Daftar ini berisi informasi mengenai raja atau ratu yang memerintah Kerajaan Swedia dari akhir Zaman Viking hingga kini. Swedia telah menganut sistem pemerintahan monarki sejak Zaman Viking dan awal Abad Pertengahan, dan telah bertahan lebih dari seribu tahun hingga kini. Dinasti kerajaan Swedia saat ini adalah Wangsa Bernadotte, yang mulai berkuasa dari tahun 1818.
Sumber: Lihat artikel asli di Wikipedia

| Raja Swedia | |
|---|---|
| Sveriges konungcode: sv is deprecated | |
| Sedang berkuasa | |
| Carl XVI Gustaf sejak 15 September 1973 | |
| Perincian | |
| Sapaan resmi | Baginda Raja |
| Pewaris | Victoria |
| Pembentukan | Sebelum ca 970 |
| Kediaman | Istana Stockholm Istana Drottningholm |
| Penunjuk | Monarki terpilih (hingga 1544) Monarki herediter (sejak 1544) |
| Situs web | www |
Daftar ini berisi informasi mengenai raja atau ratu yang memerintah Kerajaan Swedia dari akhir Zaman Viking hingga kini. Swedia telah menganut sistem pemerintahan monarki sejak Zaman Viking dan awal Abad Pertengahan, dan telah bertahan lebih dari seribu tahun hingga kini.[1] Dinasti kerajaan Swedia saat ini adalah Wangsa Bernadotte, yang mulai berkuasa dari tahun 1818.
Struktur politik yang teratur kabarnya telah ada bahkan sebelum Swedia bersatu membentuk kerajaan. Temuan arkeologis menunjukkan bahwa peradaban puak kuno mulai beralih ke sistem kepemimpinan yang lebih terstruktur pada awal-awal abad pertama Masehi, yang kemungkinan dipengaruhi oleh adanya kontak dengan Kekaisaran Romawi dan daerah lain di Eropa.[2] Selama tahun 500 hingga 800 Masehi, masyarakat Skandinavia mulai mengadopsi berbagai unsur budaya dari kerajaan-kerajaan Jermani yang baru berdiri di Eropa, sehingga mendorong mereka untuk bertransformasi menjadi kerajaan-kerajaan kecil.[3]
Bukti arkeologis menunjukkan bahwa terdapat banyak kerajaan kecil di wilayah yang sekarang dikenal sebagai Swedia. Sumber-sumber asing maupun sumber-sumber lokal yang lebih baru menjelaskan bahwa kerajaan yang berdiri pada akhir abad pertengahan terletak di dua wilayah utama, yaitu Svealand (terutama di sekitaran Danau Mälaren) dan Götaland. Sumber-sumber kuno paling tidak sejak zaman penulis Romawi Tacitus (ca 56–126) menyebutkan bahwa ada dua puak utama yang mendiami wilayah yang kini disebut Swedia: Svear (Swedi) dan Götar (Geti); Svear, yang dikenal dengan aktivitas militer mereka di laut, lebih banyak disebut dalam sumber-sumber asing daripada Götar.[4] Pusat pemerintahan para penguasa Swedia di Zaman Viking, yang menjadi pendahulu raja-raja Swedia selanjutnya, terletak di Uppsala Lama, yang menjadi pusat keagamaan dan politik pada masa itu; meskipun catatan sejarahnya sebelum Zaman Viking tidak begitu jelas, besar kemungkinan bahwa sejak Masa Migrasi, Uppsala Lama telah menjadi pusat politik dan keagamaan.[5]

Penguasa Swedia paling awal yang tercatat dalam sejarah adalah raja-raja kecil abad ke-9 yang disebutkan dalam Vita Anskarii, sebuah catatan sejarah yang ditulis sekitar tahun 870 dan sebagian membahas perjalanan Santo Ansgar ke Svealand.[6][7] Selain itu, beberapa raja Uppsala Lama juga disebutkan dalam teks serta saga Islandia yang lebih baru.[8] Raja legendaris Swedia dari tradisi Islandia, yang dikenal sebagai sagokungar dalam bahasa Swedia, umumnya tidak dianggap sebagai tokoh sejarah, meski beberapa di antaranya mungkin terinspirasi dari kepala suku atau raja-raja kecil yang benar-benar ada.[7] Beberapa daftar raja yang lebih baru sengaja diperpanjang untuk tujuan nasionalisme, seperti yang terlihat dalam Historia de omnibus Gothorum Sueonumque regibus karya Johannes Magnus (1554), tetapi raja-raja kuno yang disebut dalam sumber-sumber seperti ini jelas merupakan tokoh fiksi.[7]
Kerajaan-kerajaan kecil ini lambat laun membentuk struktur politik yang lebih rumit, yang kemudian menjadi cikal bakal berdirinya kerajaan Swedia. Perkembangan ini terjadi sepanjang Zaman Viking hingga Abad Pertengahan. Raja Swedia pertama yang informasinya diketahui dengan jelas adalah Erik Segersäll, meskipun informasi tentang dirinya di berbagai sumber masih sangat terbatas. Sementara itu, putranya, Olof Skötkonung, merupakan raja pertama yang dibaptis di Swedia dan dianggap sebagai pendiri kerajaan Kristen. Selama periode awal hingga abad pertengahan, kerajaan Swedia menganut sistem monarki elektif, raja-rajanya dipilih dari keluarga-keluarga terkemuka.[9] Meskipun begitu, praktik ini sering kali berujung pada pemilihan raja dari keluarga yang sama secara berulang,[10] sehingga melahirkan dinasti seperti Erik (1157–1250) dan Bjälbo (1250–1364), serta menyebabkan perselisihan antara keluarga-keluarga yang saling bersaing.
