Jakarta Aktual
Jakarta Aktual

Berita Aktual dan Faktual

Jakarta Aktual
Jakarta Aktual© 2026
Jakarta Aktual
Jakarta Aktual

Berita Aktual dan Faktual

BerandaWikiPrennthaler
Artikel Wikipedia

Prennthaler

Romo Johannes Baptist Prennthaler, S.J. atau dikenal sebagail Romo Prennt (lahir 18 April 1885 - meninggal 28 April 1946) adalah seorang imam Serikat Yesus (Jesuit) asal Austria yang dikenal sebagai misionaris Katolik di wilayah perbukitan Menoreh, Kulon Progo, Daerah Istimewa Yogyakarta. Ia dijuluki sebagai Rasul pejalan kaki (Pedibus Apostolorum) karena ciri khasnya mewartakan agama Katolik di perbukitan Menoreh dengan berjalan kaki, ia juga merupakan salah satu tokoh misionaris awal yang berperan penting dalam perkembangan karya pastoral Gereja Katolik diwilayah perdesaan Jawa bagian selatan pada awal abad ke-20.

Wikipedia article
Diperbarui 4 Februari 2026

Sumber: Lihat artikel asli di Wikipedia

Romo Johannes Baptist Prennthaler, S.J. atau dikenal sebagail Romo Prennt (lahir 18 April 1885 - meninggal 28 April 1946) adalah seorang imam Serikat Yesus (Jesuit) asal Austria yang dikenal sebagai misionaris Katolik di wilayah perbukitan Menoreh, Kulon Progo, Daerah Istimewa Yogyakarta. Ia dijuluki sebagai Rasul pejalan kaki (Pedibus Apostolorum) karena ciri khasnya mewartakan agama Katolik di perbukitan Menoreh dengan berjalan kaki, ia juga merupakan salah satu tokoh misionaris awal yang berperan penting dalam perkembangan karya pastoral Gereja Katolik diwilayah perdesaan Jawa bagian selatan pada awal abad ke-20.[1][2]

Karya pelayanannya kemudian diabadikan dalam sebuah film yang berjudul Pedibus Apostolorum. Film berdurasi 101 menit diproduksi oleh Komunikasi Sosial Keuskupan Agung Semarang (Komsos KAS) dan di sutradarai oleh Romo Agoeng Noegroho Pr.[3][4][5][2]

Kehidupan awal

Johannes Baptist Prennthaler lahir pada tanggal 18 April 1885. Dia merupakan anak kedua dari enam bersaudara yang berasal dari keluarga petani di kawasan pegunungan Austria. Keluarga ini berkebangsaan Jerman, meskipun mereka berasal dari Tirol, Austria. Pada masa itu, sebagian besar warga Tirol berada dalam kemiskinan akut, sehingga mereka harus berjuang keras untuk sekedar bertahan hidup. Hal ini yang kelak menjadi motivasi bagi Prennthaler untuk melakukan misi rohani dan membantu masyarakat miskin.[1][6]

Sejak muda, Prennthaler menunjukan minat terhadap kehidupan religius. Ia aktif membantu kegiatan di gereja paroki setempat dan ia dikenal disiplin dalam berdoa. Dorongan spiritual ini kemudian membawanya untuk masuk ke dalam Serikat Yesus (Societas Jesu, SJ.), sebuah ordo religius yang dikenal dengan karya misi dan pendidikan.[1]

Pendidikan dan misi rohani

Pada 20 September 1904, Prennthaler muda memutuskan untuk bergabung dalam Ordo Serikat Yesus (SJ) di Lyon, Prancis. Di sana ia menjalani masa pembinaan rohani dan studi dasar dalam spiritualitas Ignasian.[1]

Setelah Menyelesaikan masa novisiat, ia sempat ditugaskan untuk mengemban Misi Yesuit di Suriah. Namun, karena dirinya pada saat itu memegang paspor Jerman, sehingga ia tidak bisa diberangkatkan karna pada masa itu menimbulkan kendala administratif dan politik antarnegara Eropa.[1]

Peristiwa itu tidak menghentikan semangat kerasulannya. Prennthaler kemudian mengetahui tentang karya misi Yesuit di Pulau Jawa, Hindia Belanda, melalui tulisan yang ia baca di majalah Jesuit. Ia tertarik dan mengajukan permohonan untuk bergabung dengan Provisi Yesuit Belanda, yang saat itu bertanggung jawab atas wilayah misi di Nusantara.[6][7]

