Jakarta Aktual
Jakarta Aktual

Berita Aktual dan Faktual

Jakarta Aktual
Jakarta Aktual© 2026
Jakarta Aktual
Jakarta Aktual

Berita Aktual dan Faktual

BerandaWikiPopillia japonica
Artikel Wikipedia

Popillia japonica

Popillia japonica atau kumbang jepang adalah spesies kumbang yang di lingkungan asalnya di Jepang tidak dianggap sebagai hama karena adanya predator alami. Namun, di Amerika Utara dan beberapa bagian Eropa, serangga ini menjadi hama serius bagi sekitar 300 jenis tanaman, termasuk mawar, anggur, hop, bunga tasbih, bungur, bewuk, pohon linden, dan berbagai tanaman lainnya. Kumbang dewasa merusak tanaman dengan memakan bagian daun di antara uratnya sehingga daun tampak berkerangka, dan kadang juga menyerang buah. Sementara itu, larva yang hidup di bawah tanah merusak akar rumput. Spesies ini pertama kali dideskripsikan oleh ahli entomologi Inggris Edward Newman pada tahun 1841.

spesies serangga
Diperbarui 18 Januari 2026

Sumber: Lihat artikel asli di Wikipedia

Popillia japonica

Popillia japonica
Klasifikasi ilmiah Sunting klasifikasi ini
Kerajaan: Animalia
Filum: Arthropoda
Kelas: Insecta
Ordo: Coleoptera
Famili: Scarabaeidae
Genus: Popillia
Spesies:
P. japonica
Nama binomial
Popillia japonica
Newman, 1841

Popillia japonica atau kumbang jepang adalah spesies kumbang yang di lingkungan asalnya di Jepang tidak dianggap sebagai hama karena adanya predator alami. Namun, di Amerika Utara dan beberapa bagian Eropa, serangga ini menjadi hama serius bagi sekitar 300 jenis tanaman, termasuk mawar, anggur, hop, bunga tasbih, bungur, bewuk, pohon linden, dan berbagai tanaman lainnya. Kumbang dewasa merusak tanaman dengan memakan bagian daun di antara uratnya sehingga daun tampak berkerangka, dan kadang juga menyerang buah. Sementara itu, larva yang hidup di bawah tanah merusak akar rumput. Spesies ini pertama kali dideskripsikan oleh ahli entomologi Inggris Edward Newman pada tahun 1841.[1][2]

Deskripsi

Kumbang P. japonica dewasa memiliki panjang sekitar 15 mm dan lebar 10 mm. Tubuhnya ditandai dengan elitra berwarna tembaga mengilap serta kepala dan toraks berwarna hijau metalik. Di sepanjang sisi tubuh, terlihat deretan jumbai rambut putih seperti bintik yang muncul dari bawah penutup sayap. Jantan umumnya sedikit lebih kecil dibandingkan betina. Larvanya berwarna putih dan biasanya berada dalam posisi melengkung, dengan panjang sekitar 2,5 cm.[3][4]

Persebaran

Popillia japonica berasal dari Jepang, tetapi menjadi spesies invasif di Amerika Utara dan Eropa. Catatan pertama kemunculannya di Amerika Serikat tercatat pada tahun 1916 di sebuah pembibitan dekat Riverton, New Jersey. Larvanya diyakini masuk ke negara tersebut melalui kiriman umbi iris sebelum pemeriksaan komoditas diberlakukan pada tahun 1912. Pada tahun 2015, hanya sembilan negara bagian di wilayah barat AS yang masih bebas dari keberadaan kumbang ini. Serangga tersebut juga beberapa kali terdeteksi di bandara pantai barat sejak 1940-an. Meskipun hanya tiga ekor ditemukan di Negara Bagian Washington pada tahun 2020, jumlahnya meningkat drastis menjadi lebih dari 20.000 individu di Grandview saja antara akhir Juni hingga 3 September 2021.[5][6] Di Kanada, kumbang jepang pertama kali tercatat pada tahun 1939 ketika serangga tersebut tanpa sengaja terbawa oleh wisatawan melalui feri menuju Yarmouth, Nova Scotia, dari Maine. Pada tahun yang sama, tiga ekor dewasa lainnya tertangkap di Yarmouth dan tiga lagi ditemukan di Lacolle, Quebec bagian selatan.[7]

Referensi

  1. ↑ "Japanese beetle – Popillia japonica". entnemdept.ufl.edu. Diakses tanggal 26 November 2025.
  2. ↑ "ITIS - Report: Popillia japonica". www.itis.gov. Diakses tanggal 26 November 2025.
  3. ↑ Potter, M.F.; Potter, D.A.; Townsend, L.H. (January 2006). Japanese Beetles in the Urban Landscape (Report). University of Kentucky, College of Agriculture.
  4. ↑ Managing the Japanese Beetle: A Homeowner's Handbook (PDF). U.S. Department of Agriculture, Animal and Plant Health Inspection Service. August 2015.[halaman dibutuhkan]
  5. ↑ "Japanese Beetle Ravages". Reading Eagle. 22 July 1923. hlm. 26. Diarsipkan dari versi aslinya tanggal 6 July 2020. Diakses tanggal 26 November 2025.
  6. ↑ "Japanese beetle count passes 20,000". WSDA AgBriefs. 3 September 2021. Diarsipkan dari versi aslinya tanggal 2021-09-16.[rujukan terbitan sendiri]
  7. ↑ "Popillia Japonica (Japanese Beetle) – Fact Sheet". Canadian Food Inspection Agency. 19 February 2014. Diarsipkan dari asli tanggal 4 December 2010. Diakses tanggal 26 November 2025.
Basis data pengawasan otoritas: Nasional Sunting di Wikidata
  • Israel
Pengidentifikasi takson
Popillia japonica
  • Wikidata: Q1683382
  • Wikispecies: Popillia japonica
  • BioLib: 243589
  • BOLD: 71356
  • BugGuide: 473
  • CoL: 4LV2Q
  • EoL: 2866900
  • EPPO: POPIJA
  • EUNIS: 266386
  • Fauna Europaea: 247269
  • Fauna Europaea (new): cfdd72e2-c30c-46f1-9a89-e093d9900140
  • GBIF: 4425774
  • iNaturalist: 67760
  • ISC: 43599
  • ITIS: 928929
  • NatureServe: 2.747779
  • NBN: NHMSYS0021109775
  • NCBI: 7064
  • Observation.org: 546917
  • Open Tree of Life: 243703
  • Plazi: 82A1C2FB-BF6C-AF65-869B-377578319CF0
  • ZooBank: 46897A73-23DA-43A3-BA7E-CF355430D2FC

Bagikan artikel ini

Share:

Daftar Isi

  1. Deskripsi
  2. Persebaran
  3. Referensi

Artikel Terkait

Serangga

kelas hewan dalam filum Artropoda

Serangga sisik

kira-kira 8,000 spesies serangga sisik. Kadang-kadang serangga sisik dijumpai hidup secara simbiosis dengan semut. Famili utama serangga sisik antara lain:

Morfologi serangga

Morfologi serangga adalah ilmu yang menekuni serta mendeskripsikan tubuh serangga. Terminologi ini digunakan untuk mendeskripsikan serangga memiliki kemiripan

Jakarta Aktual
Jakarta Aktual© 2026