Antara tahun 1389 dan 1523, Swedia sering kali bersatu dengan Denmark dan Norwegia di bawah pemerintahan penguasa Uni Kalmar. Kemerdekaan penuh Swedia dipulihkan oleh Gustav I pada tahun 1523, dan ia sering kali dianggap sebagai pendiri Swedia modern.[11] Pada tahun 1544, ia secara resmi mengganti sistem monarki elektif dengan sistem monarki herediter. Gustav I awalnya menyandang gelar "Raja Orang Swedi dan Geti," tetapi kemudian menggunakan gelar yang lebih panjang, rex Svecorum Gothorum Vandalorumque ("raja Orang Swedi, Geti, dan Wend").[12] Raja terakhir yang menyandang gelar ini adalah Gustaf VI Adolf (memerintah selama tahun 1950–1973). Penerusnya, Carl XVI Gustaf, menggunakan gelar yang lebih singkat, yaitu "Raja Swedia," setelah naik takhta.[13]
Pada tahun 1980, Swedia mengubah aturan mengenai garis suksesi takhta di negaranya dari agnatik menjadi primogenitur mutlak, sehingga menguntungkan Putri Victoria (lahir 1977), yang merupakan penerus tetap saat ini.
| Foto | Nama | Masa kekuasaan | Klaim takhta | Pernikahan | Informasi pribadi |
|---|---|---|---|---|---|
| Erik (VII)[a] "Sang Pemenang" Erik Segersäll |
ca 970[b] – ca 995 (ca 25 tahun) |
Raja pertama yang riwayat hidupnya diketahui dengan jelas[c] | Sigríð Storråda (?) (2 anak) |
ca 945–ca 995 (umur sekitar 50 tahun) Dikaitkan dengan istri dan anak yang berbeda dalam berbagai sumber[15][17] | |
| Olof "Skötkonung"[d] |
ca 995–ca 1022 (ca 27 tahun) |
Putra Erik Segersäll | Estrid dari Obotrite (2 anak) |
ca 980–ca 1022 (umur sekitar 42 tahun) [15][19][20][21] | |
| Anund Jakob | ca 1022–ca 1050 (ca 28 tahun) |
Putra Olof | Gunnhildr Sveinsdóttir (tidak memiliki keturunan?) |
ca 1008–ca 1050 (umur sekitar 42 tahun) [9][19][22][23] | |
| Emund "yang Tua" Emund den gamle |
ca 1050–ca 1060 (10 tahun) |
Putra luar nikah Olof | Astrid Nialsdotter (?) (2 anak) |
Meninggal tahun 1060 Raja terakhir Wangsa Munsö[9][19] |
| Foto | Nama | Masa kekuasaan | Klaim takhta | Pernikahan | Informasi pribadi |
|---|---|---|---|---|---|
| Stenkil Stenkil Ragnvaldsson |
ca 1060–ca 1066 (ca 6 tahun) |
Kemungkinan anak menantu Emund[e] | "Ingamoder" (?) (paling tidak 2 anak) |
Meninggal ca 1066 [9][19] | |
| Erik dan Erik[a] Erik och Erik (keberadaannya diragukan) |
ca 1066 (?) (hanya sebentar) |
Hanya pernah disebutkan dalam satu sumber saja[f] sebagai dua pengklaim takhta yang saling berperang setelah kematian Stenkil. | Tidak ada yang tercatat | Tidak ada yang diketahui[g] | |
| Halsten Halsten Stenkilsson |
ca 1066–ca 1068[27] (ca 2 tahun) |
Putra Stenkil | Ratu yang tidak diketahui namanya (paling tidak 2 anak) |
Hanya sedikit informasi mengenai kehidupannya yang diketahui. Ia digulingkan sekitar tahun 1068, tetapi diperkirakan kembali memerintah bersama saudaranya, Inge I, yang kemungkinan lebih muda darinya.[28][27] | |
| Anund "dari Rusia" Anund Gårdske (keberadaannya diragukan) |
ca 1068–ca 1076[29] (?) (ca 8 tahun) |
Hanya pernah disebutkan dalam satu sumber saja[h] sebagai raja terpilih setelah Halsten digulingkan | Tidak ada yang tercatat | Hanya sedikit informasi mengenai kehidupannya yang diketahui; disebutkan berasal dari Rus Kiev. Digulingkan ca 1076.[30][29] | |
| Håkan "yang Merah" Håkan Röde |
1070-an (?) | Kemungkinan cicit Erik Segersäll[31] | Tidak ada yang tercatat | Hanya sedikit informasi mengenai kehidupannya yang diketahui. Berbagai sumber yang berbeda menempatkan Håkan sebagai pendahulu Stenkil ataupun Inge.[31][32] | |
| Inge "yang Tua" Inge den äldre |
ca 1078–ca 1112 (ca 34 tahun) |
Putra Stenkil. Merebut kekuasaan dari Anund ataupun Håkan. | Helena (4 anak) |
Meninggal ca 1112 Mengakhiri masa kekacauan yang dimulai setelah kematian Stenkil. Kemungkinan digulingkan sekitar tahun 1081–1083 sebelum merebut kembali takhtanya.[28][19] | |
