Jakarta Aktual
Jakarta Aktual

Berita Aktual dan Faktual

Jakarta Aktual
Jakarta Aktual© 2026
Jakarta Aktual
Jakarta Aktual

Berita Aktual dan Faktual

Kembali ke Wiki
Artikel Wikipedia

Nusakambangan

Nusakambangan adalah sebuah pulau di Jawa Tengah yang lebih dikenal sebagai tempat terletaknya beberapa Lembaga Pemasyarakatan berkeamanan tinggi di Indonesia. Secara Geografis, pulau ini masuk dalam wilayah administratif Kabupaten Cilacap, tepatnya di Kecamatan Cilacap Selatan dan tercatat dalam daftar pulau terluar Indonesia. Sementara itu, secara pengelolaan pulau ini berada di bawah yuridiksi Kementerian Hukum dan Hak Asasi Manusia.

pulau di Kabupaten Cilacap, Jawa Tengah
Diperbarui 23 April 2026

Sumber: Lihat artikel asli di Wikipedia

Nusakambangan
Untuk kegunaan lain, lihat Nusakambangan (disambiguasi).
Nusakambangan
Karang Bolong Ujung Barat di Nusakembangan
Geografi
LokasiAsia Tenggara
Koordinat7°45′S 108°55′E / 7.750°S 108.917°E / -7.750; 108.917
Luas121 km2
Pemerintahan
Negara Indonesia
ProvinsiJawa Tengah
KabupatenCilacap
Kependudukan
Penduduk~3.000 jiwa

Nusakambangan adalah sebuah pulau di Jawa Tengah yang lebih dikenal sebagai tempat terletaknya beberapa Lembaga Pemasyarakatan berkeamanan tinggi di Indonesia. Secara Geografis, pulau ini masuk dalam wilayah administratif Kabupaten Cilacap, tepatnya di Kecamatan Cilacap Selatan dan tercatat dalam daftar pulau terluar Indonesia. Sementara itu, secara pengelolaan pulau ini berada di bawah yuridiksi Kementerian Hukum dan Hak Asasi Manusia.[butuh rujukan]

Sejarah

Pulau itu dinyatakan terlarang pada 1905 oleh Belanda. Pulau ini dijadikan pulau penjara pada masa pemerintahan Belanda. Pemerintah kolonial membangun penjara di pulau itu untuk para penjahat.[butuh rujukan]

Penjara di Nusa Kambangan dibuka pada pertengahan 1920-an oleh penguasa kolonial Belanda di Indonesia.[1]

Penggunaannya sebagai pulau penjara berlanjut setelah kemerdekaan. Selama pemerintahan mantan Presiden Suharto, ratusan pembangkang politik dipenjarakan di pulau itu. Sebagian besar tahanan politik, anggota Partai Komunis Indonesia yang dilarang atau simpatisan. Para tahanan ini tidak pernah diadili, dan banyak dari mereka meninggal karena kelaparan atau sakit.[butuh rujukan]

Pada 1996, pulau ini dibuka untuk umum sebagai tujuan wisata. Pulau ini juga terlibat dalam penanganan pengungsi. Sekitar 140 pengungsi Afganistan ditahan di pulau itu setelah perahu mereka, yang sedang dalam perjalanan menuju Pulau Christmas, Australia, tenggelam di laut lepas pada 17 Agustus 2001. Namun, lebih dari 90 pengungsi ini kemudian melarikan diri pada 19 September 2001, berlayar dengan perahu nelayan kecil dan diyakini menuju Australia.[butuh rujukan]

Pulau ini terkena dampak gempa bumi dan tsunami Pangandaran 2006, ketika gempa bawah laut berkekuatan 7,7 terjadi di lepas pantai Jawa Barat. Sedikitnya 11 penduduk desa hilang dan 8 orang tewas dalam tsunami berikutnya, dua di antaranya adalah tahanan di salah satu penjara Permisan. Setidaknya lima belas narapidana di Nusa Kambangan juga hilang.[butuh rujukan]

