Jakarta Aktual
Jakarta Aktual

Berita Aktual dan Faktual

Jakarta Aktual
Jakarta Aktual© 2026
Jakarta Aktual
Jakarta Aktual

Berita Aktual dan Faktual

BerandaWikiPuyuh semak bebatuan
Artikel Wikipedia

Puyuh semak bebatuan

Puyuh semak bebatuan adalah salah satu burung yang dapat ditemukan di semenanjung India. Puyuh semak ini adalah spesies umum dengan sebaran yang luas dan dinilai sebagai spesies "risiko rendah" oleh Uni Internasional untuk Konservasi Alam (IUCN).

Wikipedia article
Diperbarui 26 April 2026

Sumber: Lihat artikel asli di Wikipedia

Puyuh semak bebatuan

Puyuh semak bebatuan
Perdicula argoondah jantan di Bhigwan, Maharashtra, India.
Sebuah keluarga
Status konservasi

Risiko Rendah  (IUCN 3.1)[1]
Klasifikasi ilmiah Sunting klasifikasi ini
Kerajaan: Animalia
Filum: Chordata
Kelas: Aves
Ordo: Galliformes
Famili: Phasianidae
Genus: Perdicula
Spesies:
P. argoondah
Nama binomial
Perdicula argoondah
(Sykes, 1832)

Puyuh semak bebatuan[2] (Perdicula argoondah, Bahasa Inggris: rock bush quail) adalah salah satu burung yang dapat ditemukan di semenanjung India. Puyuh semak ini adalah spesies umum dengan sebaran yang luas dan dinilai sebagai spesies "risiko rendah" oleh Uni Internasional untuk Konservasi Alam (IUCN).[3]

Taksonomi dan sistematika

Terdapat tiga subspesies yang sudah diakui:

  • P. a. argoondah ditemukan dari Madhya Pradesh ke selatan hingga Tamil Nadu
  • P. a. meinertzhageni ditemukan di barat laut India
  • P. a. salimalii ditemukan di India Selatan di bahagian Karnataka.

Deskripsi

Puyuh semak ini ditemukan dalam kawanan kecil dan terlihat hanya ketika mereka tiba-tiba terbang dalam kawanan keluar dari tempat mencari makan. Puyuh semak ini merupakan hewan berdarah panas dengan panjang 17.0–18.4 cm bobot 64–85 g. Sayap dan tubuhnya ditutupi oleh bulu berwarna cokelat bergaris dan berbintik dengan warna yang lebih gelap.[4] Burung ini mempunyai paruh tanpa gigi dan bunyi kicauan yang diikuti rangkaian suara kicau yang bagian akhirnya senyap dan tambah nyaring.[5]

Sebaran

Kawanan di Rajkot

Spesies ini ditemukan di semenanjung India dan dikenal sebagai spesies non-migran. Burung ini ditemui di kawasan gersang dengan rumput-rumput kecil dan semak berduri, jarang-jarang ditemukan pada ketinggian di atas 600 m (2,000 ka).

Referensi

  1. ↑ BirdLife International (2016). "Perdicula argoondah". 2016 e.T22679002A92797941. doi:10.2305/IUCN.UK.2016-3.RLTS.T22679002A92797941.en. ;
  2. ↑ Andaruisworo, Sapta (April 2015). AGRIBISNIS ANEKA TERNAK (PDF) (Edisi 1). Surabaya: Jenggala Pustaka Utama. hlm. 2. ISBN 978-979-3613-67-3. Pemeliharaan CS1: Status URL (link)
  3. ↑ "Rock Bush Quail". Encyclopedia of Life. Smithsonian Institution’s National Museum of Natural History. 2014.
  4. ↑ Hume, A.O.; Marshall, C.H.T. (1880). Game Birds of India, Burmah and Ceylon. Vol. II. Calcutta: A.O. Hume and C.H.T. Marshall. hlm. 122.
  5. ↑ McGowan, P.J.K.; Boesman, P. (1994). Rock Bush-quail (Perdicula argoondah). In: del Hoyo, J., Elliott, A., Sargatal, J., Christie, D.A. & de Juana, E. (eds.) (2014). Handbook of the Birds of the World Alive. Lynx Edicions, Barcelona. Didapat kembali 2 Ogos 2015
Pengidentifikasi takson
Perdicula argoondah
  • Wikidata: Q1273414
  • Wikispecies: Perdicula argoondah
  • ADW: Perdicula_argoondah
  • Avibase: 177160F1387B62B6
  • BirdLife: 22679002
  • BOW: robqua1
  • CoL: 773RX
  • eBird: robqua1
  • GBIF: 2473365
  • iNaturalist: 724
  • IRMNG: 10597718
  • ITIS: 553875
  • IUCN: 22679002
  • Observation.org: 70322
  • Open Tree of Life: 3596064
  • Xeno-canto: Perdicula-argoondah

Bagikan artikel ini

Share:

Daftar Isi

  1. Taksonomi dan sistematika
  2. Deskripsi
  3. Sebaran
  4. Referensi

Artikel Terkait

Burung puyuh

Anurophasis Puyuh salju, Anurophasis monorthonyx Genus Perdicula Puyuh semak hutan, Perdicula asiatica Puyuh-semak bebatuan, Perdicula argoondah Puyuh-semak bermotif

Perdicula

adalah sebuah genus puyuh dalam famili Phasianidae yang mencakup empat spesies yang secara kolektif dikenal sebagai puyuh semak. Nama genus Perdicula

Emu

Mereka lebih suka berada di tanah yang padat saat minum, daripada di bebatuan atau lumpur, tetapi jika mereka merasakan bahaya, mereka sering kali minum

Jakarta Aktual
Jakarta Aktual© 2026