| Sven ("Blot-Sven") Blot-Sven (keberadaannya diragukan) |
ca 1081–ca 1083 (ca 2 tahun) |
Kemungkinan anak menantu Stenkil. Diduga merebut takhta secara paksa. | Tidak ada yang tercatat | Hanya sedikit informasi mengenai kehidupannya yang diketahui. Keberadaannya masih diragukan karena kurangnya sumber yang memadai.[33] Ia kemungkinan digulingkan atau digantikan oleh putranya.[19][33][34] | |
| Erik (VIII)[a] "Årsäll" Erik Årsäll (keberadaannya diragukan) |
ca 1083 (?) (hanya sebentar) |
Kemungkinan putra Sven, yang menurut beberapa sumber merupakan penerus Sven sebagai raja | Tidak ada yang tercatat | Hanya sedikit informasi mengenai kehidupannya yang diketahui. Keberadaannya diragukan karena sumber-sumber yang kurang memadai dan saling bertolak belakang.[35] Jika tokoh ini memang ada, maka masa kekuasaannya berakhir setelah digulingkan oleh Inge.[34][35] | |
| Filip Filip Halstensson |
ca 1100–ca 1118[36] (ca 18 tahun) |
Putra Halsten. Ia tampaknya mulai berkuasa sebagai raja bersama Inge yang Tua. | Ingegerd Haraldsdatter (tidak memiliki keturunan) |
Meninggal tahun 1118 [19][36] | |
| Inge "yang Muda" Inge (den yngre) Halstensson |
ca 1118[36]–ca 1125[37]/1130[19] (ca 7–12 tahun) |
Putra Halsten. Kemungkinan awalnya memerintah bersama Filip. | Ulvhild Håkonsdatter (tidak memiliki keturunan) |
Meninggal ca 1130[19] Kemungkinan merupakan keturunan garis laki-laki terakhir dari dinasti Stenkil.[19][38] | |
| Ragnvald "Knaphövde" |
1120-an/1130-an (?)[32] (hanya sebentar?) |
Tidak diketahui keterkaitan Ragnvald dengan raja-raja sebelumnya. Dalam Västgötalagen, ia disebut sebagai penerus Inge II dan pendahulu Sverker I. | Tidak ada yang tercatat | Hanya sedikit informasi mengenai kehidupannya yang diketahui.[32][39] |
| Foto | Nama | Masa kekuasaan | Klaim takhta | Pernikahan | Informasi pribadi |
|---|---|---|---|---|---|
| Magnus I "yang Kuat" Magnus (den starke) Nilsson (statusnya diragukan) |
ca 1125–ca 1130[37] atau ca 1130–ca 1134[19] (ca 4–5 tahun) |
Putra Inge yang Tua.[40] Hanya tercatat sebagai pengklaim takhta dalam Gesta Danorum; kemungkinan tidak pernah diakui sebagai raja.[41] | Ryksa dari Polandia (2 anak) |
Meninggal tahun 1134[19] Terpilih sebagai raja, tetapi gagal mengamankan kekuasaannya; gugur pada tahun 1134[19] di Pertempuran Fotevik. | |
| Sverker I "yang Tua" Sverker den äldre |
ca 1130[42] – 25 Desember 1156[43] (ca 26 tahun) |
Bisa jadi tidak memiliki hubungan kekerabatan dengan anggota keluarga kerajaan[44] atau mungkin merupakan cucu Svend.[19] Dipilih untuk melawan Magnus I.[44] | Ulvhild Håkonsdatter (paling tidak 4 anak) Ryksa dari Polandia (1 anak?) |
Meninggal 25 Desember 1156 Dibunuh, diduga oleh pengklaim takhta Magnus II.[19][44] | |
| Erik (IX)[a] "yang Kudus" Erik (den helige) Jedvardsson |
ca 1157[45] – 18 Mei 1160[43] (ca 3 tahun) |
Sepupu Sverker I | Kristina dari Denmark (4 anak) |
ca 1120 – 18 Mei 1160[43] (umur sekitar 40 tahun) Dikenal karena upayanya untuk mengkristenkan Finlandia. Dibunuh oleh pengklaim takhta Magnus II, lalu dinyatakan sebagai santo dan menjadi santo pelindung Swedia.[19] | |
| Magnus II Magnus Henriksson |
18 Mei 1160 – 1161 (1 tahun) |
Cicit Inge I. Merebut kekuasan setelah membunuh Erik IX. | Birgitta Haraldsdotter (tidak memiliki keturunan) |
Meninggal tahun 1161 Tewas dalam pertempuran melawan Karl VII.[43][46] | |
| Karl (VII)[a] Karl Sverkersson |
ca 1157 – 12 April 1167[43] (ca 10 tahun; menguasai seluruh wilayah Swedia sejak tahun 1116) |
Putra Sverker I. Awalnya berkuasa di Västergötland melawan Erik IX; lalu berhasil menyingkirkan Magnus II. | Kristina Stigsdotter Hvide (paling tidak 1 anak) |
