Dalam elektrodinamika, polarisasi elips adalah polarisasi radiasi elektromagnetik sedemikian rupa sehingga ujung vektor medan listrik menggambarkan elips pada bidang tetap apa pun yang berpotongan, dan tegak lurus, dengan arah rambat. Gelombang terpolarisasi elips dapat diuraikan menjadi dua gelombang terpolarisasi linier dalam kuadratur fase, dengan bidang polarisasinya tegak lurus satu sama lain. Karena medan listrik dapat berputar searah jarum jam atau berlawanan arah jarum jam saat merambat, gelombang terpolarisasi elips menunjukkan kiralitas.
Sumber: Lihat artikel asli di Wikipedia
Dalam elektrodinamika, polarisasi elips adalah polarisasi radiasi elektromagnetik sedemikian rupa sehingga ujung vektor medan listrik menggambarkan elips pada bidang tetap apa pun yang berpotongan, dan tegak lurus, dengan arah rambat. Gelombang terpolarisasi elips dapat diuraikan menjadi dua gelombang terpolarisasi linier dalam kuadratur fase, dengan bidang polarisasinya tegak lurus satu sama lain. Karena medan listrik dapat berputar searah jarum jam atau berlawanan arah jarum jam saat merambat, gelombang terpolarisasi elips menunjukkan kiralitas.
Polarisasi sirkular dan polarisasi linier dapat dianggap sebagai kasus khusus dari polarisasi elips. Terminologi ini diperkenalkan oleh Augustin-Jean Fresnel pada tahun 1822, sebelum sifat elektromagnetik gelombang cahaya diketahui.[1]
Tiga jenis polarisasi antena utama adalah Linear, Sirkular, dan Elips. Polarisasi linear melibatkan medan listrik yang berosilasi dalam satu garis lurus (baik vertikal maupun horizontal). Polarisasi sirkular menggambarkan gelombang yang medan listriknya berputar dalam lintasan heliks, dan dapat ke kanan atau ke kiri. Polarisasi elips adalah kombinasi linear dan sirkular, di mana medan listriknya mengikuti lintasan elips.