Pop Mart adalah sebuah perusahaan mainan asal Tiongkok. Perusahaan ini dikenal karena menjual mainan 'rancangan desainer' yang dapat dikoleksi, dan sering dijual dalam format 'kotak buta'.
Sumber: Lihat artikel asli di Wikipedia

Mesin penjual otomatis Pop Mart di Melbourne, Victoria | |
| Kode emiten | HKG:9992 |
|---|---|
| Industri | Industri mainan |
| Pendiri | Wang Ning |
| Kantor pusat | , |
Wilayah operasi | Global |
| Total ekuitas | 25.092 miliar (2023) |
| Situs web | www |
Pop Mart adalah sebuah perusahaan mainan asal Tiongkok. Perusahaan ini dikenal karena menjual mainan 'rancangan desainer' yang dapat dikoleksi, dan sering dijual dalam format 'kotak buta'.[1][2]
Perusahaan ini didirikan pada tahun 2010 oleh Wang Ning.[3] Kemudian, perusahaan ini terdaftar di bursa saham Hong Kong pada tahun 2020.[4]
Di Tiongkok, mainan mereka dijual dengan harga rata-rata antara 59 dan 69 RMB dalam format 'kotak buta' yang diyakini 'mendorong pembelian berulang dari pelanggan yang ingin mendapatkan barang paling langka'.[1][5] Demografi pelanggan mereka di Tiongkok biasanya adalah kaum remaja dan dewasa muda yang mapan.[6]
Perusahaan ini memiliki jenis gerai yang dikelola manual oleh staf, serta ada juga yang berupa mesin penjual dan dikenal sebagai 'roboshop'.[7][8] Pada bulan Desember 2021, 'Pop Mart Global' dibuka di Amerika Serikat.[9]
Keberhasilan perusahaan ini telah membuat banyak perusahaan mainan di negara Tiongkok yang meniru konsep 'kotak buta'.[10]
Salah satu seri produk mereka yang bernama Labubu, sempat viral kala tahun 2024 lantaran Lisa Blackpink sempat mengunggah fotonya memegang boneka tersebut pada akun Instagramnya.[11] Di Indonesia sendiri, gerai Pop Mart yang berada di Gandaria City Jakarta pun dibanjiri pengunjung yang datang membludak akibat fenomena tersebut.[12]
The company is known for its trademark "blind boxes", which contain an unidentified character and sell for Rmb59-Rmb69 each.
Launched in 2010, Pop Mart has been credited with creating the market for so-called designer toys and last year made gross profits of Rmb2.8bn ($424mn). The company has 288 outlets and more than 1,800 vending machines known as "roboshops" in China and earned Rmb4.5bn in revenue last year.
The company's founder and CEO, Wang Ning, saw his own wealth nearly triple in 2020.
The trend catapulted Pop Mart to a $676mn listing in Hong Kong in December 2020, giving it a market capitalisation of $7bn.
But the group's revenue growth slowed in the six months to December 31, with sales 60.3 per cent higher year on year compared with 116.8 per cent growth in the previous six months. Its shares are now trading below their offer price.
Pop Mart's typical customers are China's increasingly affluent teenagers and young adults.
The company has 288 outlets and more than 1,800 vending machines known as "roboshops" in China and earned Rmb4.5bn in revenue last year.
In December of the same year, Pop Mart's app "Pop Mart Global" was officially launched in the U.S. with its main functions including an online shopping mall and community. Users can purchase products directly through the application and share their experience while interacting with the community.
Just about every major company operating in China – from Xiaomi to McDonald's – has attempted a blind box marketing ploy in one form or another. But certain brands build their entire business model around blind boxes, and chief among these is the toy brand Pop Mart.