Richard Bevan Braitwaite adalah seorang filsuf Inggris. Ia dikenal karena mempelajari pertanyaan-pertanyaan besar seputar sains, etika benar dan salah, serta keyakinan agama. Ia juga dikenal karena kontribusinya dalam teori permainan, sebuah teori mengenai pengambilan keputusan.
Sumber: Lihat artikel asli di Wikipedia
Richard Bevan Braitwaite (lahir 15 Januari 1900 - meninggal 21 April 1990) adalah seorang filsuf Inggris. Ia dikenal karena mempelajari pertanyaan-pertanyaan besar seputar sains, etika benar dan salah, serta keyakinan agama. Ia juga dikenal karena kontribusinya dalam teori permainan, sebuah teori mengenai pengambilan keputusan.[1][2]
Richard Bevan Braithwaite lahir pada 15 Januari 1900 di Banbury, Inggris. Ayahnya, William Charles Braithwaite, adalah seorang sejarawan yang mempelajari sejarah awal kaum Quaker. Ia menempuh pendidikan di Sekolah Sidcot dan Sekolah Bootham. Selama Perang Dunia I, ia menentang wajib militer, yang artinya ia menolak berperang karena keyakinannya. Sebagai gantinya, ia membantu orang lain dengan bertugas di Unit Ambulans Friends.[1]
Pada 1919, Braithwaite mulai mempelajari fisika dan matematika di King's College, Cambridge. Ia meraih gelar sarjananya pada 1923. Pada 1924, ia menjadi anggota King's College, dan meraih gelar magisternya pada 1926. Pada 1928, ia menjadi dosen Ilmu Moral di Universitas Cambridge.[3] Pada 1946 hingga 1947, ia menjadi presiden Arstotelian Society, sebuah perkumpulan filsuf. Pada 1953, Braithwaite menjadi profesor Filsafat Moral di Knightbridge hingga tahun 1957.[1]
Pada 1953, Braithwaite menerbitkan buku berjudul "Scientific Explanation: A Study of the Function of Theory, Probability and Law in Science", yang membahas bagaimana teori, peluang, dan aturan ilmiah bekerja.[1] Pada 1955, ia menerbitkan buku berjudul " Theory of Games as a Tool for the Moral Philosophe", yang membahas mengenai teori permainan, dan bagaimana teori matematika ini dapat digunakan untuk membuat keputusan mengenai pilihan moral dan etika.[2] Pada 1957, ia menjadi anggota British Academy, sebuah posisi yang dapat menjadi penghargaan bagi para ahli di bidang humaniora dan ilmu sosial.[1]
Braithwaite menikah dengan Margaret Masterman, seorang filsuf di bidang komputer dan bahasa. Mereka membentuk Epiphany Philosophers, yang bertujuan untuk menemukan cara baru untuk memahami bagaimana filsafat dan sains saling terkait. Perkumpulan ini sebagian besar dianggotai oleh kaum Quaker dan Anglikan.[4] Braithwaite meninggal pada 21 April 1990 di Cambridge, Inggris.