Jakarta Aktual
Jakarta Aktual

Berita Aktual dan Faktual

Jakarta Aktual
Jakarta Aktual© 2026
Jakarta Aktual
Jakarta Aktual

Berita Aktual dan Faktual

Kembali ke Wiki
Artikel Wikipedia

Psikologi populer

Psikologi populer atau psikologi pop adalah istilah yang kerap digunakan untuk merujuk pada penggunaan konsep dalam psikologi yang sering kali disalahpahami, disederhanakan secara berlebihan, tidak didukung oleh bukti ilmiah, atau sudah tidak relevan secara akademis. Istilah ini juga kerap digunakan untuk merujuk pada penggunaan konsep–konsep dan teori–teori dalam psikologi yang dipopulerkan oleh media massa.

Wikipedia article
Diperbarui 7 Agustus 2025

Sumber: Lihat artikel asli di Wikipedia

Psikologi populer atau psikologi pop adalah istilah yang kerap digunakan untuk merujuk pada penggunaan konsep dalam psikologi yang sering kali disalahpahami, disederhanakan secara berlebihan, tidak didukung oleh bukti ilmiah, atau sudah tidak relevan secara akademis.[1] Istilah ini juga kerap digunakan untuk merujuk pada penggunaan konsep–konsep dan teori–teori dalam psikologi yang dipopulerkan oleh media massa.[2]

Industri dan implikasi

Psikologi populer telah berkembang menjadi industri tersendiri dan dapat ditemukan di berbagai media massa, seperti koran, saluran televisi, hingga internet. Namun, keakuratan dari informasi yang disampaikan oleh psikologi populer sering kali dipertanyakan oleh para ahli dan telah menjadi subjek kritik akademis. Banyak pihak yang menyoroti potensi penyebaran misinformasi dan penguatan stigma negatif terhadap psikologi dan kesehatan mental.[3]

Disebutkan pula bahwa beberapa aspek dari psikologi populer dapat membantu dalam konteks swadaya.[3]

Contoh umum

Contoh umum dari psikologi populer mencakup konsep-konsep atau pernyataan-pernyataan seperti:

  • Klaim bahwa manusia hanya menggunakan 10% kapasitas otaknya
  • Klaim bahwa pengidap skizofrenia cenderung memiliki beberapa kepribadian
  • Klaim bahwa orang dengan gangguan jiwa yang relatif parah cenderung melakukan kekerasan

Yang di mana, klaim–klaim tersebut telah dibantah keakuratannya melalui berbagai hasil penelitian.[3]

Lihat pula

  • Ilmiah populer
  • Media massa
  • Budaya populer
  • Psikologi
  • Psikologi klinis
  • Psikologi rakyat
  • Swadaya

Referensi

  1. ↑ Lack, Caleb W. (2022). Mental Health, Pop Psychology, and the Misunderstanding of Clinical Psychology (dalam bahasa Inggris). Vol. 11 (Edisi 2). Elsevier. hlm. 49. doi:10.1016/B978-0-12-818697-8.00052-2. Diakses tanggal 2 Juli 2025. Pemeliharaan CS1: Status URL (link)
  2. ↑ Finch, Jon (2023-11-13). "The Problem with Pop Psychology | Read More". Clinical Psychology (dalam bahasa Australian English). Diakses tanggal 2025-07-02.
  3. 1 2 3 Lilienfeld, Scott O.; Lynn, Steven Jay; Beyerstein, Barry L. (2010). Rational and Irrational Beliefs: Research, Theory, and Clinical Practice (PDF) (dalam bahasa Inggris). Oxford University Press. hlm. 314–316. ISBN 978-0-19-518223-1. Diakses tanggal 3 Juli 2025. Pemeliharaan CS1: Status URL (link)

Bagikan artikel ini

Share:

Daftar Isi

  1. Industri dan implikasi
  2. Contoh umum
  3. Lihat pula
  4. Referensi

Artikel Terkait

Psikologi

kajian mengenai fungsi mental dan perilaku

Takut ketinggalan

perasaan cemas yang timbul karena sesuatu yang menarik dan menyenangkan sedang terjadi

Quiet: The Power of Introverts in a World That Can't Stop Talking

Aron) Indikator Tipe Myers-Briggs Sifat kepribadian Lima Besar Psikologi kepribadian Psikologi analitis (atau Jungian) Teori sifat Teori sensitivitas bantuan

Jakarta Aktual
Jakarta Aktual© 2026