Produksi virtual di lokasi adalah sebuah teknologi hiburan untuk televisi dan produksi film di mana panel LED digunakan sebagai latar belakang sebuah set, dengan menampilkan video atau gambar hasil komputer secara waktu nyata. Penggunaan OSVP menjadi luas setelah dipakai dalam musim pertama The Mandalorian (2019), yang menggunakan Unreal Engine yang dikembangkan oleh Epic Games.
Sumber: Lihat artikel asli di Wikipedia
Produksi virtual di lokasi (Inggris: On-set virtual production atau disingkat OSVP)[a] adalah sebuah teknologi hiburan untuk televisi dan produksi film di mana panel LED digunakan sebagai latar belakang sebuah set, dengan menampilkan video atau gambar hasil komputer secara waktu nyata. Penggunaan OSVP menjadi luas setelah dipakai dalam musim pertama The Mandalorian (2019), yang menggunakan Unreal Engine yang dikembangkan oleh Epic Games.
Sutradara film asal Australia Clayton Jacobson pertama kali memiliki gagasan untuk meningkatkan penggunaan layar hijau yang saat itu dipakai ketika membuat iklan televisi untuk deterjen pada 2003. Melihat anaknya bermain permainan video dan teknologi 3D yang digunakan di dalamnya memberinya ide. Pada akhirnya, pada 2016, Jacobson dan putranya membuat salah satu prototipe panggung produksi virtual di gudang mereka dengan menggunakan seperangkat layar LED. Namun, ia tidak berhasil menarik minat siapa pun untuk mengembangkan teknologi tersebut lebih lanjut sehingga akhirnya menyerah. Meski begitu, pembuat film lain juga mulai menangkap ide tersebut, dan pada 2018 seorang sinematografer Australia, Greig Fraser, menggunakan teknologi ini untuk merekam serial spin-off waralaba Star Wars, The Mandalorian (dirilis 2019). Alih-alih menggunakan layar hijau selama tahap pengambilan gambar, tim menggabungkan pascaproduksi dengan tahap produksi serial tersebut. Mereka memasang dinding LED raksasa yang terhubung dengan komputer berdaya tinggi yang menjalankan perangkat lunak gim Unreal Engine (digunakan untuk Fortnite, di antaranya). Mereka menyebut panggung suara ini sebagai "the volume," sebuah istilah yang sudah digunakan untuk merujuk pada panggung tempat teknik efek visual dilakukan.[1]
Sejak penggunaannya yang inovatif dalam The Mandalorian, yang memanfaatkan ILM StageCraft, teknologi ini semakin populer. Miles Perkins, manajer industri film dan televisi untuk Epic Games sekaligus pengembang Unreal Engine, memperkirakan bahwa pada Oktober 2022 terdapat sekitar 300 panggung produksi virtual, meningkat dari hanya tiga pada 2019.[2] Sebagian besar panggung tersebut dibangun selama atau setelah Pandemi COVID-19, ketika karantina membuat studio produksi harus mencari cara untuk membuat film tanpa bepergian ke lokasi lain.[1]
Pada Maret 2023, panggung produksi virtual terbesar di dunia dibuka di Docklands Studios Melbourne, di kota Melbourne, Australia.[1]
Produksi virtual di lokasi (OSVP) juga dikenal sebagai produksi virtual (VP), produksi virtual imersif (IVP), In-Camera Visual Effects (ICVFX),[3] atau The Volume.[butuh rujukan]