Jakarta Aktual
Jakarta Aktual

Berita Aktual dan Faktual

Jakarta Aktual
Jakarta Aktual© 2026
Jakarta Aktual
Jakarta Aktual

Berita Aktual dan Faktual

BerandaWikiPura Meduwe Karang
Artikel Wikipedia

Pura Meduwe Karang

Pura Meduwe Karang atau Pura Maduwe Karang adalah sebuah pura yang terletak di Desa Kubutambahan, Kecamatan Kubutambahan, sekitar 12 km sebelah timur dari Singaraja di Kabupaten Buleleng, Bali Utara. Pura ini dianggap sebagai salah satu pura utama di Bali, karena ukurannya. Pura Meduwe Karang terkenal karena patung-patungnya dan gaya hiasan berbentuk bunga yang menjadi ciri khas Bali Utara.

bangunan kuil di Indonesia
Diperbarui 22 Juli 2025

Sumber: Lihat artikel asli di Wikipedia

Pura Meduwe Karang
Tempat pemujaan utama Pura Meduwe Karang.

Pura Meduwe Karang atau Pura Maduwe Karang adalah sebuah pura yang terletak di Desa Kubutambahan, Kecamatan Kubutambahan, sekitar 12 km sebelah timur dari Singaraja di Kabupaten Buleleng, Bali Utara. Pura ini dianggap sebagai salah satu pura utama di Bali, karena ukurannya.[1] Pura Meduwe Karang terkenal karena patung-patungnya dan gaya hiasan berbentuk bunga yang menjadi ciri khas Bali Utara.[1]

Kompleks pura

Hiasan berbentuk bunga ciri khas Bali Utara menghiasi tempat pemujaan utama Pura Meduwe Karang.
Deretan patung ukiran Ramayana di depan kompleks pura.

Pura Meduwe Karang (diterjemahkan dari bahasa Bali menjadi "pura pemilik tanah") dibangun pada tahun 1890 oleh sekelompok orang yang datang ke Kubutambahan dari desa Bulian.[1] Pura ini didedikasikan untuk Batara Meduwe Karang ("tuan pemilik tanah"), dewa yang memberikan perlindungan untuk kesuburan lahan pertanian. Pura Meduwe Karang juga memiliki tempat pemujaan yang didedikasikan untuk dewa matahari Surya dan Ibu Pertiwi, semuanya terkait dengan konsep perlindungan kesuburan lahan. Kompleks candi dikelilingi oleh tembok, yang diperkuat dengan pilar-pilar di atasnya dengan hiasan ukiran berbentuk bunga.[1] Di pintu masuk pura, terdapat deretan 36 patung batu yang mewakili karakter dari epos Ramayana. Patung disusun dalam tiga tingkat, 13 buah di baris terendah, sepuluh di baris tengah, dan 13 di baris tertinggi. yang diapit oleh dua tangga masuk. Patung di bagian tengah menggambarkan Kumbakarna, sementara patung di sekitarnya menggambarkan pasukan kera Sugriwa. Tangga kembar mengarah ke teras masuk (jaba pura). Sebuah gapura candi bentar menandai batas pintu menuju jaba pisan, bagian terluar pura.[1] Bagian terluar merupakan halaman yang digunakan untuk tempat berkumpul selama berlangsungnya upacara keagamaan. Terdapat paviliun di halaman ini yang digunakan untuk pertunjukan gamelan selama acara-acara tertentu.[1] Bagian tengah (jaba tengah) dicapai dari bagian terluar melalui sebuah gapura candi bentar empat tingkat. Terdapat sepasang paviliun yang tersusun secara simetris di pura bagian tengah.[1] Bagian terdalam (jero), area yang paling disucikan dari pura ini, dapat dicapai dari bagian tengah melalui sebuah gapura candi bentar lainnya. Titik tertinggi dari pura bagian terdalam ini dapat dicapai setelah melewati sebuah gapura candi bentar lainnya. Pada titik tertinggi ini terdapat tempat pemujaan (pelinggih) utama yang menjulang tinggi, pelinggih Betara Luhur Ing Angkasa. Pelinggih ini dihiasi dengan ukiran dinding yang menampilkan subjek dari legenda Bali. Pelinggih utama diapit oleh dua pelinggih di kiri dan kanan, satu didedikasikan untuk Ratu Ayu Sari (manifestasi dari Ibu Pertiwi), yang lainnya untuk Ratu Ngurah Sari (pelindung hasil bumi).[1]

Relief

Sebuah relief di sisi tempat pemujaan utama di Pura Meduwe Karang diyakini merupakan penggambaran seniman Belanda W.O.J. Nieuwenkamp yang menjelajahi Bali dengan sepeda pada tahun 1904.

