Qonita Kurnia Anjani adalah seorang ilmuwan muda asal Indonesia yang memiliki prestasi gemilang di bidang farmasi. Perempuan kelahiran 1995 ini merupakan alumni dari MAN Insan Cendekia Gorontalo angkatan 13 dan melanjutkan pendidikan S1 di Universitas Hasanuddin (Unhas), Makassar. Melalui rekomendasi pembimbing, ia kemudian mendapatkan kesempatan untuk mengikuti program fast-track, yang membuatnya langsung menempuh studi doktoral di Queen's University Belfast, Irlandia Utara.
Sumber: Lihat artikel asli di Wikipedia
Qonita Kurnia Anjani adalah seorang ilmuwan muda asal Indonesia yang memiliki prestasi gemilang di bidang farmasi. Perempuan kelahiran 1995 ini merupakan alumni dari MAN Insan Cendekia Gorontalo angkatan 13 dan melanjutkan pendidikan S1 di Universitas Hasanuddin (Unhas), Makassar. Melalui rekomendasi pembimbing, ia kemudian mendapatkan kesempatan untuk mengikuti program fast-track, yang membuatnya langsung menempuh studi doktoral di Queen's University Belfast, Irlandia Utara.[1]
Saat ini Qonita aktif menjabat sebagai Postdoctoral Research Fellow di Queen’s University, sekaligus menjadi staf pengajar di Universitas Megarezky (Unimerz). Melanjutkan terobosan riset doktoralnya, ia terus mengembangkan teknologi microneedle patch (koyo jarum mikro) yang inovatif sebagai alternatif penghantaran obat tanpa rasa sakit, dengan publikasi terbaru di tahun 2026 yang mencakup riset biosensor elektrokimia untuk deteksi obat.[2]
Perjalanan akademik dan dedikasi Qonita Kurnia Anjani di bidang farmasi membuatnya mendapat beberapa penghargaan di tingkat nasional maupun internasional. Berikut adalah beberapa pencapaian puncaknya: