Polikresulen adalah produk polikondensasi asam meta-kresolsulfonat dan fenol. Ini digunakan sebagai hemostatik topikal dan antiseptik pada infeksi dan lesi lain pada membran mukosa seperti infeksi ginekologi, wasir dubur, serta bisul di rongga mulut termasuk sariawan. Di beberapa negara dipasarkan dengan nama dagang Albothyl atau Polilen (Taiwan), atau Faktu.
Sumber: Lihat artikel asli di Wikipedia

| Data klinis | |
|---|---|
| Nama dagang | Albothyl, Medisio |
| AHFS/Drugs.com | International Drug Names |
| Rute pemberian | topikal |
| Kode ATC | |
| Pengenal | |
| Nomor CAS | |
| PubChem CID | |
| ChemSpider |
|
| UNII | |
| CompTox Dashboard (EPA) | |
| Data sifat kimia dan fisik | |
| Rumus | (C9H8O4S)n |
| Massa molar | variabel |
| | |
Polikresulen adalah produk polikondensasi asam meta-kresolsulfonat dan fenol.[1] Ini digunakan sebagai hemostatik topikal dan antiseptik[2] pada infeksi dan lesi lain pada membran mukosa seperti infeksi ginekologi, wasir dubur, serta bisul di rongga mulut termasuk sariawan. Di beberapa negara dipasarkan dengan nama dagang Albothyl (yang ditarik oleh BPOM pada tahun 2018 karena efek samping untuk penanganan sariawan)[3] atau Polilen (Taiwan), atau Faktu (kombinasi dengan sinkokain).
Polikresulen digunakan dalam pengobatan infeksi ginekologi sejak tahun 1950an.[4] Kisaran aplikasinya segera diperluas hingga mencakup terapi membran mukosa dan lesi kulit lainnya. Mekanisme kerjanya ada dua: selain efek antiseptiknya, polikresulen mendorong koagulasi selektif jaringan nekrotik dan perubahan patologis sambil membiarkan jaringan sehat tetap utuh. Pelepasan jaringan nekrotik disertai dengan reepitelisasi jaringan luka mukosa (atau dermal).[1]