Di sisi tempat pemujaan utama terdapat penggambaran orang Barat yang sedang mengendarai sepeda. Relief ini merupakan penggambaran seniman Belanda W.O.J. Nieuwenkamp yang menjelajahi Bali dengan sepedanya pada tahun 1904.[1] Ukiran ini bukan satu-satunya penggambaran orang Barat di pura Bali: Di Pura Dalem Jagaraga, terletak di sebelah timur Singaraja, sebuah relief menunjukkan sebuah mobil yang dikendarai oleh orang asing berjanggut ditahan oleh seorang gangster bersenjatakan revolver. Beberapa relief pura di Bali Utara mendapat pengaruh dari luar negeri karena daerah tersebut menjadi pintu masuk ke pulau Bali pada awal abad ke-20. Penggambaran lelaki yang menggunakan sepeda tidak ada dalam kondisi asli pura. Perbedaan ini merupakan hasil dari proses pemulihan pura setelah mengalami kerusakan parah akibat gempa bumi tahun 1917. Dalam proses pemulihan, terdapat penambahan lebih banyak hiasan ukiran bunga dibandingkan dengan relief asli.[1][2]

Referensi

  1. 1 2 3 4 5 6 7 8 9 10 Auger 2001, hlm. 148-9.
  2. ↑ "PURA MEDUWE KARANG". Sunda Spirit. Sunda Spirit. 2016. Diakses tanggal 20 November 2016.

Karya kutipan

Wikimedia Commons memiliki media mengenai Pura Meduwe Karang.

Auger, Timothy, ed. (2001). Bali & Lombok. Eyewitness Travel Guides. London: Dorling Kindersley. ISBN 0751368709. ;

  • l
  • b
  • s
Arsitektur Indonesia
Rumah adat
    Jawa
    • Alun-alun
    • Rumah Jawa
    • Joglo
    • Keraton
    • Panggangpe
    • Pendopo
    • Rumah kalang
    • Saka guru
    • Tumpang sari
    Bali
    • Arsitektur Bali Aga
    • Bale kulkul
    • Pura Bali
    • Rumah tradisional Bali
    • Bhoma
    • Candi bentar
    • Menara Meru
    • Paduraksa
    • Padmasana
    • Wantilan
    Minangkabau
    • Rumah gadang
    • Rangkiang
    • Balairung
    • Surau
    • Tabuah
    • Gobah
    • Lapau
    Batak
    • Siwaluh Jabu Karo
    • Ruma Bolon Toba
    • Bagas Godang Mandailing
    • Rumah Bolon Simalungun
    • Geriten
    • Gorga
    • Jambur
    • Singa
    • Sopo
    Dayak
    • Liang
    • Rumah panjang
    • Sandung
    Sunda
    • Rumah tradisional Sunda
    • Rumah adat Badui
      • Sulah nyanda
    • Leuit
    • Julang ngapak
    • Suhunan
      • Capit gunting
      • Jolopong
    • Kabuyutan
    Sumatera Selatan
    • Baghi
    • Limas
    • Rakit
    • Ulu
    Nusa Tenggara Timur
    • Sumba
    • Rote
    • Flores
    Daerah lain
    • Aceh
    • Banjar
    • Enggano
    • Gayo
    • Melayu
    • Mentawai
    • Nias
    • Papua
    • Sasak
    • Toraja
    • Bangka-Belitung
    Hindu-Buddha
    • Monumen kuno Jawa
    • Candi
    • Candi bentar
    • Paduraksa
    Islam
    • Bedug
    • Masjid di Indonesia
    • Tajug
    Kolonial Belanda
    Awal
    • Gaya Hindia
    • Gaya Kekaisaran Hindia
    Modern
    • Albert Aalbers
    • Cosman Citroen
    • Frans Ghijsels
    • Han Groenewegen
    • Henri Maclaine Pont
    • Gaya Hindia Baru
    • Nieuwe Zakelijkheid
    • Periode Overgangse (gaya arsitektur)
    • Pieter Moojen
    • Thomas Karsten
    • Wolff Schoemaker
    Lainnya
    • Bangunan gereja di Indonesia
    • Arsitektur Tionghoa-Indonesia (Kelenteng · Ruko · Pecinan · Makam · Feng Shui)
    Pasca-kolonial
    & kontemporer
    1950-an–1970-an
    • Ab Gmelig Meyling
    • Frederich Silaban
    • Gaya Jengki
    • Liem Bwan Tjie
    • Arsitektur pasca kemerdekaan di Indonesia
    • Arsitektur resor dan vila di Indonesia
    • Soejoedi Wirjoatmodjo
    1970-an–sekarang
    • Arsitektur kontemporer Indonesia
    Kategori

