Romo Johannes Baptist Prennthaler, S.J. atau dikenal sebagail Romo Prennt (lahir 18 April 1885 - meninggal 28 April 1946) adalah seorang imam Serikat Yesus (Jesuit) asal Austria yang dikenal sebagai misionaris Katolik di wilayah perbukitan Menoreh, Kulon Progo, Daerah Istimewa Yogyakarta. Ia dijuluki sebagai Rasul pejalan kaki (Pedibus Apostolorum) karena ciri khasnya mewartakan agama Katolik di perbukitan Menoreh dengan berjalan kaki, ia juga merupakan salah satu tokoh misionaris awal yang berperan penting dalam perkembangan karya pastoral Gereja Katolik diwilayah perdesaan Jawa bagian selatan pada awal abad ke-20.
Sumber: Lihat artikel asli di Wikipedia
Romo Johannes Baptist Prennthaler, S.J. atau dikenal sebagail Romo Prennt (lahir 18 April 1885 - meninggal 28 April 1946) adalah seorang imam Serikat Yesus (Jesuit) asal Austria yang dikenal sebagai misionaris Katolik di wilayah perbukitan Menoreh, Kulon Progo, Daerah Istimewa Yogyakarta. Ia dijuluki sebagai Rasul pejalan kaki (Pedibus Apostolorum) karena ciri khasnya mewartakan agama Katolik di perbukitan Menoreh dengan berjalan kaki, ia juga merupakan salah satu tokoh misionaris awal yang berperan penting dalam perkembangan karya pastoral Gereja Katolik diwilayah perdesaan Jawa bagian selatan pada awal abad ke-20.[1][2]
Karya pelayanannya kemudian diabadikan dalam sebuah film yang berjudul Pedibus Apostolorum. Film berdurasi 101 menit diproduksi oleh Komunikasi Sosial Keuskupan Agung Semarang (Komsos KAS) dan di sutradarai oleh Romo Agoeng Noegroho Pr.[3][4][5][2]
Johannes Baptist Prennthaler lahir pada tanggal 18 April 1885. Dia merupakan anak kedua dari enam bersaudara yang berasal dari keluarga petani di kawasan pegunungan Austria. Keluarga ini berkebangsaan Jerman, meskipun mereka berasal dari Tirol, Austria. Pada masa itu, sebagian besar warga Tirol berada dalam kemiskinan akut, sehingga mereka harus berjuang keras untuk sekedar bertahan hidup. Hal ini yang kelak menjadi motivasi bagi Prennthaler untuk melakukan misi rohani dan membantu masyarakat miskin.[1][6]
Sejak muda, Prennthaler menunjukan minat terhadap kehidupan religius. Ia aktif membantu kegiatan di gereja paroki setempat dan ia dikenal disiplin dalam berdoa. Dorongan spiritual ini kemudian membawanya untuk masuk ke dalam Serikat Yesus (Societas Jesu, SJ.), sebuah ordo religius yang dikenal dengan karya misi dan pendidikan.[1]
Pada 20 September 1904, Prennthaler muda memutuskan untuk bergabung dalam Ordo Serikat Yesus (SJ) di Lyon, Prancis. Di sana ia menjalani masa pembinaan rohani dan studi dasar dalam spiritualitas Ignasian.[1]
Setelah Menyelesaikan masa novisiat, ia sempat ditugaskan untuk mengemban Misi Yesuit di Suriah. Namun, karena dirinya pada saat itu memegang paspor Jerman, sehingga ia tidak bisa diberangkatkan karna pada masa itu menimbulkan kendala administratif dan politik antarnegara Eropa.[1]
Peristiwa itu tidak menghentikan semangat kerasulannya. Prennthaler kemudian mengetahui tentang karya misi Yesuit di Pulau Jawa, Hindia Belanda, melalui tulisan yang ia baca di majalah Jesuit. Ia tertarik dan mengajukan permohonan untuk bergabung dengan Provisi Yesuit Belanda, yang saat itu bertanggung jawab atas wilayah misi di Nusantara.[6][7]
