Jakarta Aktual
Jakarta Aktual

Berita Aktual dan Faktual

Jakarta Aktual
Jakarta Aktual© 2026
Jakarta Aktual
Jakarta Aktual

Berita Aktual dan Faktual

Kembali ke Wiki
Artikel Wikipedia

Promosi jabatan

Promosi Jabatan adalah pemindahan karyawan dari suatu posisi atau jabatan, ke posisi atau jabatan lebih tinggi dengan gaji, fasilitas, tanggung jawab, dan peluang lebih besar. Biasanya kesempatan untuk promosi pada waktu suatu organisasi mengadakan perluasan kegiatan, atau bila ada karyawan yang mencapai usia pensiun, atau mengundurkan diri. Namun kadang-kadang ada pula karyawan yang dipromosikan ke jabatan yang sengaja diciptakan, karena kemampuan khusus yang dimilikinya.

Wikipedia article
Diperbarui 27 November 2025

Sumber: Lihat artikel asli di Wikipedia

Promosi jabatan
Artikel ini membutuhkan lebih banyak pranala ke artikel lain untuk meningkatkan kualitasnya. Silakan mengembangkan artikel ini dengan menambahkan pranala yang relevan ke konteks pada teks eksisting. (Januari 2023) (Pelajari cara dan kapan saatnya untuk menghapus pesan templat ini)
Promosi Jabatan Militer Angkatan Darat di US

Promosi Jabatan adalah pemindahan karyawan dari suatu posisi atau jabatan, ke posisi atau jabatan lebih tinggi dengan gaji, fasilitas, tanggung jawab, dan peluang lebih besar. Biasanya kesempatan untuk promosi pada waktu suatu organisasi mengadakan perluasan kegiatan, atau bila ada karyawan yang mencapai usia pensiun, atau mengundurkan diri. Namun kadang-kadang ada pula karyawan yang dipromosikan ke jabatan yang sengaja diciptakan, karena kemampuan khusus yang dimilikinya.[1]

Pertimbangan untuk Promosi. Ada dua pertimbangan umum yang dipakai dalam menentukan promosi, yakni masa kerja atau senioritas, dan kemampuan atau kompetensi. Pada masa lalu senioritas sering menjadi pertimbangan utama, karena karyawan yang telah bekerja lebih lama diakui kesetiaannya, serta dianggap lebih matang dan berpengalaman.[2] Pertimbangan demikian hingga kini masih berlaku dalam perusahaan keluarga, terutama perusahaan milik golongan keturunan Cina dan perusahaan-perusahaan tradisional Jepang.

Pada masa kini, kompetensi dan potensi dinilai sebagai faktor lebih penting dalam menentukan promosi. Atas pertimbangan tersebut organisasi-organisasi masa kini lebih suka merekrut tenaga-tenaga muda yang mampu dan potensial untuk dikembangkan. Namun, karena masa kerja dan senioritas tidak mungkin diabaikan, sebagian perusahaan mengaitkan kedua unsur tersebut dalam praktik menetapkan promosi. Sebuah survei yang diadakan oleh redaksi majalah Personnel Journal pada tahun 1979 menyimpulkan bahwa sebagian besar (74%) dari organisasi yang ikut serta dalam survei memakai senioritas sebagai pertimbangan kedua. Artinya, bila ada beberapa calon dengan kemampuan dan potensi yang sama, pilihan jatuh kepada yang paling senior.

Menetapkan Calon yang Berhak Mendapatkan Promosi. Langkah pertama dalam menetapkan siapa yang akan mengisi lowongan yang tersedia adalah menetapkan apakah calon akan direkrut dari luar atau mengadakan promosi dari antara karyawan yang ada. Langkah selanjutnya adalah memilih karyawan yang cocok untuk di promosikan. Cara penetapan calon yang ideal adalah secara terbuka dan adil, yakni dengan membuat kebijakan tertulis tentang peluang-peluang promosi bagi tiap karyawan.

Promosi jabatan dalam MSDM

Promosi jabatan dalam Manajemen Sumber Daya Manusia (MSDM) adalah kenaikan posisi atau pangkat seorang karyawan dalam struktur organisasi, yang biasanya disertai dengan peningkatan tanggung jawab, otoritas, pendapatan, status, dan kondisi kerja yang lebih baik[3][4]. Promosi juga diartikan sebagai pengakuan atas kinerja dan pencapaian masa lalu karyawan, serta memberikan ruang dan peluang pengembangan karier yang lebih luas[5][6]. Tujuan utama manajemen dalam proses promosi adalah mengidentifikasi dan mempromosikan kandidat yang paling memenuhi syarat, sehingga promosi tersebut dapat diterima dan disetujui secara umum[7]. Faktor utama yang menjadi pertimbangan dalam promosi meliputi: (1) Rekam jejak kinerja karyawan pada posisi saat ini ,(2) Proyeksi kinerja pada posisi yang lebih tinggi, dan (3) Kualifikasi pendidikan, pengalaman kerja, tingkat keahlian, dan kemampuan kepemimpinan[5]. Proses promosi biasanya melibatkan pengumpulan data kinerja, penyaringan dan evaluasi oleh departemen sumber daya manusia, serta persetujuan akhir dari manajer. Dewan Promosi (Promotion Board) dapat dibentuk untuk memastikan proses seleksi berjalan adil dan objektif, dengan melibatkan atasan langsung calon yang dipromosikan[7]. Promosi internal sebaiknya dikelola secara hati-hati untuk mencegah munculnya sikap dan perilaku negatif akibat persepsi ketidakadilan dalam proses promosi. Transparansi dalam proses promosi, seperti menyediakan peta jenjang karier dan kriteria promosi yang jelas, sangat penting untuk mengurangi bias dan memastikan akses yang setara bagi seluruh karyawan[8][9]