1130 – 12 April 1167 (umur 37 tahun) Dibunuh oleh Knut I, yang kemudian menggantikannya sebagai raja.[19][43][47] | |
| Knut I Knut Eriksson |
12 April 1167 – 1196 (29 tahun) |
Putra Erik IX. Merebut kekuasaan setelah membunuh Karl VII. | Cecilia Johansdotter (kebenaran namanya diragukan) (5 anak) |
Sebelum 1150 – 1196 (umur lebih dari 46 tahun) [19][43][48] | |
| Kol (statusnya diragukan) |
1170-an (beberapa tahun) |
Putra (?) dari Sverker I. Memerintah bersama di Östergötland melawan Knut I. | Tidak ada yang tercatat | Hanya sedikit informasi mengenai kehidupannya yang diketahui[49] | |
| Burislev Burislev (statusnya diragukan) |
1170-an (beberapa tahun) |
Tidak ada yang tercatat | Hanya sedikit informasi mengenai kehidupannya yang diketahui[49] | ||
| Sverker II "yang Muda" Sverker (den yngre) Karlsson |
1196 – 1208 (12 tahun) |
Putra Karl VII | Benedikta Ebbesdotter Hvide (paling tidak 1 anak) |
c. 1164 – 17 Juli 1210 (umur sekitar 46 tahun) Digulingkan setelah Pertempuran Lena. Dibunuh saat Pertempuran Gestilren ketika berusaha mengambil kembali takhtanya.[43][50][51] | |
| Ingegerd Birgersdotter (paling tidak 1 anak) | |||||
| Erik (X)[a] "Sang Penyintas" Erik Knutsson |
1208 – 10 April 1216 (8 tahun) |
Putra Knut I. Merebut kekuasaan setelah mengalahkan Sverker II dalam pertempuran. | Rikissa dari Denmark (5 anak) |
1180 – 10 April 1216 (umur sekitar 36 tahun) [43][52] | |
| Johan I Johan Sverkersson |
10 April 1216 – 10 Maret 1222 (5 tahun dan 11 bulan) |
Putra Sverker II | Tidak pernah menikah dan tidak memiliki keturunan | 1201 – 10 Maret 1222 (umur sekitar 21 tahun) Meninggal karena sakit dan menjadi keturunan garis laki-laki terakhir dari dinasti Sverker.[43][53] | |
| Erik (XI)[a] "yang Cadel dan Pincang" Erik Eriksson |
Maret 1222 – 1229 (7 tahun) (masa kekuasaan pertama) |
Putra Erik X | Katarina Sunesdotter (tidak memiliki keturunan) |
1216 – 2 Februari 1250 (umur sekitar 34 tahun) Sering kali berada di bawah bayang-bayang negarawan yang lebih menonjol. Digulingkan dan diasingkan dari tahun 1229 hingga 1234.[43][54] | |
| Knut II "yang Tinggi" Knut Holmgersson |
1229 – 1234 (5 tahun) |
Kerabat Wangsa Erik. Terpilih menjadi raja setelah Erik XI digulingkan. | Ratu tidak diketahui namanya (paling tidak 2 anak) |
Meninggal 1234 [43][55] | |
| Erik (XI)[a] "yang Cadel dan Pincang" Erik Eriksson |
1234 – 2 Februari 1250 (16 years) (masa kekuasaan kedua) |
Merebut kembali kekuasaan setelah kematian Knut II[43][55] | Katarina Sunesdotter (tidak memiliki keturunan) |
(lihat entri untuk masa kekuasaan sebelumnya) |
| Foto | Nama | Lambang | Masa kekuasaan | Klaim takhta | Pernikahan | Informasi pribadi |
|---|---|---|---|---|---|---|
| Valdemar Valdemar Birgersson |
1250 – 22 Juli 1275 (25 tahun) |
Cucu Erik X dan putra negarawan terkemuka Birger Jarl | Sofia dari Denmark (6 anak) |
1239 – 26 Desember 1302 (umur sekitar 63 tahun) Digulingkan setelah kalah dalam Pertempuran Hova (1275). Terus berupaya untuk merebut kembali sejumlah wilayah di kerajaan ini sebelum dipenjara pada tahun 1288.[56] | ||
| Magnus III "Kunci Gudang" Magnus (Ladulås) Birgersson |
22 Juli 1275 – 18 Desember 1290 (15 tahun, 4 bulan dan 26 hari) |
Cucu Erik X dan putra negarawan terkemuka Birger Jarl. Merebut kekuasaan setelah mengalahkan Valdemar dalam pertempuran. | Helvig dari Holstein (5 anak) |
Meninggal tanggal 18 Desember 1290 [56] | ||
| Birger Birger Magnusson |
18 Desember 1290 – Maret/April 1318 (28 tahun dan 5/6 bulan) |
Putra Magnus III | Märta dari Denmark (4 anak) |
1280 – 31 Mei 1321 (umur sekitar 41 tahun) Digulingkan dan dipaksa mengasingkan diri oleh pendukung saudaranya Erik pada tahun 1318.[57] | ||
