Jakarta Aktual
Jakarta Aktual

Berita Aktual dan Faktual

Jakarta Aktual
Jakarta Aktual© 2026
Jakarta Aktual
Jakarta Aktual

Berita Aktual dan Faktual

Kembali ke Wiki
Artikel Wikipedia

Proses Bayer

Proses Bayer adalah metode yang digunakan dalam dunia perindustrian untuk memproduksi alumina (aluminium oksida) dari bauksit. Bauksit hanya mengandung sekitar 30–60% aluminium oksida, Al2O3, dan sisanya merupakan campuran silika, berbagai besi oksida dan titanium dioksida. Aluminium oksida harus dimurnikan sebelum bisa dijadikan logam aluminium.

Wikipedia article
Diperbarui 22 Agustus 2024

Sumber: Lihat artikel asli di Wikipedia

Proses Bayer
Skema Proses Bayer

Proses Bayer adalah metode yang digunakan dalam dunia perindustrian untuk memproduksi alumina (aluminium oksida) dari bauksit. Bauksit hanya mengandung sekitar 30–60% aluminium oksida, Al2O3, dan sisanya merupakan campuran silika, berbagai besi oksida dan titanium dioksida.[1] Aluminium oksida harus dimurnikan sebelum bisa dijadikan logam aluminium.

Sejarah

Proses Bayer diciptakan pada tahun 1888 oleh Carl Josef Bayer. Ia mendapati bahwa aluminium hidroksida yang mengalami pengendapan dari larutan alkalin merupakan sebuah kristalin dan dapat dengan mudah difilter dan dibersihkan, sementara yang mengalami pengendapan dari asam sulit untuk dibersihkan.

Saat ini proses ini memproduksi hampir seluruh persediaan alumina dunia yang dibutuhkan untuk menghasilkan aluminium.

Pada tahun 2010, lumpur merah yang merupakan limbah proses Bayer membanjiri wilayah di sekitar pabrik alumina di Ajka, Hungaria, dan mencemari Sungai Donau.

Proses

Dalam proses ini, bauksit bereaksi dengan natrium hidroksida yang terkonsentrasi dengan tekanan 7 bar dan suhu sekitar 180 °C.

B a u k s i t + N a O H   → T e k a n a n △   N a [ A l ( O H ) 4 ] + F e 2 O 3 {\displaystyle \mathrm {Bauksit+NaOH\ {\xrightarrow[{Tekanan}]{\triangle }}\ Na\left[Al(OH)_{4}\right]+Fe_{2}O_{3}} } {\displaystyle \mathrm {Bauksit+NaOH\ {\xrightarrow[{Tekanan}]{\triangle }}\ Na\left[Al(OH)_{4}\right]+Fe_{2}O_{3}} }

Residu yang tidak terlarut mengandung senyawa besi yang dapat dikenali dari warna merahnya. "Lumpur merah" ini biasanya dikumpulkan di tempat pembuangan akhir, tetapi di beberapa negara dibuang ke sungai, sehingga memicu permasalahan lingkungan.

Dari natrium aluminat yang telah diencerkan, aluminium hidroksida akan mengalami pengendapan selama proses pendinginan. Filtratnya diencerkan dengan natrium hidroksida, suhunya diturunkan menjadi 78 °C dan tekanannya dikembalikan seperti semula. Melalui proses inokulasi dengan aluminium hidroksida padat sebagai inti kristal, aluminium hidroksida kemudian mengalami pengendapan dan sebagian dari natrium hidroksida dapat diperoleh kembali untuk keperluan yang lain.

N a [ A l ( O H ) 4 ]   → ▽   A l ( O H ) 3 + N a O H {\displaystyle \mathrm {Na\left[Al(OH)_{4}\right]\ {\xrightarrow {\bigtriangledown }}\ Al(OH)_{3}+NaOH} } {\displaystyle \mathrm {Na\left[Al(OH)_{4}\right]\ \xrightarrow {\bigtriangledown } \ Al(OH)_{3}+NaOH} }

Aluminium hidroksida padat yang dihasilkan lalu dimasukkan ke dalam alat rotary kiln dan dibakar dengan suhu antara 1200 hingga 1300 °C, dan dari situ dihasilkan aluminium oksida.

2   A l ( O H ) 3   → △   A l 2 O 3 + 3   H 2 O {\displaystyle \mathrm {2\ Al(OH)_{3}\ {\xrightarrow {\triangle }}\ Al_{2}O_{3}+3\ H_{2}O} } {\displaystyle \mathrm {2\ Al(OH)_{3}\ \xrightarrow {\triangle } \ Al_{2}O_{3}+3\ H_{2}O} }

Aluminium hidroksida lalu dapat diproses lagi dengan menggunakan metode Hall-Héroult untuk menghasilkan logam aluminium.

Catatan kaki

  1. ↑ Harris, Chris; McLachlan, R. (Rosalie); Clark, Colin (1998). Micro reform – impacts on firms: aluminium case study. Melbourne: Industry Commission. ISBN 0-646-33550-2.

Daftar pustaka

  • Charles E. Mortimer, Ulrich Müller: Chemie, 11. Auflage, 2014, Georg Thieme Verlag, ISBN 978-3-13-484311-8, S.459


Ikon rintisan

Artikel bertopik kimia ini adalah sebuah rintisan. Anda dapat membantu Wikipedia dengan mengembangkannya.

  • l
  • b
  • s

Bagikan artikel ini

Share:

Daftar Isi

  1. Sejarah
  2. Proses
  3. Catatan kaki
  4. Daftar pustaka

Artikel Terkait

Bayer

perusahaan asal Jerman

Carl Josef Bayer

Carl Josef Bayer (dikenal pula sebagai Karl Bayer, 4 Maret 1847 – 4 Oktober 1904) adalah seorang kimiawan Austria yang menemukan proses Bayer untuk mengekstraksi

Proses Hall–Héroult

oksida yang telah dihasilkan dari proses Bayer dilarutkan ke dalam kriolit dan kemudian aluminium dihasilkan lewat proses elektrolisis lebur. Terdapat dua

Jakarta Aktual
Jakarta Aktual© 2026