Purnawan Junadi adalah seorang administrator akademis, politikus, dan dokter Indonesia. Ia adalah seorang profesor administrasi dan kebijakan kesehatan di Universitas Indonesia dan menjabat sebagai ketua sekolah pascasarjana universitas tersebut dari tahun 2004 hingga 2008. Saat ini, ia menjabat sebagai ketua Aliansi Telemedik Indonesia dan Badan Pengembangan Pendidikan Keprofesian Berkelanjutan yang berada di bawah naungan Ikatan Dokter Indonesia.
Sumber: Lihat artikel asli di Wikipedia

Purnawan Junadi | |
|---|---|
| Ketua Program Pascasarjana Universitas Indonesia | |
| Masa jabatan 6 September 2004 – 2008 | |
| Informasi pribadi | |
| Lahir | 11 Juni 1953 Wates, Kulon Progo, Yogyakarta, Indonesia |
| Pendidikan | Universitas Indonesia (dr, Prof) University of Michigan School of Public Health (MPH, PhD) |
| Karya akademis | |
| Disiplin ilmu | Kesehatan masyarakat |
| Cabang disiplin ilmu | Kebijakan dan manajemen kesehatan |
Purnawan Junadi (lahir 11 Juni 1953) adalah seorang administrator akademis, politikus, dan dokter Indonesia. Ia adalah seorang profesor administrasi dan kebijakan kesehatan di Universitas Indonesia dan menjabat sebagai ketua sekolah pascasarjana universitas tersebut dari tahun 2004 hingga 2008. Saat ini, ia menjabat sebagai ketua Aliansi Telemedik Indonesia dan Badan Pengembangan Pendidikan Keprofesian Berkelanjutan yang berada di bawah naungan Ikatan Dokter Indonesia.
Purnawan lahir pada 11 Juni 1953 di Wates, Kulon Progo.[1][2] Beliau memperoleh gelar sarjana kedokteran dari Universitas Indonesia pada tahun 1978.[3] Selama berkuliha, Purnawan turut berkontribusi dalam majalah mahasiswa universitas tersebut, Aescalapius.[4] Ia memperoleh gelar master dan doktor di bidang kesehatan masyarakat dari University of Michigan pada tahun 1987.[3]
Purnawan mengawali kariernya sebagai dosen di Fakultas Kesehatan Masyarakat Universitas Indonesia dengan spesialisasi manajemen pelayanan kesehatan. Ia mengajar perencanaan kesehatan regional, manajemen logistik, penilaian risiko dan solvabilitas sendiri, serta kepemimpinan strategis dan pemikiran sistem.[3] Ia kemudian mengaajar sekolah pascasarjana dan menjabat sebagai koordinator program pembangunan perkotaan.[2]
Purnawan terpilih sebagai ketua program pascasarjana universitas tersebut pada tanggal 30 Agustus 2004[2] dan mulai menjabat pada tanggal 6 September 2004.[5] Sebelum terpilih, ia sempat mengikuti seleksi sebagai dekan fakultas kesehatan masyarakat. Beliau mengumumkan rencananya untuk menyediakan sertifikat pascasarjana setelah setiap semester, dan meningkatkan jumlah staf pengajar.[2] Selama masa jabatannya, beliau diangkat sebagai guru besardalam administrasi dan kebijakan kesehatan di universitas tersebut pada tanggal 1 Desember 2006. Pidato pengukuhannya sebagai profesor penuh, berjudul Jalan Cerdas Menuju Sehat, dibacakan pada tanggal 1 September 2007.[6]
Pada pemilu Indonesia 2019, Purnawan dicalonkan sebagai calon anggota DPR dari daerah pemilihan X Jawa Timur, yang meliputi Kabupaten Lamongan dan Kabupaten Gresik.[7] Ia merupakan salah satu dari dua guru besar tetap yang diajukan oleh Partai Demokrasi Indonesia Perjuangan, bersama Hasbullah Thabrany yang juga dari Fakultas Kesehatan Masyarakat. Purnawan tidak terpilih dalam pemilu tersebut.[8]
Selama pandemi COVID-19 di Indonesia, Purnawan bergabung dengan pemerintahan dan organisasi kedokteran. Ia ditunjuk sebagai Tim Ahli Evaluasi Tim Percepatan Pencegahan Anak Kerdil yang bertugas langsung di bawah sekretariat wakil presiden Ma'ruf Amin.[9][10] Dalam posisinya, Purnawan menyampaikan kesulitan yang dihadapi pemerintah untuk meningkatkan penurunan tingkat stunting.[11]
Beliau menjabat sebagai ketua Aliansi Telemedik Indonesia. Selama kepemimpinannya, organisasi tersebut terlibat dalam mempromosikan telemedis di Indonesia. Beliau mengawasi perluasan layanan telemedis di luar pulau utama Jawa di Indonesia dan dukungan untuk layanan telemedis selama kebijakan pembatasan sosial.[12] Dalam rangka meningkatkan efektivitas penanganan pandemi COVID-19, Aliansi Telemedis Indonesia menandatangani perjanjian kerja sama dengan Kementerian Kesehatan[13] dan Program Pembangunan Perserikatan Bangsa-Bangsa.[14] Purnawan juga menjabat sebagai ketua Badan Pengembangan Pendidikan Keprofesian Berkelanjutan di bawah Ikatan Dokter Indonesia.[15] Di bawah kepemimpinannya, lembaga tersebut menerbitkan panduan untuk program pendidikan kedokteran berkelanjutan.[16]
Purnawan menikah dengan Jenni Christiani dan memiliki dua orang anak.[butuh rujukan]
Artikel ini membutuhkan tambahan kategori atau kategori yang lebih spesifik. (Juli 2025) |