Jakarta Aktual
Jakarta Aktual

Berita Aktual dan Faktual

Jakarta Aktual
Jakarta Aktual© 2026
Jakarta Aktual
Jakarta Aktual

Berita Aktual dan Faktual

Kembali ke Wiki
Artikel Wikipedia

Protostoma

Protostoma adalah salah satu klad hewan. Bersama deuterostoma dan beberapa filum kecil, protostoma membentuk Bilateria, yang terutama terdiri atas binatang dengan simetri bilateral dan tiga lapisan nutfah. Perbedaan utama antara deuterostoma dan protostoma terletak pada perkembangan embrio.

Wikipedia article
Diperbarui 28 November 2025

Sumber: Lihat artikel asli di Wikipedia

Protostoma
Bantuan {{automatic taxobox}}
Bantuan taxobox otomatis
Terima kasih atas jasa Anda dalam menerapkan templat taksonomi otomatis. Kami tidak menemukan halaman taksonomi untuk "Protostoma".
  • Apakah "Protostoma" merupakan nama ilmiah takson tersebut? Apabila Anda saat ini sedang menyunting halaman "Hewan", kamu harus sesuaikan menjadi |taxon=Animalia. Jika Anda sudah selesai memperbaiki templat tersebut, tekan "Pratayang" untuk memperbarui pesan ini.
  • Klik pranala ini untuk memasukkan detail taksonomi untuk "Protostoma".
Parameter umum
  • |authority= Siapa yang mencetuskan takson
  • |parent authority= Siapa yang mencetuskan takson induk
  • |display parents=4 memaksa untuk menampilkan empat takson induk
Halaman yang dapat membantu Anda
  • Dokumentasi penuh (dan daftar semua parameter)
Protostoma
Klasifikasi ilmiah Sunting klasifikasi ini
Takson tak dikenal (perbaiki): Protostomaμ</span>Protostoma"}]]}'/>
Superfilum
  • Ecdysozoa
  • Lophotrochozoa
  • Platyzoa
Artikel takson sembarang

Protostoma (dari Yunani: mulut pertama) adalah salah satu klad hewan. Bersama deuterostoma dan beberapa filum kecil, protostoma membentuk Bilateria, yang terutama terdiri atas binatang dengan simetri bilateral dan tiga lapisan nutfah. Perbedaan utama antara deuterostoma dan protostoma terletak pada perkembangan embrio.

Pada hewan yang paling tidak sekompleks cacing tanah, embrio membentuk lekukan (blastopora) pada satu sisi, yang terus menekuk membentuk arkenteron, fase pertama pada pertumbuhan saluran pencernaan. Pada deuterostoma, lekukan asal itu menjadi anus sementara saluran pencernaan kemudian membentuk lubang lain, yang membentuk mulut. Protostoma dinamakan demikian karena dulu dianggap bahwa pada embrio mereka, lekukan membentuk mulut sedangkan anus terbentuk kemudian, pada lubang yang dibuat dari ujung saluran pencernaan lainnya. Namun, penelitian baru-baru ini, menunjukkan bahwa pada protostoma, pinggiran lekukan mendekat ke tengah, membuat lubang pada ujung-ujung yang menjadi mulut dan anus.[1]

Akan tetapi ide ini mendapat tantangan, karena platyhelminthes, suatu kelompok yang membentuk grup saudara dari hewan bilateria lain., memiliki satu mulut tanpa ada anus. Gen-gen yang digunakan pada konstruksi embrionik dari mulut ini sama seperti yang diekspresikan di sekitar mulut protostoma.[2]

Ada perbedaan signifikan lain antara pola perkembangan protostoma dengan deuterostoma

  • Kebanyakan protostoma merupakan schizocoelomata, yang berarti suatu massa solid dari mesoderm embrionik terbagi kemudian membentuk coelom. Beberapa, seperti Priapulida, tidak mempunyai coelom, tetapi mereka mungkin diturunkan dari moyang schizocoelomata. Di pihak lain semua deuterostoma yang dikenal adalah enterocoeli, yang artinya coelom terbentuk dari kantung melintang dari arkenteron yang kemudian menjadi rongga terpisah.
  • Dalam protostoma sejumlah filum mengalami apa yang disebut pembelahan spiral (spiral cleavage) yang bersifat menentukan, yaitu akan jadi apa sel-sel nantinya ditentukan saat mereka terbentuk. Hal ini kontras dengan deuterostoma yang memiliki pembelahan radial yang bersifat tidak menentukan.

Data molekuler saat ini memberi petunjuk bahwa hewan protostoma dapat dibagi menjadi tiga kelompok utama:

  • Ecdysozoa, contoh arthropoda, nematoda
  • Platyzoa, contoh platyhelminthes, rotifera
  • Lophotrochozoa, contoh moluska, annelida

dan juga sejumlah takson minor dengan keterkaitan basal atau tidak pasti.

