Quercus ilex adalah pohon ek hijau abadi berukuran besar yang berasal dari kawasan Mediterania. Spesies ini termasuk dalam bagian Ilex dari genus Quercus, dan biji ek-nya berkembang hingga matang hanya dalam satu musim panas. Kerabat dekatnya, Quercus rotundifolia, dahulu sering dianggap sebagai subspesies Q. ilex, tetapi kini lebih umum diperlakukan sebagai spesies tersendiri, meskipun beberapa ahli masih mengelompokkannya sebagai subspesies dari Quercus ilex.
Sumber: Lihat artikel asli di Wikipedia

| Quercus ilex | |
|---|---|
| Klasifikasi ilmiah | |
| Kerajaan: | Plantae |
| Klad: | Tracheophyta |
| Klad: | Angiospermae |
| Klad: | Eudikotil |
| Klad: | Rosidae |
| Ordo: | Fagales |
| Famili: | Fagaceae |
| Subfamili: | Quercoideae |
| Genus: | Quercus |
| Spesies: | Q. ilex |
| Nama binomial | |
| Quercus ilex | |
| Persebaran spesies: Q. ilex (hijau), Q. rotundifolia (merah) | |
Quercus ilex adalah pohon ek hijau abadi berukuran besar yang berasal dari kawasan Mediterania. Spesies ini termasuk dalam bagian Ilex dari genus Quercus, dan biji ek-nya berkembang hingga matang hanya dalam satu musim panas.[2][3] Kerabat dekatnya, Quercus rotundifolia, dahulu sering dianggap sebagai subspesies Q. ilex, tetapi kini lebih umum diperlakukan sebagai spesies tersendiri, meskipun beberapa ahli masih mengelompokkannya sebagai subspesies dari Quercus ilex.[4]
Pohon ini merupakan ek hijau abadi berukuran besar yang mampu tumbuh setinggi 21–28 meter di habitat yang mendukung, dengan tajuk lebar dan bercabang lebat; pada pohon yang lebih tua, ujung-ujung cabangnya sering menggantung. Spesimen tertinggi yang tercatat ditanam di Taman Windsor Great mencapai tinggi 30,4 meter. Batangnya sendiri dapat menebal hingga lebih dari 6 meter. Tunas mudanya diselimuti bulu halus berwarna abu-abu seperti kain flanel. Daunnya sangat beragam bentuknya, umumnya oval sempit hingga elips-lanset, berukuran 4–8 cm panjang (kadang hingga 10 cm) dan 2–5 cm lebar (kadang mencapai 8 cm). Pangkal daun biasanya membulat atau meruncing lebar, dengan ujung meruncing; tepinya cenderung rata pada pohon dewasa, tetapi pada pohon muda sering memiliki gigi berduri. Saat masih muda, kedua permukaan daun tertutup bulu putih, yang kemudian rontok dari bagian atas sehingga permukaan atas menjadi hijau tua mengilap, sementara permukaan bawah tetap berwarna abu-abu atau kecokelatan hingga daun gugur. Tangkai daunnya berukuran 3–16 mm. Biji ek tumbuh berkelompok satu hingga tiga butir pada tangkai pendek berbulu halus dan matang dalam satu musim. Di Inggris, biji ek ini biasanya berukuran 12–20 mm, dengan cangkir yang bersisik halus dan sering kali bertepi bergelombang.[5][6]
Tumbuhan ini ditemukan di hutan murni maupun hutan campuran kawasan Mediterania, umumnya pada dataran rendah hingga menengah, namun juga dapat tumbuh pada elevasi lebih tinggi di Pegunungan Atlas. Persebarannya meliputi wilayah paling barat Turki, kemudian melewati Yunani menuju bagian barat Semenanjung Iberia yang sering kali populasinya berbaur dengan Q. rotundifolia serta sepanjang jalur pesisir Mediterania utara, hingga mencapai Pegunungan Atlas di Tunisia dan Aljazair.[7]