Setelah mendapatkan izin dari Jendral Serikat Yesuit, Włodzimierz Ledóchowski, S.J., Prennthaler akhirnya dikirim ke Jawa pada tahun 1920. Ia memulai pelayanannya di wilayah Muntilan dan Menoreh, melanjutkan karya misionaris pendahulunya, Romo Frans van Lith, S.J.[3][1]

Karya Kerasulan di Menoreh

Romo Prennthaler mulai berkarya bersama Romo FX Satiman S.J di wilayah perbukitan Menoreh, yang meliputi daerah Boro dan sekitarnya di Kabupaten Kulon Progo. Wilayah ini saat itu masih terisolasi pada akses jalan terbatas dan kondisi masyarakat yang sederhana. Dalam tugasnya, ia tidak hanya berfokus pada pelayanan sakramental, tetapi juga pada pemberdayaan sosial dan pendidikan masyarakat setempat.[8]

Di bawah pengaruh dan bimbingannya, dibangun berbagai sarana pendukung kehidupan umat, termasuk gereja, sekolah, pertenunan, rumah sakit dan lembaga sosial seperti Panti Asuhan Sancta Maria dan Panti Asuhan Brayat Pinuji Boro yang kemudian menjadi salah satu karya yang nyata pelayanan sosial Gereja Katolik di daerah tersebut.[7][6][9][8]

Selain itu, Romo Prenthaler juga dikenal dengan masyarakat sekitar. Ia berusaha beradaptasi dengan kehidupan lokal, menggunakan bahasa Jawa dalam pelayanan pastoralnya, dan mendorong semangat gotong royong di antara umat. Pendekatan ini menjadikannya tokoh yang dihormati tidak hanya oleh umat Katolik, tetapi juga oleh masyarakat umum di wilayah Menoreh[9][1][8]

Spiritualitas dan pendekatan misi

Dalam menjalankan misinya, Romo Prennthaler menekankan pelayanan yang sederhana dan bersahaja. Ia meneladani semangat dari Santo Ignasius Loyola dengan mengutamakan pendidikan iman dan pembentukan karakter umat. Pendekatannya memperhatikan nilai inkulturasi, dimana ajaran Katolik disampaikan dengan memperhatikan nilai-nilai budaya Jawa yang penuh kesederhanaan dan kekeluargaan.[10][11]

Pendekatan pastoralnya banyak berpengaruh pada generasi misionaris Jesuit berikutnya di Indonesia. Ia menjadi contoh tentang bagaimana seorang misionaris dapat menanamkan iman melalui kehadiran yang nyata di tengah masyarakat, bukan hanya melalui pewartaan verbal.[10][11]

Wafat dan warisan

Romo Johannes Baptist Prennthaler, S.J. meninggal dunia pada tanggal 28 April 1946. Ia dimakamkan di Boro atas permintaan umat setempat dan menjadikan salah satu dari tiga imam Jesuit yang dimakamkanrsama umat, dua diantaranya Mgr. Albertus Soegijapranata, S.J. dan Rm. Frans van Lith S.J.[3][2][6][7][12]

Warisan karyanya tetap hidup hingga kini melalui berbagai lembaga dan komunitas yang didirikannya. Di antaranya yang paling menonjol adalah:

  • Gereja Boro (Santa Theresia Lisieux, Paroki Boro)[9][1]
  • Biara Susteran OSF Boro (Santo Fransiskus Asisi) dan Bruderan FIC Boro (Sancta Maria Immaculata)[1][9]
  • Lembaga Sosial Panti Asuhan Putri Brayat Pinuji & Panti Asuhan Putra Sancta Maria Boro[1][6][11]
  • Pertenunan Santa Maria Boro[1][6]
  • Lembaga Pendidikan KB TK Marsudirini, SD Marsudirini dan SMP Pangudi Luhur 1 Kalibawang[1][7]
  • Rumah Sakit Santo Yusuf Boro[1][7]
  • 33 Lonceng Angelus, beberapa yang masih dibunyikan seperti di Gereja Boro, Kapel susteran dan bruderan boro sebagai penanda doa Malaikat Tuhan (06:00, 12:00, 18:00)[8]
  • Kesenian Slaka (Slawatan Katolik), yang menjadi bentuk inkulturasi iman dan budaya[10]

Namanya dikenang oleh masyarakat Boro dan sekitarnya sebagai figur yang berperan besar dalam membentuk kehidupan sosial dan religius masyarakat Menoreh pada masa awal misi Katolik di wilayah tersebut.

