Jakarta Aktual
Jakarta Aktual

Berita Aktual dan Faktual

Jakarta Aktual
Jakarta Aktual© 2026
Jakarta Aktual
Jakarta Aktual

Berita Aktual dan Faktual

BerandaWikiRd Mochtar
Artikel Wikipedia

Rd Mochtar

H. Raden Mochtar adalah pemeran Indonesia. Ia telah mengawali karier di film layar lebar sejak dekade tahun 1930 hingga tahun 1990an. Film pertamanya pada tahun 1935 yang berjudul Pareh, Het Lied Van Der Rijst dengan sutradara Mannus Franken dari Belanda. Filmnya didukung oleh Doenaesih, Soekarsih, dan T. Effendy.

pemeran laki-laki asal Indonesia
Diperbarui 7 Maret 2026

Sumber: Lihat artikel asli di Wikipedia

Rd Mochtar
Artikel atau sebagian dari artikel ini mungkin diterjemahkan dari Rd Mochtar di en.wikipedia.org. Isinya masih belum akurat, karena bagian yang diterjemahkan masih perlu diperhalus dan disempurnakan. Jika Anda menguasai bahasa aslinya, harap pertimbangkan untuk menelusuri referensinya dan menyempurnakan terjemahan ini. Anda juga dapat ikut bergotong royong pada ProyekWiki Perbaikan Terjemahan.
(Pesan ini dapat dihapus jika terjemahan dirasa sudah cukup tepat. Lihat pula: panduan penerjemahan artikel)

Rd Mochtar
Lahir(1918-05-31)31 Mei 1918
Cianjur, Hindia Belanda
Meninggal19 Oktober 1997(1997-10-19) (umur 79)
Berlin, Jerman
PekerjaanAktor
Tahun aktif1935–1991
Karya terkenal
  • Pareh
  • Terang Boelan
Suami/istriSoekarsih
IMDB: nm1257945 Modifica els identificadors a Wikidata

H. Raden Mochtar (31 Mei 1918 - 19 Oktober 1997) adalah pemeran Indonesia. Ia telah mengawali karier di film layar lebar sejak dekade tahun 1930 hingga tahun 1990an. Film pertamanya pada tahun 1935 yang berjudul Pareh, Het Lied Van Der Rijst dengan sutradara Mannus Franken dari Belanda. Filmnya didukung oleh Doenaesih, Soekarsih, dan T. Effendy.

Pemain yang diinginkan Balink ditemukan secara tidak sengaja saat ia, Joshua dan Otniel sedang menemani Balink minum kopi di depot. Balink teriak senang sampai Otniel dan Joshua terkejut. Peria itu ia temukan. Namun, peria itu melintas dewngan sepeda motor, dan mereka mengejarnya dengan mobil. Melihat pemuda itu dikejar oleh orang pakai mobil dan didalamnya ada Belanda totok, maka pemuda itu melarikan diri karena takut akan Homo Seksual (saat itu sedang ramainya homoseksual). Setelah ditemukan, Balink masih kurang puas juga, Mochtar nama pemain itu harus diberi gelar ningrat. Mochtar memang berdarah bangsawan, tetapi orang tuanya meninggalakan.

Masalah darah biru itu karena urusan politis. Dan Balink ingin Mochtar harus memakai gelar ningratnya lagi. Balink sendiri menyelusuri gelar itu dan Mochtar memang berhak menyandang gelar Raden lagi. Dan Balink ingin Mochtar jadi Rd.Mochtar. Jadilah pemuda ini terkenal.