| Masa perwalian Adipatni Ingeborg (Maret/April 1318 – 8 Juli 1319) | ||||||
| Magnus IV Magnus Eriksson |
8 Juli 1319 – 15 Februari 1364 (44 tahun, 7 bulan dan 7 hari) |
Cucu Magnus III | Blanche dari Namur (5 anak) |
ca 1316 – 1 Desember 1374 (umur sekitar 58 tahun) Juga memerintah sebagai Raja Norwegia (1319–1355). Digulingkan untuk memberi jalan kepada Albrecht dan dipenjarakan hingga tahun 1371; setelah itu, ia hidup dalam pengasingan di Norwegia.[58] | ||
| Erik (XII)[a] Erik Magnusson |
17 Oktober 1356 – 20 Juni 1359 (2 tahun, 8 bulan dan 3 hari) |
Putra Magnus IV. Awalnya, ia memerintah berlawanan dengan ayahnya; mereka memerintah bersama setelah rekonsiliasi pada tahun 1359. | Beatrix dari Bayern (tidak memiliki keturunan) |
Pada atau sebelum tahun 1339 – 20 Juni 1359 (umur paling tidak 20 tahun) [59] | ||
| Håkan Håkan Magnusson |
15 Februari 1362 – 15 Februari 1364 (2 tahun) |
Putra Magnus IV, memerintah bersama ayahnya | Margrethe dari Denmark (memerintah sebagai ratu selama tahun 1389–1412) (1 anak) |
1340 – 11 September 1380 (umur sekitar 40 tahun) Juga memerintah sebagai Raja Norwegia (1343–1380). Digulingkan untuk memberi jalan kepada Albrecht, berusaha merebut kembali Swedia hingga kalah dalam Pengepungan Stockholm pada tahun 1371.[60] | ||
| Foto | Nama | Lambang | Masa kekuasaan | Klaim takhta | Pernikahan | Informasi pribadi |
|---|---|---|---|---|---|---|
| Albrecht dari Mecklenburg Albrekt av Mecklenburg |
15 Februari 1364 – 24 Februari 1389 (25 tahun dan 9 hari) |
Cicit Magnus III dari Swedia | Richardis dari Schwerin (2 anak) Agnes dari Braunschweig-Lüneburg (1 anak) |
ca 1340[61] – 1 April 1412 (umur sekitar 72 tahun) Juga memerintah sebagai Adipati Mecklenburg (1384–1412). Dikalahkan oleh Margrethe dalam Pertempuran Åsle, lalu digulingkan.[61] |
| Foto | Nama | Lambang | Masa kekuasaan | Klaim takhta | Pernikahan | Informasi pribadi |
|---|---|---|---|---|---|---|
| Margrethe Margareta Valdemarsdotter |
24 Februari 1389 – 28 Oktober 1412 (23 tahun, 8 bulan dan 26 hari) |
Ratu Denmark dan Norwegia; janda Håkan Magnusson. Juga merupakan keturunan Erik X dari Swedia. Mengalahkan Albrecht dengan dukungan dari kaum bangsawan Swedia. | Håkan Magnusson (memerintah sebagai raja selama tahun 1362–1364) (1 anak) |
Maret 1353 – 28 Oktober 1412 (umur 59 tahun) Juga merupakan Ratu Denmark dan Norwegia yang berkuasa atas Uni Kalmar. Tidak menikah lagi setelah kematian Håkan. Meninggal mendadak karena wabah yang terjadi pada tahun 1412.[62][63] | ||
| Erik (XIII)[a] dari Pomerania Erik av Pommern |
23 Juli 1396 – 24 September 1439 (43 tahun, 2 bulan dan 1 hari) |
Cucu keponakan dan penerus yang ditunjuk Margaret yang awalnya memerintah bersamanya. Juga merupakan keturunan Magnus III dari Swedia.[i] | Philippa dari Inggris (tidak memiliki keturunan) Cecilia (tidak memiliki keturunan) |
1381/1382 – 3 Mei 1459[64] (umur 76–78 tahun) Juga merupakan Raja Denmark dan Norwegia yang berkuasa atas Uni Kalmar. Pernah digulingkan dua kali di Swedia (1434–1435 dan 1436); berhasil merebut kembali kekuasaan hingga digulingkan kembali di ketiga kerajaan tersebut pada tahun 1439.[62][64] | ||
| Masa perwalian Karl Knutsson Bonde (kemudian Raja Karl VIII; Oktober 1438 – Musim Gugur 1440) | ||||||
| Christoph dari Bayern Kristofer av Bayern |
Musim Gugur 1441 – 6 Januari 1448 (6 tahun dan beberapa bulan) |
Keponakan Erik XIII | Dorothea dari Brandenburg (tidak memiliki keturunan) |
26 Februari 1416 – 6 Januari 1448 (umur 31 tahun) Juga merupakan Raja Denmark dan Norwegia yang berkuasa atas Uni Kalmar[62][65] | ||
| Masa perwalian Bengt Jönsson Oxenstierna dan Nils Jönsson Oxenstierna (Januari – 20 Juni 1448) | ||||||
| Karl (VIII)[a] Karl Knutsson Bonde |
