuangan berbasis aplikasi yang menyediakan kursus, webinar, dan tools investasi. Platform ini viral karena pendekatannya yang sederhana dan terjangkau, terutama bagi pemula. Ia mendirikan startup Ternak Uang ini bersama Timothy Ronald dan Felicia Putri Tjiasaka.[9]
Pada tahun 2022, ia menyampaikan pernyataan kontroversi bahwa pada tahun 2023 akan terjadi resesi global yang dampak pada negara Indonesia. Ia menyebutnya dengan istilah Indonesia Gelap.[10]