Rambangaru adalah sebuah desa dan sekaligus menjadi ibukota dari kecamatan Haharu, Kabupaten Sumba Timur, provinsi Nusa Tenggara Timur, Indonesia. Luas desa ini sekitar 61,40 km2 dengan populasi pada tahun 2020 berjumlah 1.575 jiwa, dan kepadatan 25 jiwa/km2.
Sumber: Lihat artikel asli di Wikipedia
Rambangaru | |||||
|---|---|---|---|---|---|
| Negara | |||||
| Provinsi | Nusa Tenggara Timur | ||||
| Kabupaten | Sumba Timur | ||||
| Kecamatan | Haharu | ||||
| Kode Kemendagri | 53.11.02.2003 | ||||
| Luas | 61,40 km2 | ||||
| Jumlah penduduk | 1.575 jiwa (2020) | ||||
| Kepadatan | 25 jiwa/km2 | ||||
| |||||
Rambangaru adalah sebuah desa dan sekaligus menjadi ibukota dari kecamatan Haharu, Kabupaten Sumba Timur, provinsi Nusa Tenggara Timur, Indonesia. Luas desa ini sekitar 61,40 km2 dengan populasi pada tahun 2020 berjumlah 1.575 jiwa, dan kepadatan 25 jiwa/km2.[1]
Jumlah penduduk tahun 2020 berjumlah 1.575 jiwa, di mana laki-laki sebanyak 786 jiwa dan perempuan sebanyak 789 jiwa. Desa ini memiliki 12 Rukun Tetangga (RT), 6 Rukun Warga (RW) dan 3 dusun. Penduduk asli Sumba Timur ialah suku Sumba, demikian juga yang ada di desa ini.[2] Sementara itu, bahasa yang digunakan di kawasan ini selain bahasa Indonesia, penduduk lokal memakai bahasa Sumba dengan logat Ligar Kambera, logat yang umumnya dipakai di kabupaten Sumba Timur.[2]
Berdasarkan data Badan Pusat Statistik kabupaten Sumba Timur 2020 mencatat masyarakat pemeluk agama di desa ini yakni Kristen sebanyak 53,73%, di mana Protestan sebanyak 41,81% dan Katolik 11,92%. Kemudian penganut kepercayaan Marapu sebanyak 43,14% dan sebagian kecil memeluk agama Islam sebanyak 3,13%.[1]
Data usia kerja penduduk memiliki beragam macam atau jenis pekerjaan. Data tahun 2020 mencatat bahwa pada umumnya penduduk bekerja sebagai petani, yakni sebanyak 666 orang, nelayan 109 orang, peternak 150 orang dan pedagang sebanyak 9 orang.[1][2]