20 Juni 1448 – 24 Februari 1457 (8 tahun, 8 bulan dan 4 hari) (masa kekuasaan pertama) |
Bangsawan Swedia yang terpilih menjadi raja di Swedia setelah kematian Christoph dan melawan raja-raja Uni Kalmar lainnya | Birgitta Turesdotter (2 anak) Katarina Karlsdotter (8 anak) Kristina Abrahamsdotter (2 anak) |
Meninggal tanggal 15 May 1470 Juga memerintah sebagai Raja Norwegia (1449–1450).[66] Pernah digulingkan dua kali (1457–1464 dan 1465–1467), keduanya karena pengaruh Uskup Agung Jöns Bengtsson Oxenstierna.[62] | ||
| Masa perwalian pertama Jöns Bengtsson Oxenstierna dan Erik Axelsson Tott (Maret – 23 Juni 1457) | ||||||
| Christian I Kristian I |
23 Juni 1457 – 23 Juni 1464 (7 tahun) |
Suami Dorothea dari Brandenburg, yang merupakan janda Christoph. Juga merupakan keturunan dari Magnus III dari Swedia. Diterima sebagai raja di Swedia setelah Karl VIII digulingkan. | Dorothea dari Brandenburg (5 anak) |
Februari 1426 – 21 Mei 1481 (umur 55 tahun) Juga merupakan Raja Denmark dan Norwegia yang berkuasa atas Uni Kalmar. Digulingkan di Swedia pada tahun 1464.[67] | ||
| Karl (VIII)[a] Karl Knutsson Bonde |
9 Agustus 1464 – 30 Januari 1465 (5 bulan dan 21 hari) (masa kekuasaan kedua) |
Merebut kembali kekuasaan setelah Christian I digulingkan[62] | (lihat entri untuk masa kekuasaan sebelumnya) | (lihat entri untuk masa kekuasaan sebelumnya) | ||
| Masa perwalian Kettil Karlsson Vasa (26 Desember 1464 – 11 Agustus 1465) | ||||||
| Masa perwalian kedua Jöns Bengtsson Oxenstierna (11 Agustus 1465 – 18 Oktober 1466) | ||||||
| Masa perwalian kedua Erik Axelsson Tott (18 Oktober 1466 – 12 November 1467) | ||||||
| Karl (VIII)[a] Karl Knutsson Bonde |
12 November 1467 – 15 Mei 1470 (2 tahun, 6 bulan dan 3 hari) (masa kekuasaan ketiga) |
Merebut kembali kekuasaan dengan dukungan dari wali penguasa Erik Axelsson Tott[62] | (lihat entri untuk masa kekuasaan sebelumnya) | (lihat entri untuk masa kekuasaan sebelumnya) | ||
| Masa perwalian pertama Sten Sture yang Tua (16 Mei 1470 – 6 Oktober 1497) | ||||||
| Johan II Johan II / Hans |
6 Oktober 1497 – 1 Agustus 1501 (3 tahun, 9 bulan dan 26 hari) |
Putra Christian I. Diterima sebagai raja di Swedia setelah sempat berkuasa di Denmark dan Norwegia selama dua puluh tahun. | Christina dari Sachsen (5 anak) |
8 Juli 1455 – 20 Februari 1513 (umur 57 tahun) Juga merupakan Raja Denmark dan Norwegia yang berkuasa atas Uni Kalmar. Digulingkan di Swedia untuk memberi jalan kepada Sten Sture yang Tua untuk berkuasa kembali sebagai wali penguasa.[67] | ||
| Masa perwalian kedua Sten Sture yang Tua (12 November 1501 – 14 Desember 1503) | ||||||
| Masa perwalian Svante Nilsson (21 Januari 1504 – 31 Desember 1511/2 Januari 1512) | ||||||
| Masa perwalian Erik Trolle (Januari – 23 Juli 1512) | ||||||
| Masa perwalian Sten Sture yang Muda (23 Juli 1512 – 3 Februari 1520) | ||||||
| Christian II "Sang Tiran" Kristian II |
1 November 1520 – 23 Agustus 1521 (9 bulan dan 22 hari) |
Putra Johan II. Diterima sebagai raja di Swedia setelah menaklukkan negara tersebut dari tangan wali penguasa Sten Sture yang Muda. | Isabella dari Austria (6 anak) |
2 Juli 1481 – 25 Januari 1559 (umur 77 tahun) Juga merupakan Raja Denmark dan Norwegia yang berkuasa atas Uni Kalmar. Digulingkan menyusul peristiwa Pertumpahan darah Stockholm. Kemudian digulingkan juga di Denmark dan Norwegia.[68] | ||
| Masa perwalian Gustav Vasa (kemudian Raja Gustav I; 23 Agustus 1521 – 6 Juni 1523) | ||||||
| Foto | Nama | Lambang | Masa kekuasaan[j] | Klaim takhta | Pernikahan | Informasi pribadi | Monogram |
|---|---|---|---|---|---|---|---|
| Gustav I Gustav Vasa |
[k] |
6 Juni 1523 – 29 September 1560 (37 tahun, 3 bulan dan 23 hari) |