Biografi

Raden Mochtar bersama istrinya, Soekarsih, 1955

Masa kecil dan karier awal

Raden Mochtar merupakan seorang bangsawan Sunda. Ia berpendidikan Taman Siswa di Bandung, Jawa Barat.[1][2]

Pada 1935 Mochtar berperan dalam peran utama Mahmud dalam film Albert Balink Pareh. Balink keluar dengan kopi dengan Joshua dan Otniel Wong dan melihat Mochtar, yang dianggapnya tinggi, kuat, dan tampan, mengemudi oleh. Balink dan Wongs mengejar Mochtar dalam mobil mereka dan menangkapnya. Untuk film Mochtar diberitahu untuk menggunakan judul Raden, yang ia dan keluarganya sudah ditinggalkan.[3] Menurut antropolog Indonesia Albertus Budi Susanto, penekanan pada judul Mochtar ini dimaksudkan sebagai cara untuk menarik penonton kelas yang lebih tinggi.[4] Film yang biaya 75.000 gulden untuk memproduksi, adalah kegagalan komersial.[5] Namun, itu secara finansial bermanfaat bagi Mochtar, yang membayar penggawa bulanan 250 gulden.[6]

Balink ingat Mochtar untuk film berikutnya, Terang Boelan, pada tahun 1937 Meskipun peran menyerukan Mochtar menyanyi ia tidak mampu melakukannya. Dengan demikian, komposer Ismail Marzuki dipanggil untuk memberikan suara menyanyi Mochtar ini. Film ini sukses secara komersial, mengumpulkan lebih dari 200.000 Dolar Singapura selama rilis internasional.[7] Hal ini menyebabkan Mochtar menjadi bintang bankable dan sering bermain bersama Roekiah. Film ini juga memainkan peran dalam pembentukan sistem bintang di bioskop di negara itu.[8] Segera setelah rilis Terang Boelan Mochtar menikah dengan aktris Soekarsih, siapa dia bertemu di lokasi syuting Pareh.[9]

Setelah sukses dengan Terang Boelan dan emigrasi Balink ke Amerika Serikat, sebagian besar cast   - termasuk Mochtar   - telah ditandatangani dengan Tan's Film. Film pertama Mochtar dengan perusahaan, Fatima (1938), ini sukses secara komersial, produktif 200.000 gulden pada anggaran 7.000 gulden.[10] Setelah membuat beberapa film lebih lanjut, berdasarkan 1940 Mochtar telah meninggalkan Tan atas sengketa upah. Dia membuat lebih tiga film dengan Yo Kim Tjan Populair Film ini sebelum pindah ke film aksi.[11]

Karier kemudian

Selama pendudukan Jepang (1942-1945) dan berikutnya revolusi empat tahun, Mochtar bertindak dalam beberapa kelompok teater, termasuk Terang Boelan, Bintang Soerabaja, dan Pantai Warna. Sebagai industri film Indonesia mendapatkan uap selama tahun 1950, Mochtar terus bertindak. Selain film Indonesia, ia juga memiliki peran dalam Rodriguo de Villa, oleh perusahaan Filipina Pictures LVN.[1]

Pada akhir 1950-an industri film lokal surut dan Mochtar menjadi seorang pengusaha, kemudian petani. Pada pertengahan 1960-an ia pergi haji ke Mekkah, dan pada tahun 1970 ia mulai bertindak lagi. Selama periode ini ia menerima penghargaan dari kedua Javan Barat dan pemerintah Jakarta yang untuk aktingnya.[1] Ia terus aktif dalam film sampai 1991.[12] Pada 19 Oktober 1997, Rd Mochtar dikabarkan telah meninggal dunia di usia 79 tahun di ibu kota Jerman, Berlin tanpa sebarang berita apapun.