    8°4′40″S 115°10′33″E / 8.07778°S 115.17583°E / -8.07778; 115.17583[[Sistem koordinat geografis|Koordinat]]: <templatestyles src=\"Module:Coordinates/styles.css\"></templatestyles><span class=\"plainlinks nourlexpansion\">[https://geohack.toolforge.org/geohack.php?language=id&pagename=Pura_Meduwe_Karang&params=8_4_40_S_115_10_33_E_source:wikidata <span class=\"geo-default\"><span class=\"geo-dms\" title=\"Maps, aerial photos, and other data for this location\"><span class=\"latitude\">8°4′40″S</span> <span class=\"longitude\">115°10′33″E</span></span></span><span class=\"geo-multi-punct\">&#xfeff; / &#xfeff;</span><span class=\"geo-nondefault\"><span class=\"geo-dec\" title=\"Maps, aerial photos, and other data for this location\">8.07778°S 115.17583°E</span><span style=\"display:none\">&#xfeff; / <span class=\"geo\">-8.07778; 115.17583</span></span></span>]</span>[[Category:Pages using gadget WikiMiniAtlas]]</span>"},"html":"<span id=\"coordinates\"><a rel=\"mw:WikiLink\" href=\"./Sistem_koordinat_geografis\" title=\"Sistem koordinat geografis\" id=\"mwiA\">Koordinat</a>: <link rel=\"mw-deduplicated-inline-style\" href=\"mw-data:TemplateStyles:r28112010\" about=\"#mwt43\" typeof=\"mw:Extension/templatestyles\" data-mw='{\"name\":\"templatestyles\",\"attrs\":{\"src\":\"Module:Coordinates/styles.css\"},\"body\":{\"extsrc\":\"\"}}' id=\"mwiQ\"/><span class=\"plainlinks nourlexpansion\" id=\"mwig\"><a rel=\"mw:ExtLink\" href=\"https://geohack.toolforge.org/geohack.php?language=id&amp;pagename=Pura_Meduwe_Karang&amp;params=8_4_40_S_115_10_33_E_source:wikidata\" class=\"external text\" id=\"mwiw\"><span class=\"geo-default\" id=\"mwjA\"><span class=\"geo-dms\" title=\"Maps, aerial photos, and other data for this location\" id=\"mwjQ\"><span class=\"latitude\" id=\"mwjg\">8°4′40″S</span> <span class=\"longitude\" id=\"mwjw\">115°10′33″E</span></span></span><span class=\"geo-multi-punct\" id=\"mwkA\"><span typeof=\"mw:Entity\" id=\"mwkQ\"></span> / <span typeof=\"mw:Entity\" id=\"mwkg\"></span></span><span class=\"geo-nondefault\" id=\"mwkw\"><span class=\"geo-dec\" title=\"Maps, aerial photos, and other data for this location\" id=\"mwlA\">8.07778°S 115.17583°E</span><span style=\"display:none\" id=\"mwlQ\"><span typeof=\"mw:Entity\" id=\"mwlg\"></span> / <span class=\"geo\" id=\"mwlw\">-8.07778; 115.17583</span></span></span></a></span><link rel=\"mw:PageProp/Category\" href=\"./Kategori:Pages_using_gadget_WikiMiniAtlas\" id=\"mwmA\"/></span>"}' id="mwmQ"/>

    Bagikan artikel ini

    Share:

    Daftar Isi

    1. Kompleks pura
    2. Relief
    3. Referensi
    4. Karya kutipan

    Artikel Terkait

    Kuil Hindu di Indonesia

    India ke Indonesia pada abad ke-19, sejumlah kuil bergaya India didirikan di berbagai kota di Indonesia, terutama di Medan dan Jakarta. Kuil-kuil Hindu India

    Kuil Hirohara

    bekas kuil Shinto peninggalan masa pendudukan Jepang di kota Medan; satu-satunya kuil Shinto yang masih bertahan di Asia Tenggara sejak menyerahnya Jepang

    Horyuji

    bangunan kuil di Jepang

    Jakarta Aktual
    Jakarta Aktual© 2026