Sebelumnya menjabat sebagai wali penguasa, terpilih menjadi raja setelah Perang Pembebasan Swedia[l] | Katharina dari Sachsen-Lauenburg (1 anak) Margareta Leijonhufvud (10 anak) Katarina Stenbock (tidak memiliki keturunan) |
12 Mei 1496 – 29 September 1560 (umur 64 tahun) [72] |
— [m] | |
| Erik XIV | 29 September 1560 – 26 Januari 1569 (8 tahun, 3 bulan dan 28 hari) |
Putra Gustav I | Karin Månsdotter (5 anak) |
13 Desember 1533 – 26 Februari 1577 (umur 43 tahun) Digulingkan dan kemudian diracun, kemungkinan oleh saudaranya Johan III.[72][74] |
|||
| Johan III | [n] |
26 Januari 1569 – 17 November 1592 (23 tahun, 9 bulan dan 22 hari) |
Putra Gustav I | Katarzyna Jagiellonka (3 anak) Gunilla Bielke (1 anak) |
20 Desember 1537 – 17 November 1592 (umur 54 tahun) [72] |
||
| Sigismund | 17 November 1592 – 24 Juli 1599 (6 tahun, 8 bulan dan 7 hari) |
Putra Johan III | Anna dari Austria (5 anak) Constanze dari Austria (7 anak) |
20 Juni 1566 – 19 April 1632 (umur 65 tahun) Digulingkan setelah perang melawan Sigismund. Juga merupakan Raja Polandia (1587–1632).[72][75] |
|||
| Masa perwalian Adipati Karl (kemudian Raja Karl IX; 24 Juli 1599 – 22 Maret 1604) | |||||||
| Karl IX | 22 Maret 1604 – 30 Oktober 1611 (7 tahun, 7 bulan dan 8 hari) |
Putra Gustav I, dinyatakan sebagai raja setelah menjabat sebagai wali penguasa selama lima tahun | Maria dari Pfalz (6 anak) |
4 Oktober 1550 – 30 Oktober 1611 (umur 61 tahun) [72][76] |
— [o] | ||
| Christine dari Holstein-Gottorp (4 anak) | |||||||
| Gustav II Adolf (Gustavus Adolphus) |
30 Oktober 1611 – 6 November 1632 (21 tahun dan 7 hari) |
Putra Karl IX | Maria Eleonora dari Brandenburg (2 anak) |
9 Desember 1594 – 6 November 1632 (umur 37 tahun) Tewas dalam Pertempuran Lützen pada tahun 1632[72] |
|||
| Kristina | 6 November 1632 – 6 Juni 1654 (21 tahun dan 7 bulan) |
Putri Gustav II Adolf | Tidak pernah menikah dan tidak memiliki keturunan | 7 Desember 1626 – 9 April 1689 (umur 62 tahun) Turun takhta dan menghabiskan masa pensiun di Roma.[72] |
|||
| Foto | Nama | Lambang | Masa kekuasaan[j] | Klaim takhta | Pernikahan | Informasi pribadi | Monogram |
|---|---|---|---|---|---|---|---|
| Karl X Gustav |
6 Juni 1654 – 13 Februari 1660 (5 tahun, 8 bulan dan 7 hari) |
Putra Katarina Vasa, yang merupakan putri Karl IX | Hedvig Eleonora dari Holstein-Gottorp (1 anak) |
8 November 1622 – 13 Februari 1660 (umur 37 tahun) [72] |
|||
| Karl XI | 13 Februari 1660 – 5 April 1697 (37 tahun, 1 bulan dan 23 hari) |
Putra Karl X Gustav | Ulrika Eleonora dari Denmark (7 anak) |
24 November 1655 – 5 April 1697 (umur 41 tahun) [72] |
|||
| Karl XII | 5 April 1697 – 30 November 1718 (21 tahun, 7 bulan dan 25 hari) |
Putra Karl XI | Tidak pernah menikah dan tidak memiliki keturunan | 17 Juni 1682 – 30 November 1718 (umur 36 tahun) Tewas dalam pertempuran melawan Denmark–Norwegia saat pengepungan Fredriksten pada tahun 1718.[77] |
|||
| Masa perwalian Putri Ulrika Eleonora (kemudian Ratu Ulrika Eleonora; 30 November 1718 – 23 Januari 1719) | |||||||
| Ulrika Eleonora | 23 Januari 1719 – 24 Maret 1720 (1 tahun, 2 bulan dan 1 hari) |
Putri Karl XI, terpilih sebagai penerus saudaranya yang tidak memiliki keturunan | Friedrich dari Hessen-Kassel (memerintah sebagai raja selama tahun 1720–1751) (tidak memiliki keturunan) |
23 Januari 1688 – 24 November 1741 (umur 53 tahun) Turun takhta untuk memuluskan jalan suaminya menjadi raja pada tahun 1720; setelah itu, ia menjadi permaisuri hingga kematiannya.[77] |
|||
| Foto | Nama | Lambang | Masa kekuasaan[j] | Klaim takhta | Pernikahan | Informasi pribadi | Monogram |
|---|---|---|---|---|---|---|---|
| Fredrik I | 24 Maret 1720 – 25 Maret 1751 (31 tahun dan 1 hari) |
