Proteom adalah keseluruhan rangkaian protein yang diekspresikan, atau dapat diekspresikan, oleh genom, sel, jaringan, atau organisme pada waktu tertentu. Proteom adalah rangkaian protein hasil translasi yang diekspresikan dalam jenis sel atau organisme tertentu, pada waktu tertentu, dalam kondisi tertentu. Istilah ini mulai muncul sejak Marc Wilkins memberikan presentasi tentang "Elektroforesis 2D: dari peta protein ke genom" pada suatu simposium di Siena, Italia pada tahun 1994 dan mumcul di media cetak pada tahun 1995 saat sebagian disertasinya telah terbit. Studi yang mempelajari tentang proteom adalah proteomika, yang mencakup analisis protein yang ditranslasi di dalam sel secara bersamaan seperti identifikasi protein, penentuan lokasi suatu protein, modifikasi pasca translasi, interaksi antar protein, dan fungsi protein di dalam sel.
Sumber: Lihat artikel asli di Wikipedia
Proteom adalah keseluruhan rangkaian protein yang diekspresikan, atau dapat diekspresikan, oleh genom, sel, jaringan, atau organisme pada waktu tertentu. Proteom adalah rangkaian protein hasil translasi yang diekspresikan dalam jenis sel atau organisme tertentu, pada waktu tertentu, dalam kondisi tertentu.[1] Istilah ini mulai muncul sejak Marc Wilkins[2] memberikan presentasi tentang "Elektroforesis 2D: dari peta protein ke genom" pada suatu simposium di Siena, Italia pada tahun 1994 dan mumcul di media cetak pada tahun 1995 saat sebagian disertasinya telah terbit.[3] Studi yang mempelajari tentang proteom adalah proteomika, yang mencakup analisis protein yang ditranslasi di dalam sel secara bersamaan seperti identifikasi protein, penentuan lokasi suatu protein, modifikasi pasca translasi, interaksi antar protein, dan fungsi protein di dalam sel. [1]
Meskipun proteom umumnya merujuk pada proteom suatu organisme, organisme multiseluler dapat memiliki proteom yang sangat berbeda dalam sel yang berbeda, sehingga perlu dibedakan antara proteom dalam sel dan denga proteom organisme. Proteom seluler adalah kumpulan protein yang ditemukan dalam jenis sel tertentu dalam kondisi lingkungan tertentu seperti paparan stimulasi hormon. Lalu, kumpulan protein lengkap dari semua proteom seluler yang berbeda dapat disebut proteom organisme yang secara kasar setara dengan protein genom.
Istilah proteom juga telah digunakan untuk merujuk pada kumpulan protein dalam sistem subseluler tertentu, seperti organel. Misalnya, proteom mitokondria dapat terdiri dari lebih dari 3000 protein yang berbeda.[4][5][6]
Protein dalam virus dapat disebut proteom virus. Biasanya proteom virus diprediksi dari genom virus,[7] tetapi beberapa upaya telah dilakukan untuk menentukan semua protein yang diekspresikan dari genom virus, yaitu proteom virus.[8] Namun, lebih sering, proteomik virus menganalisis perubahan protein inang saat infeksi virus, sehingga pada dasarnya dua proteom (virus dan inangnya) telah dipelajari.[9]