Jakarta Aktual
Jakarta Aktual

Berita Aktual dan Faktual

Jakarta Aktual
Jakarta Aktual© 2026
Jakarta Aktual
Jakarta Aktual

Berita Aktual dan Faktual

BerandaWikiRawa Upo
Artikel Wikipedia

Rawa Upo

Rawa Upo (우포늪) adalah sebuah dataran basah yang terletak di kabupaten Changnyeong, Gyeongsang Selatan, Korea Selatan. Rawa ini merupakan bagian dari dataran basah dan rawa alami terluas di Korea yang berfungsi sebagai tempat pelestarian ekologi. Rawa lainnya di kawasan ini adalah Mokpo, Sajipo, dan Jjokjibeol. Luas keseluruhan Rawa Upo mencapai 2 juta m².

rawa di Korea Selatan
Diperbarui 22 April 2026

Sumber: Lihat artikel asli di Wikipedia

Rawa Upo

Rawa Upo (우포늪) adalah sebuah dataran basah yang terletak di kabupaten Changnyeong, Gyeongsang Selatan, Korea Selatan.[1] Rawa ini merupakan bagian dari dataran basah dan rawa alami terluas di Korea yang berfungsi sebagai tempat pelestarian ekologi.[2] Rawa lainnya di kawasan ini adalah Mokpo, Sajipo, dan Jjokjibeol.[1] Luas keseluruhan Rawa Upo mencapai 2 juta m².[3]

Rawa Upo berperan penting sebagai daerah resapan air yang berfungsi melepaskan dan menyimpan air.[1] Selain itu, kawasan ini menyediakan habitat yang ideal untuk ikan dan hewan-hewan air lain.[1] Pada masa banjir karena sungai Nakdong berkelebihan, level air di rawa Upo mencapai ketinggian 5 meter dalamnya, dengan kapasitas air 134 juta meter kubik air yang membantu mengendalikan sistem air dan bermanfaat untuk saluran irigasi.[1]

Flora dan fauna

Wilayah ini kaya akan spesies tumbuh-tumbuhan dan menyediakan habitat yang baik bagi kehidupan fauna.[1] Air rawa menyediakan nutrisi yang berlimpah untuk tanaman, burung, ikan dan hewan lain.[1] Rawa ini memiliki total 1.772 jenis flora dan fauna termasuk tanaman, ikan air tawar, burung, serangga, dan invertebrata dengan rincian 435 jenis tanaman yang merupakan konsentrasi 50-60 % dari seluruh jenis tanaman di Korea.[1]

Jenis tanaman yang umum, seperti duckweed (Spirodela polyrhiza), chestnut air (Trapa japonica flerow), dan frogbit (Hydrocharis dubia) yang membentuk pemandangan hijau yang menyelimuti rawa.[3] Jenis tanaman lainnya adalah rerumputan rawa Mischantus sacchariflorus, Bulrushes (Scirpus maritimus), padi liar (Zizania latifolia), dan club rushes (Scripus lacutris).[3] Tanaman dedalu seperti jenis Salix koreensis dan Salix gracilistylia, tumbuh dengan subur.[3] Tanaman-tanaman ini menjadi tempat tinggal berbagai jenis organisme antara lain siput misteri cina (Cipangopaludina chinensis malleata), ikan, serangga dan burung-burung yang keseluruhan mencapai lebih dari 350 jenis.[3]

Di rawa ini terdapat orservatorium yang digunakan untuk mengamati wilayah sekeliling rawa dan burung-burung liar.[3] Jenis burung yang berhabitat di rawa ini antara lain, bangau abu-abu, bangau salju, bebek berbintik, ayam air dan sebagainya.[3] Kelompok burung migran berdatangan untuk mencari makanan di tempat ini.[3]

Pranala luar

  • (Inggris) Upo Marsh Diarsipkan 2009-10-24 di Wayback Machine.

Referensi

  1. 1 2 3 4 5 6 7 8 Lee, Yong-su (2000). "Upo Wetlands" (PDF). Koreana. 14. [pranala nonaktif permanen]
  2. ↑ (Indonesia) Telur burung ibis berjambul berhasil ditetaskan di rawa Upo[pranala nonaktif permanen], kbs. Diakses pada 2 Juni 2010.
  3. 1 2 3 4 5 6 7 8 (Inggris) Bae Han-Bong (2007). "Changnyeong—Reminders of the Past Offer Hope for the Future" (PDF). Koreana. 21: 65–73. Diakses tanggal 16 Juli 2010. [pranala nonaktif permanen]
Basis data pengawasan otoritas: Nasional Sunting di Wikidata
  • Israel


Ikon rintisan

Artikel bertopik lingkungan ini adalah sebuah rintisan. Anda dapat membantu Wikipedia dengan mengembangkannya.

  • l
  • b
  • s

Bagikan artikel ini

Share:

Daftar Isi

  1. Flora dan fauna
  2. Pranala luar
  3. Referensi

Artikel Terkait

Teluk Suncheon

dataran rawa pasang surut di bagian selatan kota Suncheon, Jeolla Selatan, Korea Selatan. Suncheonman yang memiliki luas 35 km² adalah dataran rawa Korea yang

Daftar suku bangsa di Indonesia menurut provinsi

artikel daftar Wikimedia

Konstruksi cakar ayam

jenis kontruksi fondasi

Jakarta Aktual
Jakarta Aktual© 2026