Jakarta Aktual
Jakarta Aktual

Berita Aktual dan Faktual

Jakarta Aktual
Jakarta Aktual© 2026
Jakarta Aktual
Jakarta Aktual

Berita Aktual dan Faktual

BerandaWikiPuyuh harlequin
Artikel Wikipedia

Puyuh harlequin

Puyuh harlequin adalah sebuah spesies burung dalam famili Phasianidae. Spesies ini ditemukan di Afrika sub-Sahara dan di Semenanjung Arab. Nama spesies ini diambil dari nama pengumpul spesimen awalnya, Adulphe Delegorgue.

Wikipedia article
Diperbarui 3 Januari 2026

Sumber: Lihat artikel asli di Wikipedia

Puyuh harlequin

Puyuh harlequin
Status konservasi

Risiko Rendah  (IUCN 3.1)[1]
Klasifikasi ilmiah Sunting klasifikasi ini
Kerajaan: Animalia
Filum: Chordata
Kelas: Aves
Ordo: Galliformes
Famili: Phasianidae
Genus: Coturnix
Spesies:
C. delegorguei
Nama binomial
Coturnix delegorguei
Delegorgue, 1847
Sinonim

Coturnix fornasini Bianconi 1865[2][3]

Puyuh harlequin[4] (Coturnix delegorguei) adalah sebuah spesies burung dalam famili Phasianidae. Spesies ini ditemukan di Afrika sub-Sahara dan di Semenanjung Arab.[5] Nama spesies ini diambil dari nama pengumpul spesimen awalnya, Adulphe Delegorgue.

Taksonomi

Ilustrasi kepala

Terdapat 3 subspesies:[6][5]

  • C. d. arabica Bannerman, 1929 – Semenanjung Arab Barat Daya
  • C. d. delegorguei Delegorgue, 1847 –Afrika Sub-Sahara dan Madagaskar
  • C. d. histrionica Hartlaub, 1849 – Pulau São Tomé, Teluk Guinea

Introduksi

Introduksi yang tidak terkontrol dari puyuh jepang ke Kenya, begitu juga penurunan ukuran populasi puyuh harlequin Afrika liar di beberapa bagian Kenya timur telah dilaporkan.[7]

Referensi

  1. ↑ BirdLife International (2016). "Coturnix delegorguei". 2016 e.T22678961A92796214. doi:10.2305/IUCN.UK.2016-3.RLTS.T22678961A92796214.en. ;
  2. ↑ Bianconi, J. Josephi (1864). "Specimina zoologica Mosambicana. Fasciculus XIV". Memorie della Accademia delle Scienze dell'Istituto di Bologna. 2 (dalam bahasa Latin). 4: 519 at 521–522.
  3. ↑ Ogilvie-Grant, William Robert (1892). "Notes on the Genus Coturnix". Annals and Magazine of Natural History. 6. 10 (56): 173. doi:10.1080/00222939208677386.
  4. ↑ "Ethiopia: Tur Mengamati Burung Selama 10 Hari dari Addis Ababa". GetYourGuide. Diakses tanggal 2025-12-30.
  5. 1 2 Clements, J. F., T. S. Schulenberg, M. J. Iliff, D. Roberson, T. A. Fredericks, B. L. Sullivan, and C. L. Wood. 2018. The Clements checklist of birds of the world: v2018
  6. ↑ "Coturnix delegorguei". Integrated Taxonomic Information System.
  7. ↑ Ogada, Stephen; Otecko, Newton O.; Moraa Kennedy, Grace; Musina, John; Agwanda, Bernard; Obanda, Vincent; Lichoti, Jacqueline; Peng, Min-Sheng; Ommeh, Sheila (December 2021). "Demographic history and genetic diversity of wild African harlequin quail ( Coturnix delegorguei delegorguei ) populations of Kenya". Ecology and Evolution (dalam bahasa Inggris). 11 (24): 18562–18574. Bibcode:2021EcoEv..1118562O. doi:10.1002/ece3.8458. ISSN 2045-7758. PMC 8717324. PMID 35003693.
Pengidentifikasi takson
Coturnix delegorguei
  • Wikidata: Q606076
  • Wikispecies: Coturnix delegorguei
  • ADW: Coturnix_delegorguei
  • Avibase: 0CA903BB0A69F510
  • BirdLife: 22678961
  • BOLD: 88922
  • BOW: harqua1
  • CoL: YYSK
  • eBird: harqua1
  • EURING: 26600
  • GBIF: 2474141
  • iNaturalist: 820
  • IRMNG: 10594101
  • ITIS: 176012
  • IUCN: 22678961
  • NCBI: 9093
  • Observation.org: 70316
  • Open Tree of Life: 1098762
  • Xeno-canto: Coturnix-delegorguei
Basis data pengawasan otoritas Sunting di Wikidata
  • Yale LUX

Bagikan artikel ini

Share:

Daftar Isi

  1. Taksonomi
  2. Introduksi
  3. Referensi

Artikel Terkait

Burung puyuh

Coturnix coromandelica Puyuh harlequin, Coturnix delegorguei Puyuh coklat, Coturnix ypsilophora Puyuh biru, Coturnix adansonii Puyuh biru asia, Coturnix

Coturnix

terdiri dari lima spesies yang masih hidup dan lima hingga delapan spesies puyuh Dunia Lama yang telah punah. Spesies-spesies ini tersebar di seluruh Afrika

Penderitaan hewan liar

bagaimana perubahan lanskap oleh manusia dapat memperparah kesulitan alami: puyuh yang kehilangan semak belukar dan rawa lebih mungkin mati kelaparan di musim

Jakarta Aktual
Jakarta Aktual© 2026