Faktor Penentu Promosi Jabatan

Berbagai faktor dapat memengaruhi peluang seseorang untuk mendapatkan promosi, baik yang bersifat objektif seperti kinerja maupun yang bersifat personal seperti karakteristik individu:

  • Kinerja luar biasa dan pemenuhan persyaratan masa kerja serta jabatan profesional. Kinerja luar biasa dan pemenuhan persyaratan masa kerja serta jabatan profesional merupakan faktor utama yang dipertimbangkan dalam proses promosi. Faktor ini mencerminkan kompetensi teknis dan komitmen jangka panjang karyawan terhadap organisasi[5].
  • Pendidikan tinggi sebagai indikator motivasi dan disiplin diri. Pendidikan tinggi sebagai indikator motivasi dan disiplin diri menunjukkan kemampuan karyawan untuk menyelesaikan tugas-tugas kompleks. Hal ini sering dianggap sebagai sinyal kesiapan untuk memikul tanggung jawab yang lebih besar[7].
  • Karakteristik individu seperti gender, usia, status pernikahan, dan latar belakang keluarga. Faktor-faktor ini kadang masih menjadi bias dalam pengambilan keputusan promosi, meskipun tidak selalu berkaitan dengan kompetensi nyata[10].[11][12]
  • Dukungan sosial, pengalaman migrasi, dan jalur karier. Modal sosial ini membantu individu membangun jaringan profesional serta memperkuat adaptasi mereka terhadap lingkungan kerja yang dinamis[10].
  • Moralitas dan etos kerja, seperti kerja keras dan kepatuhan pada standar moral organisasi. Perilaku etis menunjukkan integritas dan tanggung jawab, yang sangat penting pada posisi jabatan yang lebih tinggi[13].

Terdapat temuan bahwa laki-laki menunjukkan tingkat usaha dan peluang promosi yang lebih tinggi dibandingkan perempuan, sementara perempuan menilai keamanan kerja lebih tinggi[14]. Dalam survei pada bidang akademik, sekitar 50% responden perempuan merasa gender mereka berdampak negatif pada peluang promosi[15]