Demografi

Populasi pulau adalah 3.000 jiwa, tidak termasuk narapidana dan staf penjara; sebagian besar penduduknya adalah orang Jawa, tetapi suku aslinya disebut suku Pejagan.[2]

Pekerjaan utama mereka adalah nelayan dan sebagian bekerja di perkebunan karet dan jati. Namun, kegiatan penebangan liar yang sebagian besar dilakukan oleh pihak luar mengancam lingkungan pulau.[butuh rujukan]

Untuk fasilitas umum, Nusakambangan sudah tersedia persekolahan, pembangkit listrik dan air. Sinyal tower juga telah disediakan oleh Telkomsel.[3]

Lokasi

Untuk mencapai pulau ini, pengunjung harus menyeberang dengan kapal feri dari pelabuhan khusus yang dikelola oleh Kementerian Hukum dan HAM yaitu dari Pelabuhan Sodong menyebrang ke Cilacap, Jawa Tengah selama kurang-lebih lima menit dan bersandar di Pelabuhan Penyeberangan Wijayapura di Cilacap. Feri penyeberangan khusus ini juga diawaki oleh petugas pemasyarakatan, khusus untuk kepentingan transportasi pemindahan narapidana dan juga melayani kebutuhan tranportasi pegawai Lapas beserta keluarganya.[butuh rujukan]

Pulau Nusakambangan berstatus sebagai cagar alam, merupakan habitat bagi pohon-pohon langka, tetapi banyak yang telah ditebang secara liar. Saat ini yang tersisa kebanyakan adalah tumbuhan perdu, nipah, dan belukar. Kayu plahlar (Dipterocarpus litoralis) yang hanya dapat ditemukan di pulau ini banyak dicuri karena setelah dikeringkan, mempunyai kualitas yang setara dengan kayu meranti dari Kalimantan.[butuh rujukan]

Secara tradisional, penerus dinasti Kesultanan Mataram sering melakukan ritual di pulau ini dan menjadikannya sebagai "hutan ritual". Di bagian barat pulau, di sebuah gua yang terletak di areal hutan bakau, ada semacam prasasti peninggalan zaman VOC.[butuh rujukan]

Di ujung timur, di atas bukit karang, berdiri Mercusuar Cimiring dan benteng kecil peninggalan Portugis.[butuh rujukan]

Berbagai macam tumbuhan khas ritual budaya Jawa ditanam di sini. Nusakambangan tercatat sebagai pertahanan terakhir dari tumbuhan wijayakusuma yang sejati. Dari sinilah nama pulau ini berasal: Nusakambangan, yang berarti "pulau bunga-bungaan".[butuh rujukan]

Penjara di Nusakambangan

Narapidana di Nusakambangan (tahun 1900-1926)

Istilah "Penjara Nusakambangan" adalah sebuah kerancuan dalam pengertian khalayak ramai. Karena secara fakta tidak satu pun nama penjara yang ada di sini yang bernama demikian.[butuh rujukan]

Semula terdapat sembilan Lapas di Nusakambangan (untuk narapidana dan tahanan politik), tetapi kini yang masih beroperasi hanya tinggal empat, yaitu Lapas Batu (dibangun 1925), Lapas Besi (dibangun 1929), Lapas Kembang Kuning (tahun 1950), dan Lapas Permisan (tertua, dibangun 1908). Lima lainnya, yaitu Nirbaya, Karang Tengah, Limus Buntu, Karang Anyar, dan Gleger, telah ditutup.[butuh rujukan] Wilayah selatan pulau menghadap langsung ke Samudra Hindia dengan pantai berkarang dan berombak besar. Wilayah utara menghadap Kota Cilacap dan dikelilingi kampung-kampung nelayan sepanjang hutan bakau, antara lain Kampung Laut dan Jojog.[butuh rujukan]

Beberapa penjara baru kemudian dibangun untuk memenuhi kebutuhan kapasitas. Saat ini Nusakambangan memiliki total 17 Lapas yang terdiri dari 12 Lapas yang terpakai dan 5 Lapas yang tidak terpakai. Beberapa penjara baru tersebut antara lain:[4]

