Pondok Pesantren Syaichona Cholil Balikpapan adalah pondok pesantren 'ashriyah yang terletak di Jalan Mulawarman No. 59 RT. 10 Kelurahan Sepinggan, Kecamatan Balikpapan Selatan, Kota Balikpapan, Kalimantan Timur. Pesantren ini dikelola oleh keturunan Syaichona Cholil Bangkalan dan menjadi bagian dari jaringan Pondok Pesantren Syaichona Cholil Bangkalan, Madura, Jawa Timur.
Sumber: Lihat artikel asli di Wikipedia
Pondok Pesantren Syaichona Cholil Balikpapan adalah pondok pesantren 'ashriyah yang terletak di Jalan Mulawarman No. 59 RT. 10 Kelurahan Sepinggan, Kecamatan Balikpapan Selatan, Kota Balikpapan, Kalimantan Timur. Pesantren ini dikelola oleh keturunan Syaichona Cholil Bangkalan dan menjadi bagian dari jaringan Pondok Pesantren Syaichona Cholil Bangkalan, Madura, Jawa Timur.
Pondok Pesantren Syaichona Cholil Balikpapan mulai berdiri tahun 1990 setelah kepulangan KH. Muhammad Ali Cholil dari mendalami ilmu agama Islam.
Pada mulanya, langkah awal perjuangan KH. Muhammad Ali Cholil di dalam menyebarkan dakwah dan ajaran agama, dimulai dengan mendirikan masjid di Samarinda, Kalimantan Timur. Namun, dalam perkembangannya, ia pindah ke Kota Balikpapan. Di Kota Balikpapan, ia membangun masjid dan lembaga pendidikan pondok pesantren modern di lahan seluas 5 hektar. Pesantren tersebut diberi nama Pondok Pesantren Syaichona Cholil. Sedangkan masjid yang berada di dalam kawasan pesantren tersebut diberi nama Masjid Al-Haramain. Semuanya berada dibawah naungan Yayasan Pendidikan Islam Syaichona Cholil.
Nama Syaichona Cholil diadobsi dari nama tokoh Islam terkenal yang berjiwa mandiri dan tinggi nilai keimanan dan ketakwaannya yaitu Syaichona Cholil Bangkalan, yang tidak lain adalah leluhur dari KH. Ali Cholil sendiri.[1]
Seiring dengan perkembangannya, jaringan Pondok Pesantren Syaichona Cholil Balikpapan menyebar di seluruh Kalimantan Timur, seperti Samarinda, Penajam Paser Utara dan lain sebagiannya.
Pondok Pesantren Syaichona Cholil Balikpapan diasuh oleh KH. Muhammad Ali Cholil. Lahir 8 Agustus 1967 dan berasal dari Bangkalan Madura. Ia pernah menimba ilmu di Pondok Pesantren Salafiyah Syafi'iyyah Situbondo, kemudian melanjutkan ke Makkah Arab Saudi pada tahun 1989.[2]
Selain tokoh pesantren, KH. Muhammad Ali Cholil juga tokoh bagi masyarakat Madura di Balikpapan, khususnya yang tergabung di dalam Badan Koordinasi Masyarakat Madura (BASMARA) dan komunitas Madura lainnya di Kalimantan Timur. Ia juga tokoh kharismatik Nahdlatul Ulama di Balikpapan.
Pondok Pesantren Syaichona Cholil Balikpapan memiliki unit-unit pendidikan, baik formal maupun non-formal.[3]
Fasilitas Penunjang antara lain: Masjid dan Mushalla Gedung Sekolah (TK, MI, SMP, SMA, SMK dan STIBA), Laboratorium Komputer, Sarana Olahraga, Perpustakaan, Lahan Praktik (SMK Pertanian), Toko/Kantin, gedung Asrama Putra-Putri, dan lain sebagainya.
Program ekstrakurikuler meliputi Marching Band, Pramuka, Maulid Habsyi, Pencak Silat Pagar NUSA, Kaligrafi, Tilawah, Pidato 3 Bahasa (Indonesia, Inggris, Arab), Hasta Karya dan lainnya.
Pondok Pesantren Syaichona Cholil mengajarkan kitab-kitab pesantren salaf Ahlussunnah wal Jama'ah yang berbasis Nahdlatul Ulama. keberadaan Pondok Pesantren Syaichona Cholil Balikpapan memperkuat jaringan pesantren NU Balikpapan, selain adanya pesantren lainnya yang berafiliasi ke NU di Balikpapan.