Referensi

  1. ↑ Lumbantoruan, Magnalena; Suwartoyo, B. (1992). Ensiklopedi Ekonomi, Bisnis & Manajemen. Jakarta: Cipta Adi Pustaka. hlm. 215–216. Pemeliharaan CS1: Status URL (link)
  2. ↑ Implementasi keputusan Menpan No.18/Menpan/1998 tentang angka kredit bagi jabatan pustakawan, IRWAN dan Dr. Hary Gunarto, M.Sc.EE, Thesis S2 Univ. Gadjah Mada (1998).
  3. ↑ Milkano, Tamirat Mathewos; Daka, Kassa; Bolado, Getachew Nigussie; Lukas, Mesafint; Oshine, Woldetsadik; Balcha, Bahilu (9 Mei 2025). "Job motivation and associated factors among health workers providing maternal and child health services in Wolaita Zone public hospitals, Southern Ethiopia; A mixed-method study". PLOS ONE (dalam bahasa Inggris). 20 (5): e0320672. doi:10.1371/journal.pone.0320672. ISSN 1932-6203. PMC 12063899. PMID 40343913. Pemeliharaan CS1: DOI bebas tanpa ditandai (link)
  4. ↑ Akpom, Chinwendu C.; Ibegbulam, Ijeoma J. (2023-05-01). "Relationship between rewards system and employee intention to leave: Preliminary survey of librarians in federal university libraries in Nigeria". The Journal of Academic Librarianship. 49 (3): 102712. doi:10.1016/j.acalib.2023.102712. ISSN 0099-1333.
  5. 1 2 3 Jianwei, Li (2024-10-01). "Green cell scheduling and performance management of manufacturing system based on heat loss optimization". Thermal Science and Engineering Progress. 55: 102934. doi:10.1016/j.tsep.2024.102934. ISSN 2451-9049.
  6. ↑ Bezdrob, Muamer; Šunje, Aziz (2021-05-01). "Transient nature of the employees' job satisfaction: The case of the IT industry in Bosnia and Herzegovina". European Research on Management and Business Economics. 27 (2): 100141. doi:10.1016/j.iedeen.2020.100141. ISSN 2444-8834.
  7. 1 2 3 "Promotions". www.sciencedirect.com (dalam bahasa American English). doi:10.1016/b978-0-12-814794-8.00013-5. Diakses tanggal 2025-11-27.
  8. ↑ Artopo, Ardi; Wahyuni, Salamah (2024-12-01). "Internal turnover intention in Indonesian government organization". Journal of Open Innovation: Technology, Market, and Complexity. 10 (4): 100433. doi:10.1016/j.joitmc.2024.100433. ISSN 2199-8531.
  9. ↑ Stephens, Nicole M.; Rivera, Lauren A.; Townsend, Sarah S. M. (2020-01-01). "The cycle of workplace bias and how to interrupt it". Research in Organizational Behavior. 40: 100137. doi:10.1016/j.riob.2021.100137. ISSN 0191-3085.
  10. 1 2 Yang, Anuo; Fu, Shuangle; Liu, Linping; Fan, Changyu; Jilili, Maitixirepu (2022-03-25). "Act Tough and Soft: Video Monitoring, Hongbao Gifts, and the Job Satisfaction of Domestic Workers". Frontiers in Public Health (dalam bahasa English). 10. doi:10.3389/fpubh.2022.862162. ISSN 2296-2565. PMC 8990934. PMID 35400073. Pemeliharaan CS1: Bahasa yang tidak diketahui (link) Pemeliharaan CS1: DOI bebas tanpa ditandai (link)
  11. ↑ Zhao, Jing; Shangguan, Yiwen; Li, Qinghai (2025-09-01). "Better late than never: The impact of hukou conversion experience on employment quality with urban residents in China". Structural Change and Economic Dynamics. 74: 286–302. doi:10.1016/j.strueco.2025.03.016. ISSN 0954-349X.
  12. ↑ Kaul, Pallvi; Caballero, Carmela; Brandl, Andreas; Garg, Pankaj Kumar (2023-09-01). "A leap towards changing gender dynamics in oncology leadership – An ESSO-EYSAC initiative". European Journal of Surgical Oncology (dalam bahasa English). 49 (9). doi:10.1016/j.ejso.2023.107000. ISSN 0748-7983. PMID 37549561. Pemeliharaan CS1: Bahasa yang tidak diketahui (link)
  13. ↑ Tarimo, Edith A. M.; Kakoko, Deodatus C. V.; Kohi, Thecla W.; Bakari, Muhammad; Sandstrom, Eric; Siyame, David; Mhalu, Fred; Kulane, Asli (2018-07-21). "Gender aspects on HIV prevention efforts and participation in HIV vaccine trials among Police officers in Dar es Salaam, Tanzania". BMC Public Health (dalam bahasa Inggris). 18 (1): 905. doi:10.1186/s12889-018-5835-5. ISSN 1471-2458. PMC 6054856. PMID 30031376. Pemeliharaan CS1: DOI bebas tanpa ditandai (link)
  14. ↑ Nasirpour, Nastaran; Shalbafan, Mohammadreza; Savari, Ebtesam; Pirani, Ahmad; Baradaran, Hamid Reza; Motevalian, Abbas (2024-05-30). "Effort-reward imbalance and common mental disorders among public sector employees of Iran: a cross-sectional analysis". BMC Public Health (dalam bahasa Inggris). 24 (1): 1447. doi:10.1186/s12889-024-18871-6. ISSN 1471-2458. PMC 11138094. PMID 38816820. Pemeliharaan CS1: DOI bebas tanpa ditandai (link)
  15. ↑ Kaul, Pallvi; Caballero, Carmela; Brandl, Andreas; Garg, Pankaj Kumar (2023-09-01). "A leap towards changing gender dynamics in oncology leadership – An ESSO-EYSAC initiative". European Journal of Surgical Oncology (dalam bahasa English). 49 (9). doi:10.1016/j.ejso.2023.107000. ISSN 0748-7983. PMID 37549561. Pemeliharaan CS1: Bahasa yang tidak diketahui (link)
Basis data pengawasan otoritas Sunting di Wikidata
Internasional
  • GND
Nasional
  • Amerika Serikat
  • Republik Ceko
  • Israel
Lain-lain
  • Yale LUX


Ikon rintisan

Artikel bertopik pengelolaan ini adalah sebuah rintisan. Anda dapat membantu Wikipedia dengan mengembangkannya.

  • l
  • b
  • s

Bagikan artikel ini

Share:

Daftar Isi

  1. Promosi jabatan dalam MSDM
  2. Faktor Penentu Promosi Jabatan
  3. Referensi

Artikel Terkait

Badan Gizi Nasional

Lembaga pemerintah nonkementerian Republik Indonesia

Edy Rahmayadi

Gubernur Sumatera Utara ke-19

Daftar Jabatan Fungsional Aparatur Sipil Negara

25 rumpun jabatan. Arikel ini mengelompokkan jabatan fungsional berdasarkan instansi pembina jabatan tersebut. Agendaː namaː nama jabatan fungsional

Jakarta Aktual
Jakarta Aktual© 2026