Referensi

  1. 1 2 3 4 5 6 7 8 9 10 11 12 13 Ranubaya, Fransesco Agnes (2022-07-05). "Jejak Misi Romo Prennthaler SJ di Perbukitan Menoreh, Kulon Progo, DIY (1)". SESAWI.NET (dalam bahasa American English). Diakses tanggal 2025-09-28.
  2. 1 2 3 "Romo Prenthaler SJ, Rasul Agung Kawasan Bukit Menoreh". Mirifica News (dalam bahasa Inggris (Britania)). 2014-12-03. Diakses tanggal 2025-10-11.
  3. 1 2 3 Katolik, PEN@ (2013-11-02). "Film Pedibus Apostolorum melukiskan bahwa Kerajaan Allah harus dirasakan". Pen@ Katolik. Diakses tanggal 2025-10-11.
  4. ↑ admin (2020-04-10). "Taman Doa Romo Prennthaler Boro Jogja". JOGJAHITS.COM - Paket Wisata Jogja Hits Harga Murah 2025. Diakses tanggal 2025-10-11.
  5. ↑ Kita, Warta (2021-10-04). "Pentas Slawatan Katolik Meriahkan Hari Jadi Ke 94 Paroki Boro, Saatnya "Sumarah, Manembah Dan Gumregah"". Warta Kita. Diakses tanggal 2025-10-11.
  6. 1 2 3 4 5 6 "Jogja Budaya". jogjabudaya.jogjaprov.go.id. Diakses tanggal 2025-10-11.
  7. 1 2 3 4 5 Ranubaya, Fransesco Agnes (2022-07-05). "Jejak Misi Romo Prennthaler SJ di Perbukitan Menoreh: RS St. Yusup, Gereja St. Theresia Lisieux, TK-SD-SMP, Pertenunan, Panti Asuhan (2)". SESAWI.NET (dalam bahasa American English). Diakses tanggal 2025-10-11.
  8. 1 2 3 4 Kristiani, Hidangan Istimewa. "HIK - Hidangan Istimewa Kristiani: In Memoriam Romo FX. Satiman & Romo JB. Prennthaler". HIK - Hidangan Istimewa Kristiani. Diakses tanggal 2025-10-11.
  9. 1 2 3 4 "Menelusur Jejak-jejak Romo Prennthaler SJ di Perbukitan Menoreh". 2013-10-18. Diakses tanggal 2025-10-11.
  10. 1 2 3 "Terinspirasi Dengan Romo Prennthaler". Majalah DUTA (dalam bahasa American English). 2022-08-20. Diakses tanggal 2025-10-11.
  11. 1 2 3 "Mengenang Jejak Karya Romo Prennthaler, SJ di Kawasan Bukit Menoreh, Kulon Progo". KATOLIKANA (dalam bahasa American English). 2021-10-05. Diakses tanggal 2025-10-11.
  12. ↑ Katolikana (2024-11-25), "MENGAPA RAMA JB PRENNTHALER SJ DIMAKAMKAN DI TENGAH UMAT?", diakses tanggal 2025-10-11

Pranala luar

https://www.instagram.com/gereja.boro/?utm_source=ig_web_button_share_sheet

Paroki Santa Theresia Lisieux BoroKeuskupan Agung Semaranghttps://kas.or.id › paroki-di-kevikepan-yogyakarta-barat

GEREJA BOROYouTube · GEREJA BORO9,4 rb+ pengikut

pantiasuhanputrasantaPanti Asuhan Putra Sancta Maria BoroTutup https://www.instagram.com/pantiasuhanputrasanta/

pantiasuhanbrayatpinujiPanti Asuhan Putri Brayat Pinuji BoroTutup https://www.instagram.com/pantiasuhanbrayatpinuji/

Bagikan artikel ini

Share:

Daftar Isi

  1. Kehidupan awal
  2. Pendidikan dan misi rohani
  3. Karya Kerasulan di Menoreh
  4. Spiritualitas dan pendekatan misi
  5. Wafat dan warisan
  6. Referensi
  7. Pranala luar

Artikel Terkait

Peziarahan Prennthaler

Peziarahan Prennthaler adalah kompleks taman doa untuk mengenang karya misioner Romo Prennthaler yang berlokasi di perbukitan Menoreh, Kulon Progo, Daerah

Banjarasri, Kalibawang, Kulon Progo

desa di Kabupaten Kulon Progo, Yogyakarta

Sadrach

penyebar Injil Indonesia

Jakarta Aktual
Jakarta Aktual© 2026