Filmografi

Film

Peran akting
Tahun Judul Peran Catatan
1935 Pareh Mahmud
1937 Terang Boelan Kasim
1938 Fatima Idris
1939 Gagak Item
Siti Kabari
1941 Moestika dari Djenar
Boedjoekan Iblis
Garoeda Mas
1949 Bengawan Solo
1950 Sedap Malam Burhan
Terang Bulan Ridwan
Bantam Akhmad
1951 Hidup Baru Mukahar
Dunia Gila Umar
Main-Main Djadi Sungguhan Kosasih
Marunda Jafar
Sepandjang Malioboro
Surjani Mulia Haryoto
Rindu Kusuma
1952 Rodrigo de Villa Film Indonesia-Filipina
1953 Gara-Gara Hadiah
Leilani Kameha
1954 Gara-Gara Djanda Muda Johan
Pegawai Tinggi Husni
1955 Berdjumpa Kembali Rakhim
Gadis Sesat Abdullah
Hadiah 10.000 Alwi
1956 Djandjiku
Harta Angker Aman
Kamar Kosong Budiman
1958 Wanita Indonesia
1960 Tak Terduga
1961 Asmara dan Wanita Guru
Lima Puluh Megaton
1964 Tauhid
1971 Bengawan Solo
Malin Kundang
Si Gondrong
Singa Betina dari Marunda
1972 Perkawinan
Dalam Sinar Matanya
Deru Campur Debu
1973 Dosa di Atas Dosa
Gara-Gara
Ibu Sejati
Jembatan Merah
1974 Mei Lan, Aku Cinta Padamu
1976 Pembalasan Naga Sakti
Remaja 1976
Sesuatu yang Indah
Si Doel Anak Modern
1977 Cobra
Krakatau Biang Terona
Hamil Muda
Jangan Menangis Mama Ayah Nani
Balada Dua Jagoan Saleh
Dukun Beranak
Karate Sabuk Hitam Ketua perguruan
1979 Remaja Idaman
1980 Di Sini Cinta Pertama Kali Bersemi
1981 Merenda Hari Esok
Bercanda dalam Duka Den Cokro
1983 Tirai Malam Pengantin
1985 Sunan Kalijaga dan Syech Siti Jenar
1989 Nyi Mas Gandasari Ki Gendeng Selapandan
Tutur Tinular: Pedang Naga Puspa
1990 Ketika Dia Pergi
1991 Tutur Tinular II: Naga Puspa Kresna Hanggareksa

Penghargaan

  • 1954 Majalah Varia: Bintang Terbaik.[13]
  • 1969 Piagam Penghargaan dari Gubernur Provinsi Jawa Barat.[13]
  • 1972 Piagam Penghargaan Gubernur DKI Jakarta.[13]
  • 1990 Festival Film Asia Pacific: Penghargaan khusus atas pengabdiannya pada perfilman Indonesia.[13]

Referensi

  1. 1 2 3 Ensiklopedia Jakarta, Mochtar, Raden.
  2. ↑ FilmIndonesia:Rd. Mochtar
  3. ↑ Biran 2009, hlm. 157.
  4. ↑ Susanto 2003, hlm. 241.
  5. ↑ Biran 2009, hlm. 160.
  6. ↑ Biran 2009, hlm. 161.
  7. ↑ Biran 2009, hlm. 171.
  8. ↑ Ensiklopedia Jakarta, Mochtar, Raden.
  9. ↑ Filmindonesia.or.id, Pareh.
  10. ↑ Biran 2009, hlm. 175.
  11. ↑ Biran 2009, hlm. 224, 227.
  12. ↑ Filmindonesia.or.id, Filmografi untuk Rd Mochtar.
  13. 1 2 3 4 "Raden Mochtar". Diarsipkan dari asli tanggal 2012-08-01. Diakses tanggal 2012-07-28.

Bagikan artikel ini

Share:

Daftar Isi

  1. Biografi
  2. Masa kecil dan karier awal
  3. Karier kemudian
  4. Filmografi
  5. Film
  6. Penghargaan
  7. Referensi

Artikel Terkait

Laki-laki

sebutan jenis kelamin untuk manusia

Cinta Laki-Laki Biasa

film Indonesia tahun 2016

Lika-Liku Laki-Laki

seri televisi Indonesia tahun 1993

Jakarta Aktual
Jakarta Aktual© 2026