Popillia japonica atau kumbang jepang adalah spesies kumbang yang di lingkungan asalnya di Jepang tidak dianggap sebagai hama karena adanya predator alami. Namun, di Amerika Utara dan beberapa bagian Eropa, serangga ini menjadi hama serius bagi sekitar 300 jenis tanaman, termasuk mawar, anggur, hop, bunga tasbih, bungur, bewuk, pohon linden, dan berbagai tanaman lainnya. Kumbang dewasa merusak tanaman dengan memakan bagian daun di antara uratnya sehingga daun tampak berkerangka, dan kadang juga menyerang buah. Sementara itu, larva yang hidup di bawah tanah merusak akar rumput. Spesies ini pertama kali dideskripsikan oleh ahli entomologi Inggris Edward Newman pada tahun 1841.
Sumber: Lihat artikel asli di Wikipedia

| Popillia japonica | |
|---|---|
| Klasifikasi ilmiah | |
| Kerajaan: | Animalia |
| Filum: | Arthropoda |
| Kelas: | Insecta |
| Ordo: | Coleoptera |
| Famili: | Scarabaeidae |
| Genus: | Popillia |
| Spesies: | P. japonica |
| Nama binomial | |
| Popillia japonica Newman, 1841 | |
Popillia japonica atau kumbang jepang adalah spesies kumbang yang di lingkungan asalnya di Jepang tidak dianggap sebagai hama karena adanya predator alami. Namun, di Amerika Utara dan beberapa bagian Eropa, serangga ini menjadi hama serius bagi sekitar 300 jenis tanaman, termasuk mawar, anggur, hop, bunga tasbih, bungur, bewuk, pohon linden, dan berbagai tanaman lainnya. Kumbang dewasa merusak tanaman dengan memakan bagian daun di antara uratnya sehingga daun tampak berkerangka, dan kadang juga menyerang buah. Sementara itu, larva yang hidup di bawah tanah merusak akar rumput. Spesies ini pertama kali dideskripsikan oleh ahli entomologi Inggris Edward Newman pada tahun 1841.[1][2]
Kumbang P. japonica dewasa memiliki panjang sekitar 15 mm dan lebar 10 mm. Tubuhnya ditandai dengan elitra berwarna tembaga mengilap serta kepala dan toraks berwarna hijau metalik. Di sepanjang sisi tubuh, terlihat deretan jumbai rambut putih seperti bintik yang muncul dari bawah penutup sayap. Jantan umumnya sedikit lebih kecil dibandingkan betina. Larvanya berwarna putih dan biasanya berada dalam posisi melengkung, dengan panjang sekitar 2,5 cm.[3][4]
Popillia japonica berasal dari Jepang, tetapi menjadi spesies invasif di Amerika Utara dan Eropa. Catatan pertama kemunculannya di Amerika Serikat tercatat pada tahun 1916 di sebuah pembibitan dekat Riverton, New Jersey. Larvanya diyakini masuk ke negara tersebut melalui kiriman umbi iris sebelum pemeriksaan komoditas diberlakukan pada tahun 1912. Pada tahun 2015, hanya sembilan negara bagian di wilayah barat AS yang masih bebas dari keberadaan kumbang ini. Serangga tersebut juga beberapa kali terdeteksi di bandara pantai barat sejak 1940-an. Meskipun hanya tiga ekor ditemukan di Negara Bagian Washington pada tahun 2020, jumlahnya meningkat drastis menjadi lebih dari 20.000 individu di Grandview saja antara akhir Juni hingga 3 September 2021.[5][6] Di Kanada, kumbang jepang pertama kali tercatat pada tahun 1939 ketika serangga tersebut tanpa sengaja terbawa oleh wisatawan melalui feri menuju Yarmouth, Nova Scotia, dari Maine. Pada tahun yang sama, tiga ekor dewasa lainnya tertangkap di Yarmouth dan tiga lagi ditemukan di Lacolle, Quebec bagian selatan.[7]