Jakarta Aktual
Jakarta Aktual

Berita Aktual dan Faktual

Jakarta Aktual
Jakarta Aktual© 2026
Jakarta Aktual
Jakarta Aktual

Berita Aktual dan Faktual

Kembali ke Wiki
Artikel Wikipedia

Rangkong kelabu afrika

Rangkong kelabu afrika merupakan anggota keluarga rangkong, kelompok burung berwarna pastel yang banyak dijumpai di kawasan tropis Dunia Lama. Spesies ini merupakan penetap yang tersebar luas di hampir seluruh wilayah Afrika sub-Sahara serta di bagian barat daya Semenanjung Arab.

Wikipedia article
Diperbarui 22 November 2025

Sumber: Lihat artikel asli di Wikipedia

Rangkong kelabu afrika

Rangkong kelabu afrika
Pejantan L. n. nasutus di Senegal
Betina L. n. epirhinus di Namibia

Kicauan subspesies nominasi, Kenya
Status konservasi

Risiko Rendah  (IUCN 3.1)[1]
Klasifikasi ilmiah Sunting klasifikasi ini
Kerajaan: Animalia
Filum: Chordata
Kelas: Aves
Ordo: Bucerotiformes
Famili: Bucerotidae
Genus: Lophoceros
Spesies:
L. nasutus
Nama binomial
Lophoceros nasutus
(Linnaeus, 1766)
     L. n. nasutus

     L. n. epirhinus

Sinonim
  • Buceros nasutus Linnaeus, 1766
  • Tockus nasutus (Linnaeus, 1766)

Rangkong kelabu afrika (Lophoceros nasutus) merupakan anggota keluarga rangkong, kelompok burung berwarna pastel yang banyak dijumpai di kawasan tropis Dunia Lama. Spesies ini merupakan penetap yang tersebar luas di hampir seluruh wilayah Afrika sub-Sahara serta di bagian barat daya Semenanjung Arab.[2]

Burung ini pernah tercatat melarikan diri atau dilepas secara sengaja di Florida, Amerika Serikat, tetapi tidak ada bukti terbentuknya populasi yang berkembang biak. Keberadaannya di sana kemungkinan hanya bertahan karena adanya pelepasan atau pelarian berulang.[3] Di habitat aslinya, rangkong ini umum ditemukan di berbagai wilayah Afrika Sub-Sahara, terutama di lingkungan hutan terbuka dan sabana. Rangkong kelabu afrika bersifat omnivora, memakan serangga, buah-buahan, dan reptil, dengan aktivitas mencari makan yang terutama dilakukan di pepohonan.

Deskripsi

Dengan ukuran sekitar 45–51 cm, rangkong kelabu afrika termasuk burung berukuran besar meski tergolong salah satu jenis rangkong yang lebih kecil. Warna tubuhnya didominasi abu-abu dan coklat, dengan bagian kepala, bulu terbang, serta ekor panjang yang tampak lebih gelap. Di tiap sisi mahkota terdapat garis putih, ditambah satu garis putih di punggung yang hanya tampak saat burung terbang. Paruhnya yang panjang dan melengkung memiliki jambul kecil di bagian atas, yang lebih berkembang pada jantan. Mandibula atas jantan berwarna gelap dengan guratan krem kekuningan atau garis horizontal yang menjadi ciri khas, sedangkan betina memiliki bagian bawah paruh berwarna merah di ujungnya. Jantan dan betina memiliki pola bulu yang hampir sama. Burung muda mirip dengan dewasa, tetapi paruh mereka mula-mula berwarna hitam pekat. Rangkong kelabu afrika memiliki pola terbang bergelombang. Spesies lain yang mirip, rangkong paruh merah, hidup di habitat sabana yang sama namun dapat dibedakan melalui bulunya yang tampak lebih bersusun.[4]

Perkembangbiakan

Betina biasanya menghasilkan dua hingga empat telur berwarna putih di dalam lubang pohon, yang kemudian ditutup dengan campuran lumpur, kotoran, dan bubur buah selama masa pengeraman. Namun, perubahan iklim dan peningkatan suhu udara dapat mengganggu keberhasilan penetasan rangkong kelabu afrika. Hanya tersisa satu celah kecil pada penutup sarang, cukup untuk memungkinkan jantan memberikan makanan kepada betina dan anak-anaknya. Ketika betina dan anak rangkong tumbuh terlalu besar untuk tetap di dalam, betina akan keluar dan bersama jantan membangun kembali dinding penutup tersebut, lalu kedua induk bergantian memberi makan anak hingga mandiri.[5]

Referensi

  1. ↑ BirdLife International (2016). "Lophoceros nasutus". 2016 e.T22682413A92944101. doi:10.2305/IUCN.UK.2016-3.RLTS.T22682413A92944101.en. ; ;
  2. ↑ Joseph Michael Forshaw (1983). Kingfishers and Related Birds: Family Bucerotidae. Vol. 1–2. Lansdowne Editions. hlm. 77. ISBN 978-0-646-22128-1.
  3. ↑ "Nonnatives - African Gray Hornbill". Diarsipkan dari asli tanggal 2018-02-22. Diakses tanggal 22 November 20215.
  4. ↑ Kemp, A.C. (2001). "African Grey Hornbill". Dalam del Hoyo, J.; Elliott, A.; Sargatal, J. (ed.). Handbook of the Birds of the World. Vol. 6: Mousebirds to Hornbills. Barcelona, Spain: Lynx Edicions. hlm. 493. ISBN 978-84-87334-30-6.
  5. ↑ Stander, Margaretha C.; van de Ven, Tanja M. F. N.; Mullers, Ralf H. E.; Engelbrecht, Derek (2024-09-01). "The impact of weather conditions on the competition and breeding success of three sympatric hornbill species in a semi-arid region". Global Ecology and Conservation. 53 e02992. doi:10.1016/j.gecco.2024.e02992. ISSN 2351-9894.
Pengidentifikasi takson
Lophoceros nasutus
  • Wikidata: Q27074817
  • Wikispecies: Lophoceros nasutus
  • ADW: Tockus_nasutus
  • BirdLife: 22682413
  • BOLD: 745644
  • BOW: afghor1
  • CoL: 8VDSS
  • eBird: afghor1
  • GBIF: 8101752
  • iNaturalist: 512166
  • IUCN: 22682413
  • Observation.org: 70947
  • Xeno-canto: Lophoceros-nasutus
Buceros nasutus
  • Wikidata: Q27945445
  • CoL: 8VLX7
  • GBIF: 8873914

Bagikan artikel ini

Share:

Daftar Isi

  1. Deskripsi
  2. Perkembangbiakan
  3. Referensi
Jakarta Aktual
Jakarta Aktual© 2026