Lihat pula

  • Deuterostomia

Rujukan

  1. ↑ Arendt, D.; Technau, U.; Wittbrodt, J. (4 January 2001). "Evolution of the bilaterian larval foregut". Nature. 409: 81–85. doi:10.1038/35051075. Diakses tanggal 2008-07-14. Pemeliharaan CS1: Banyak nama: authors list (link)
  2. ↑ Hejnol, Andreas; Martindale, Mark Q. (20 November 2008). "Acoel development indicates the independent evolution of the bilaterian mouth and anus". Nature. 456. doi:10.1038/nature07309. Pemeliharaan CS1: Banyak nama: authors list (link)
  • l
  • b
  • s
Filum yang masih hidup dalam kerajaan Animalia
Domain
Arkea
Bakteria
Eukaryota
(Kerajaan
Tumbuhan
Hacrobia
Heterokontophyta
Alveolata
Rhizaria
Excavata
Amoebozoa
Hewan
Fungi)
A
n
i
m
a
l
i
a
  • Porifera (spons)
Diploblast
(Eumetazoa)
  • Ctenophora (ubur-ubur sisir)
ParaHoxozoa
  • Placozoa (Trichoplax)
Planulozoa
  • Cnidaria (ubur-ubur dan kerabatnya)
Bilateria
(Triploblast)
  • (lihat di bawah↓)
Bilateria
Xenacoelomorpha
  • Xenoturbellida (Xenoturbella)
  • Acoelomorpha
    • Acoela
    • Nemertodermatida
N
e
p
h
r
o
z
o
a
Deuterostomia
  • Chordata
    • Cephalochordata
    • Tunicata
    • Craniata / Vertebrata
Ambulacraria
  • Echinodermata (bintang laut dan kerabatnya)
  • Hemichordata
    • cacing acorn
    • Pterobranchia
P
r
o
t
o
s
t
o
m
i
a
Ecdysozoa
Scalidophora
  • Kinorhyncha (naga lumpur)
  • Priapulida (cacing penis)
N+L+P
Nematoida
  • Nematoda (cacing gilig)
  • Nematomorpha (cacing rambut kuda)
L+P
  • Loricifera
Panarthropoda
  • Onychophora (cacing beludru)
Tactopoda
  • Arthropoda (artropoda)
  • Tardigrada (beruang air)
S
p
i
r
a
l
i
a
Gnathifera¹
  • Chaetognatha (cacing panah)
  • Gnathostomulida (jaw worms)
  • Micrognathozoa (Limnognathia)
  • Syndermata
    • Rotifera
    • Acanthocephala
Platytrochozoa
R+M
Mesozoa
  • Orthonectida
  • Dicyemida atau Rhombozoa
Rouphozoa¹
  • Platyhelminthes (cacing pipih)
  • Gastrotricha (hairyback)
Lophotrochozoa
  • Cycliophora (Symbion)
  • Mollusca (moluska)
A+N
  • Annelida (cacing beruas)
  • Nemertea (cacing probosis)
Lophophorata
Bryozoa
  • Entoprocta atau Kamptozoa
  • Ectoprocta (hewan lumut)
Brachiozoa
  • Brachiopoda (kerang lentera)
  • Phoronida (cacing tapal kuda)
----
Kelompok utama
dalam filum
  • Porifera
    • Calcarea
    • Hexactinellida
    • Demospongiae
    • Homoscleromorpha
  • Cnidaria
    • Anthozoa mencakup koral
    • Medusozoa mencakup ubur-ubur
    • Myxozoa
  • Vertebrata
    • Ikan tak berahang
    • Ikan bertulang rawan
    • Ikan bertulang sejati
    • Amfibia
    • Reptilia/Burung
    • Mamalia
  • Echinodermata
    • Lili laut
    • Asterozoa mencakup bintang laut
    • Echinozoa
  • Nematoda
    • Chromadorea
    • Enoplea
    • Secernentea
  • Artropoda
    • Chelicerata/Araknida
    • Myriapoda
    • Krustasea
    • Hexapoda/Serangga
  • Platyhelminthes
    • Turbellaria
    • Trematoda
    • Monogenea
    • Cestoda
  • Bryozoa
    • Phylactolaemata
    • Stenolaemata
    • Gymnolaemata
  • Annelida
    • Polychaeta
    • Clitellata
    • Echiura
  • Moluska
    • Gastropoda
    • Sefalopoda
    • Bivalvia
    • Polyplacophora
    • Scaphopoda
Filum dengan ≥5000 spesies yang masih hidup dicetak tebal
Lihat pula
Diploblast
Monoblastozoa (nomen dubium)
  • ¹Platyzoa
Pengidentifikasi takson
Protostomia
  • Wikidata: Q5171
  • Wikispecies: Protostomia
  • ADW: Protostomia
  • BioLib: 14936
  • EoL: 10459935
  • ITIS: 914155
  • NCBI: 33317
  • Paleobiology Database: 85324
  • Taxonomicon: 198701
Basis data pengawasan otoritas Sunting di Wikidata
Internasional
  • GND
Nasional
  • Republik Ceko

Bagikan artikel ini

Share:

Daftar Isi

  1. Lihat pula
  2. Rujukan

Artikel Terkait

Hewan

kerajaan dari organisme eukariota multiseluler

Anus

Titik keluar nya feses

Deuterostoma

adalah subtakson dari Bilateria cabang subregnum Eumetazoa, dan lawan dari Protostoma. Deuterostoma berbeda karena perkembangan embrionya; pada deuterostoma

Jakarta Aktual
Jakarta Aktual© 2026