The Tempest adalah drama karya William Shakespeare, kemungkinan ditulis pada tahun 1610–1611, dan dianggap sebagai salah satu drama terakhir yang ia tulis sendiri. Setelah adegan pertama, yang berlangsung di atas kapal di tengah laut saat badai, sisa drama berlatar di sebuah pulau terpencil, di mana Prospero, seorang penyihir, tinggal bersama putrinya Miranda, dan kedua pelayannya: Caliban, sosok monster buas, dan Ariel, roh yang baik. Drama ini berisi musik dan lagu yang membangkitkan semangat keajaiban di pulau tersebut. Cerita ini mengeksplorasi banyak tema, termasuk sihir, pengkhianatan, balas dendam, pengampunan, dan keluarga. Dalam Babak IV, sebuah pesta topeng pernikahan berfungsi sebagai sebuah drama dalam drama, dan memberikan tontonan, alegori, dan bahasa yang luhur.
Sumber: Lihat artikel asli di Wikipedia

Halaman judul bagian dalam Folio Pertama | |
| Penyunting | Edward Blount dan Isaac Jaggard |
|---|---|
| Pengarang | William Shakespeare |
| Negara | Inggris |
| Bahasa | Inggris |
| Genre | Komedi Shakespeare Tragikomedi |
The Tempest adalah drama karya William Shakespeare, kemungkinan ditulis pada tahun 1610–1611, dan dianggap sebagai salah satu drama terakhir yang ia tulis sendiri. Setelah adegan pertama, yang berlangsung di atas kapal di tengah laut saat badai, sisa drama berlatar di sebuah pulau terpencil, di mana Prospero, seorang penyihir, tinggal bersama putrinya Miranda, dan kedua pelayannya: Caliban, sosok monster buas, dan Ariel, roh yang baik. Drama ini berisi musik dan lagu yang membangkitkan semangat keajaiban di pulau tersebut. Cerita ini mengeksplorasi banyak tema, termasuk sihir, pengkhianatan, balas dendam, pengampunan, dan keluarga. Dalam Babak IV, sebuah pesta topeng pernikahan berfungsi sebagai sebuah drama dalam drama, dan memberikan tontonan, alegori, dan bahasa yang luhur.
Meskipun The Tempest tercantum dalam Folio Pertama sebagai komedi pertama Shakespeare, dan membahas tema-tema tragis dan komik, dan kritik modern telah menciptakan kategori romansa akhir untuk drama ini dan drama-drama Shakespeare lainnya yang ditulis di akhir masa kerjanya. The Tempest telah ditafsirkan secara luas pada abad-abad berikutnya. Tokoh utamanya, Prospero, telah diidentifikasi dengan Shakespeare, dengan penolakan Prospero terhadap sihir menandai perpisahan Shakespeare dengan panggung. Hal ini juga dipandang sebagai alegori tentang orang Eropa yang menjajah tanah asing.
Drama ini memiliki pengaruh yang beragam, menginspirasi para seniman di banyak negara dan budaya, di panggung dan layar lebar, dalam sastra, musik (terutama opera), dan seni visual.
Terjemahan ke dalam bahasa Indonesianya berjudul Prahara oleh Trisno Sumardjo.[1] Gramedia menerbitkan The Tempest pada tahun 1977 dengan judul Ferdinand dan Miranda.
Abad ke-16 di sebuah pulau di Laut Mediterania