Protobothrops elegans merupakan spesies ular berbisa dari subfamili Crotalinae yang endemik di Kepulauan Ryukyu bagian selatan, Jepang. Saat ini, tidak ada subspesies yang diakui untuk spesies ini. Dalam bahasa Inggris, ular ini dikenal dengan nama elegant pit viper atau elegant tree viper, sedangkan nama lokalnya dalam bahasa Okinawa adalah Sakishima habu (サキシマハブ). Berdasarkan catatan antara tahun 1965 hingga 2011, tercatat sebanyak 2.447 kasus gigitan yang melibatkan spesies ini, dengan hanya satu kematian yang dilaporkan.
Sumber: Lihat artikel asli di Wikipedia

| Protobothrops elegans | |
|---|---|
| Klasifikasi ilmiah | |
| Kerajaan: | Animalia |
| Filum: | Chordata |
| Kelas: | Reptilia |
| Ordo: | Squamata |
| Subordo: | Serpentes |
| Famili: | Viperidae |
| Genus: | Protobothrops |
| Spesies: | P. elegans |
| Nama binomial | |
| Protobothrops elegans (Gray, 1849) | |
| Sinonim | |
Protobothrops elegans merupakan spesies ular berbisa dari subfamili Crotalinae yang endemik di Kepulauan Ryukyu bagian selatan, Jepang.[1][3] Saat ini, tidak ada subspesies yang diakui untuk spesies ini.[3][4] Dalam bahasa Inggris, ular ini dikenal dengan nama elegant pit viper atau elegant tree viper,[1][3][4][5][6] sedangkan nama lokalnya dalam bahasa Okinawa adalah Sakishima habu (サキシマハブ).[7] Berdasarkan catatan antara tahun 1965 hingga 2011, tercatat sebanyak 2.447 kasus gigitan yang melibatkan spesies ini, dengan hanya satu kematian yang dilaporkan.[8]
Ular dewasa dari spesies ini umumnya memiliki panjang tubuh antara 60 hingga 120 cm dari kepala hingga ujung ekor, meskipun ada individu yang sedikit lebih kecil atau lebih besar. Kepalanya berukuran besar dengan bentuk segitiga khas ular mura, diikuti leher yang ramping dan tubuh yang melebar di bagian tengah. Matanya memiliki pupil vertikal, dan di antara mata serta lubang hidung terdapat organ sensor panas (labial pit) yang membantu mendeteksi mangsa berdarah panas.[9] Ular ini memiliki sekitar 25 baris sisik di bagian tengah tubuhnya. Jumlah sisik di bagian perut biasanya antara 179–192 pada jantan dan 182–196 pada betina. Di bagian bawah ekor terdapat sekitar 63–90 sisik, dan di sekitar bibir atasnya terdapat sekitar delapan sisik, meskipun kadang bisa berjumlah tujuh atau sembilan.[5]
Warna dasar tubuh bagian punggung bervariasi dari coklat keabu-abuan hingga abu-zaitun, disertai pola bercak atau garis berliku yang membentang sepanjang tubuh. Pada beberapa populasi, khususnya di daerah Pulau Ishigaki dan pulau-pulau sekitarnya, individu tertentu menunjukkan warna tubuh yang lebih cerah dengan nuansa oranye kekuningan.[10]
Ular ini berasal dari Jepang, tepatnya di Kepulauan Ryukyu bagian selatan, terutama di wilayah Kepulauan Yaeyama.[1] Lokasi tempat pertama kali spesies ini ditemukan tidak diketahui secara pasti. Dalam catatan lama, Boulenger tidak menuliskan apa pun, sedangkan Gray, yang pertama kali mendeskripsikannya pada tahun 1849, keliru menyebut asalnya dari "Pantai Barat Amerika." Baru pada tahun 1907, Stejneger mengusulkan bahwa lokasi asal sebenarnya adalah Pulau Ishigaki di Kepulauan Ryukyu, Jepang.[2] Menurut Uni Internasional untuk Konservasi Alam, spesies ular ini masuk ke dalam kategori kekhawatiran paling kecil karena populasinya yang masih tersebar merata dan diperkirakan tidak akan punah dalam waktu dekat.[1]