Suami dan penerus yang ditunjuk oleh Ulrika Eleonora | Luise Dorothea dari Prusia (tidak memiliki keturunan) |
18 April 1676 – 25 Maret 1751 (umur 74 tahun) [77] |
|||
| Ulrika Eleonora (memerintah sebagai ratu selama tahun 1719–1720) (tidak memiliki keturunan) |
| Foto | Nama | Lambang | Masa kekuasaan[j] | Klaim takhta | Pernikahan | Informasi pribadi | Monogram |
|---|---|---|---|---|---|---|---|
| Adolf Fredrik | 25 Maret 1751 – 12 Februari 1771 (19 tahun, 10 bulan dan 7 hari) |
Anak piut Karl IX;[p] terpilih sebagai penerus takhta pada tahun 1743 | Luise Ulrike dari Prusia (4 anak) |
3 Mei 1710 – 12 Februari 1771 (umur 60 tahun) Awalnya menjabat sebagai Pangeran-Uskup Lübeck (1727–1750).[77] |
|||
| Gustav III | [q] |
12 Februari 1771 – 29 Maret 1792 (21 tahun, 1 bulan dan 17 hari) |
Putra Adolf Fredrik | Sophie Magdalene dari Denmark (2 anak) |
13 Januari 1746 – 29 Maret 1792 (umur 46 tahun) Dibunuh pada tahun 1792.[77] |
||
| Gustav IV Adolf | 29 Maret 1792 – 10 Mei 1809 (17 tahun, 1 bulan dan 11 hari) |
Putra Gustav III | Friederike dari Baden (5 anak) |
1 November 1778 – 7 Februari 1837 (umur 58 tahun) Digulingkan setelah kalah dalam Perang Finlandia; meninggal dalam pengasingan di Swiss.[77][r] |
|||
| Masa perwalian Adipati Karl (kemudian Raja Karl XIII; 10 Mei – 6 Juni 1809) | |||||||
| Karl XIII | 6 Juni 1809 – 5 Februari 1818 (8 tahun, 7 bulan dan 30 hari) |
Putra Adolf Fredrik, dipilih menjadi raja oleh Riksdag Estet setelah menjabat sebagai wali penguasa selama beberapa waktu | Hedvig Elisabeth Charlotte dari Holstein-Gottorp (2 anak, meninggal saat bayi) |
26 September 1748 – 5 Februari 1818 (umur 69 tahun) Juga menjadi Raja Norwegia pada tahun 1814[77] |
|||
| Foto | Nama | Lambang | Masa kekuasaan | Klaim takhta | Pernikahan | Informasi pribadi | Monogram |
|---|---|---|---|---|---|---|---|
| Karl XIV Johan | 5 Februari 1818 – 8 Maret 1844 (26 tahun, 1 bulan dan 3 hari) |
Dipilih oleh Riksdag Estet pada tahun 1810 sebagai penerus Charles XIII yang tidak memiliki keturunan[s] | Désirée Clary (1 anak) |
26 Januari 1763 – 8 Maret 1844 (umur 81 tahun) Awalnya merupakan seorang jenderal Prancis, yang kemudian menjabat sebagai Marsekal Kekaisaran dan Pangeran Pontecorvo (1806–1810).[77] |
|||
| Oscar I | 8 Marer 1844 – 8 Juli 1859 (15 tahun dan 4 bulan) |
Putra Karl XIV Johan | Josephine dari Leuchtenberg (5 anak) |
4 Juli 1799 – 8 Juli 1859 (umur 60 tahun) [77] |
|||
| Karl XV | 8 Juli 1859 – 18 September 1872 (13 tahun, 2 bulan dan 10 hari) |
Putra Oscar I | Louise dari Belanda (2 anak) |
3 Mei 1826 – 18 September 1872 (umur 46 tahun) Raja Bernadotte pertama yang lahir di Swedia.[82] |
|||
| Oscar II | 18 September 1872 – 8 Desember 1907 (35 tahun, 2 bulan dan 20 hari) |
Putra Oscar I | Sophia dari Nassau (4 anak) |
21 Januari 1829 – 8 Desember 1907 (umur 78 tahun) Raja Swedia terakhir yang juga memerintah sebagai Raja Norwegia (hingga tahun 1905).[83] |
|||
| Gustaf V | 8 Desember 1907 – 29 Oktober 1950 (42 tahun, 10 bulan dan 21 hari) |
Putra Oscar II | Viktoria dari Baden (3 anak) |
16 Juni 1858 – 29 Oktober 1950 (umur 92 tahun) Pernikahan Viktoria dari Baden, yang merupakan cicit Gustav IV Adolf, menyatukan Wangsa Bernadotte dengan garis kerajaan sebelumnya secara genealogis[80][83][84] |
|||
| Gustaf VI Adolf | 29 Oktober 1950 – 15 September 1973 (22 tahun, 10 bulan dan 17 hari) |
Putra Gustaf V[t] | Margaret dari Connaught (5 anak) Louise Mountbatten (1 anak yang meninggal saat lahir) |
11 November 1882 – 15 September 1973 (umur 90 tahun) [83] |
|||
| Carl XVI Gustaf | 15 September 1973 – sekarang (52 tahun, 7 bulan dan 8 hari) |
Cucu Gustaf VI Adolf | Silvia Sommerlath (3 anak) |
Lahir 30 April 1946 (umur 79) Penguasa monarki terlama dalam sejarah Swedia[83][85] |