Setelah mendapatkan izin dari Jendral Serikat Yesuit, Włodzimierz Ledóchowski, S.J., Prennthaler akhirnya dikirim ke Jawa pada tahun 1920. Ia memulai pelayanannya di wilayah Muntilan dan Menoreh, melanjutkan karya misionaris pendahulunya, Romo Frans van Lith, S.J.[3][1]
Romo Prennthaler mulai berkarya bersama Romo FX Satiman S.J di wilayah perbukitan Menoreh, yang meliputi daerah Boro dan sekitarnya di Kabupaten Kulon Progo. Wilayah ini saat itu masih terisolasi pada akses jalan terbatas dan kondisi masyarakat yang sederhana. Dalam tugasnya, ia tidak hanya berfokus pada pelayanan sakramental, tetapi juga pada pemberdayaan sosial dan pendidikan masyarakat setempat.[8]
Di bawah pengaruh dan bimbingannya, dibangun berbagai sarana pendukung kehidupan umat, termasuk gereja, sekolah, pertenunan, rumah sakit dan lembaga sosial seperti Panti Asuhan Sancta Maria dan Panti Asuhan Brayat Pinuji Boro yang kemudian menjadi salah satu karya yang nyata pelayanan sosial Gereja Katolik di daerah tersebut.[7][6][9][8]
Selain itu, Romo Prenthaler juga dikenal dengan masyarakat sekitar. Ia berusaha beradaptasi dengan kehidupan lokal, menggunakan bahasa Jawa dalam pelayanan pastoralnya, dan mendorong semangat gotong royong di antara umat. Pendekatan ini menjadikannya tokoh yang dihormati tidak hanya oleh umat Katolik, tetapi juga oleh masyarakat umum di wilayah Menoreh[9][1][8]
Dalam menjalankan misinya, Romo Prennthaler menekankan pelayanan yang sederhana dan bersahaja. Ia meneladani semangat dari Santo Ignasius Loyola dengan mengutamakan pendidikan iman dan pembentukan karakter umat. Pendekatannya memperhatikan nilai inkulturasi, dimana ajaran Katolik disampaikan dengan memperhatikan nilai-nilai budaya Jawa yang penuh kesederhanaan dan kekeluargaan.[10][11]
Pendekatan pastoralnya banyak berpengaruh pada generasi misionaris Jesuit berikutnya di Indonesia. Ia menjadi contoh tentang bagaimana seorang misionaris dapat menanamkan iman melalui kehadiran yang nyata di tengah masyarakat, bukan hanya melalui pewartaan verbal.[10][11]
Romo Johannes Baptist Prennthaler, S.J. meninggal dunia pada tanggal 28 April 1946. Ia dimakamkan di Boro atas permintaan umat setempat dan menjadikan salah satu dari tiga imam Jesuit yang dimakamkanrsama umat, dua diantaranya Mgr. Albertus Soegijapranata, S.J. dan Rm. Frans van Lith S.J.[3][2][6][7][12]
Warisan karyanya tetap hidup hingga kini melalui berbagai lembaga dan komunitas yang didirikannya. Di antaranya yang paling menonjol adalah:
Namanya dikenang oleh masyarakat Boro dan sekitarnya sebagai figur yang berperan besar dalam membentuk kehidupan sosial dan religius masyarakat Menoreh pada masa awal misi Katolik di wilayah tersebut.
https://www.instagram.com/gereja.boro/?utm_source=ig_web_button_share_sheet
GEREJA BOROYouTube · GEREJA BORO9,4 rb+ pengikut
pantiasuhanputrasantaPanti Asuhan Putra Sancta Maria BoroTutup https://www.instagram.com/pantiasuhanputrasanta/
pantiasuhanbrayatpinujiPanti Asuhan Putri Brayat Pinuji BoroTutup https://www.instagram.com/pantiasuhanbrayatpinuji/