  • Lapas Kumbang
  • Lapas Karanganyar (baru)
  • Lapas Nirbaya (baru)
  • Lapas Terbuka
  • Lapas Gladakan
  • Lapas Ngaseman
  • Lapas Besi
  • Lapas Narkotika

Narapidana penting

  • Amrozi, Mukhlas, dan Imam Samudra terpidana mati kasus Bom Bali
  • Abu Bakar Ba’asyir, terpidana Bom Bali II, sekarang bebas murni
  • Andrew Chan dan Myuran Sukumaran, anggota Bali Nine (kasus penyelundupan narkoba) yang dieksekusi mati di Nusakambangan dari Lapas Kerobokan
  • Bob Hasan, terpidana kasus penyalahgunaan dana reboisasi Kementerian Kehutanan
  • Johny Indo, terpidana kasus perampokan era 1970-an
  • Kusni Kasdut, terpidana kasus perampokan
  • John Kei, terpidana pembunuhan pengusaha Tan Hari Tantono
  • Umar Patek, terpidana Bom Bali I
  • Tommy Soeharto, terpidana otak pembunuhan Hakim Agung Syafiuddin Kartasasmita
  • Pramoedya Ananta Toer, sastrawan, dituding berkaitan dengan PKI
  • Ammar Zoni, terpidana pengedar dan pengguna narkoba

Referensi

  1. ↑ "Fakta tentang penjara di pulau Nusakambangan". Dizhaowa.
  2. ↑ "Suku Pejagan, suku asli di pulau Nusakambangan". Dizhaowa.
  3. ↑ "Fasilitas umum untuk masyarakat telah tersedia di pulau Nusakambangan". Dizhaowa.
  4. ↑ "Dalam 12 Lapas di Pulau Nusakambangan. Ada 4 Tingkat Keamanan". Detik. 13 September 2025. Diakses tanggal 31 Januari 2026.

Pranala luar

  • (Indonesia) "Mencari Makna Kemerdekaan Manusia dari Nusakambangan", Sinar Harapan
  • (Indonesia) "Penebangan Liar di Pulau Nusakambangan Marak" Diarsipkan 2007-03-13 di Wayback Machine., KOMPAS, 16 Januari 2006
  • (Indonesia) "Kementerian Hukum dan HAM Republik Indonesia, Kantor Wilayah Jawa Tengah"
  • (Jawa) Sastra Jawa: Serat Centhini yang mengisahkan sejarah Mataram, khususnya suatu sejarah tempat—yang dilihat dari Ujung Alang, Gunung Ciwiring oleh Mas Cebolang dan para santrinya dan Ajar Naradhi—bernama Pulo Bandhung dengan mitologi Kresna yang melabuhkan bunga Wijayakusuma yang selanjutnya menjadi sebuah pulau—sesuai dengan gambaran posisinya dan kisahnya di dalam teks tersebut, kemungkinan tempat tersebut sekarang dikenal sebagai pulau Nusakambangan-- Diarsipkan 2017-03-31 di Wayback Machine..
  • l
  • b
  • s
Pulau di Jawa Tengah
Kabupaten Cilacap
  • Nusakambangan
Kabupaten Jepara
  • Pulau Cilik
  • Pulau Karimunjawa
  • Pulau Kemujan
  • Pulau Menjangan Kecil
  • Pulau Menyawakan
  • Pulau Mandalika
  • Pulau Panjang
Kabupaten Rembang
  • Pulau Gede
  • Pulau Marongan
Lihat juga: Daftar pulau di Jawa dan Indonesia

Bagikan artikel ini

Share:

Daftar Isi

  1. Sejarah
  2. Demografi
  3. Lokasi
  4. Penjara di Nusakambangan
  5. Narapidana penting
  6. Referensi
  7. Pranala luar

Artikel Terkait

Daftar kabupaten dan kota di Jawa Tengah

artikel daftar Wikimedia

Kabupaten Cilacap

kabupaten di Provinsi Jawa Tengah

Daftar stasiun televisi di Jawa Tengah

artikel daftar Wikimedia

Jakarta Aktual
Jakarta Aktual© 2026