Jakarta Aktual
Jakarta Aktual

Berita Aktual dan Faktual

Jakarta Aktual
Jakarta Aktual© 2026
Jakarta Aktual
Jakarta Aktual

Berita Aktual dan Faktual

Kembali ke Wiki
Artikel Wikipedia

Plessy v. Ferguson

Plessy v. Ferguson, 163 US 537 (1896), adalah putusan penting dari Mahkamah Agung AS yang menyatakan bahwa undang-undang segregasi rasial tidak melanggar Konstitusi AS selama fasilitas untuk setiap ras adalah sama kualitasnya, sebuah doktrin hukum yang kemudian dikenal sebagai "terpisah tetapi setara". Putusan tersebut melegitimasi banyak undang-undang negara bagian yang menetapkan segregasi rasial yang sebelumnya telah disahkan di Amerika Serikat bagian Selatan setelah berakhirnya Era Rekonstruksi (1865–1877).

Wikipedia article
Diperbarui 12 April 2026

Sumber: Lihat artikel asli di Wikipedia

Plessy v. Ferguson
Mahkamah Agung Amerika Serikat
Disidangkan pada April 13, 1896
Diputus pada May 18, 1896
Nama lengkap kasusHomer A. Plessy v. John H. Ferguson
Kutipan163 U.S. 537 (lanjut)
Versi sebelumnyaEx parte Plessy, 11 So. 948 (La. 1892)
Versi selanjutnyaNone
Amar putusan
Penyediaan layanan swasta "terpisah tetapi setara" yang diamanatkan oleh pemerintah negara bagian adalah konstitusional di bawah Ketentuan Perlindungan Setara.
Hakim yang memutus
Pendapat
MayoritasBrown, bersama Fuller, Field, Gray, Shiras, White, Peckham
MenolakHarlan
Brewer tidak turut memberi pertimbangan dan mengambil keputusan.
Dasar hukum
Amendemen Konstitusi Amerika Serikat XIII, XIV; Separate Car Act (1890), hlm. 152, § 1
Dibatalkan oleh putusan
(de facto) Brown v. Board of Education, 347 U.S. 483 (1954), and putusan-putusan selanjutnya[1]

Plessy v. Ferguson, 163 US 537 (1896), adalah putusan penting dari Mahkamah Agung AS yang menyatakan bahwa undang-undang segregasi rasial tidak melanggar Konstitusi AS selama fasilitas untuk setiap ras adalah sama kualitasnya, sebuah doktrin hukum yang kemudian dikenal sebagai "terpisah tetapi setara" (separate but equal).[2][3] Putusan tersebut melegitimasi banyak undang-undang negara bagian yang menetapkan segregasi rasial yang sebelumnya telah disahkan di Amerika Serikat bagian Selatan setelah berakhirnya Era Rekonstruksi (1865–1877).

Kasus yang mendasarinya dimulai pada tahun 1892 ketika Homer Plessy, seorang warga ras campuran New Orleans, dengan sengaja melanggar Undang-Undang Gerbong Terpisah Louisiana 1890 (Separate Car Act), yang mengharuskan akomodasi kereta api "terpisah tetapi setara" untuk penumpang kulit putih dan non-kulit putih. Plessy didakwa telah menaiki gerbong "khusus untuk orang kulit putih". Pengacaranya kemudian mengajukan permohonan kepada Hakim John Howard Ferguson untuk menyatakan gugatan tersebut tidak dapat diterima dengan alasan bahwa undang-undang tersebut tidak konstitusional. Hakim Ferguson menolak permohonan Plessy, dan kemudian Mahkamah Agung Louisiana menguatkan putusan Ferguson. Plessy kemudian mengajukan banding ke Mahkamah Agung AS.

Pada bulan Mei 1896, Mahkamah Agung mengeluarkan keputusan 7-1 terhadap Plessy, memutuskan bahwa hukum Louisiana tidak melanggar Amendemen Keempat Belas Konstitusi AS dan menyatakan bahwa meskipun Amendemen Keempat Belas menetapkan kesetaraan hukum kulit putih dan kulit hitam, hal itu tidak dan tidak bisa mengharuskan penghapusan semua "perbedaan berdasarkan warna kulit". Pengadilan menolak argumen pengacara Plessy bahwa undang-undang Louisiana secara implisit menyatakan bahwa orang kulit hitam adalah berstatus lebih rendah, dan memberikan keleluasaan kepada badan legislatif negara bagian Amerika untuk membuat undang-undang yang mengatur kesehatan, keselamatan, dan moral—"kekuatan polisi"—dan untuk menentukan kewajaran undang-undang yang mereka buat. Hakim John Marshall Harlan adalah satu-satunya yang berbeda dalam putusan ini. Dia menyatakan bahwa Konstitusi AS "buta warna, dan tidak mengenal atau mentolerir kelas-kelas di antara warga negara", dan oleh karena itu pembedaan hukum atas ras penumpang seharusnya dianggap tidak konstitusional.

Putusan Plessy secara luas dianggap sebagai salah satu keputusan terburuk dalam sejarah Mahkamah Agung AS.[4] Meski begitu, putusan tersebut tidak pernah secara eksplisit dibatalkan oleh putusan Mahkamah Agung AS lainnya.[5] Namun, serangkaian putusan pengadilan kemudian (dimulai dengan keputusan Brown v. Board of Education) menyatakan bahwa doktrin "terpisah tetapi setara" adalah tidak konstitusional dalam konteks sekolah umum dan fasilitas pendidikan. Putusan ini sangat melemahkan Plessy sampai-sampai dianggap bahwa Plessy telah dibatalkan secara de facto.[6]

Referensi

  1. ↑ Schauer (1997), hlm. 280.
  2. ↑ Nowak & Rotunda (2012).
  3. ↑ Groves, Harry E. (1951). "Separate but Equal—The Doctrine of Plessy v. Ferguson". Phylon. 12 (1): 66–72. doi:10.2307/272323. JSTOR 272323.
  4. ↑ Amar (2011); Epstein (1995).
  5. ↑ Lofgren (1987).
  6. ↑ Schauer (1997).

Daftar pustaka

  • Aleinikoff, T. Alexander (1992). "Re-Reading Justice Harlan's Dissent in Plessy v. Ferguson: Freedom, Antiracism, and Citizenship". University of Illinois Law Review (4): 961–78.
  • Amar, Akhil Reed (2011). "Plessy v. Ferguson and the Anti-Canon". Pepperdine Law Review. 39 (1): 75–90.
  • Chemerinsky, Erwin (2014). The Case Against the Supreme Court. New York: Penguin Books. ISBN 978-0-14-312800-7. Pemeliharaan CS1: Status URL (link)
  • Chemerinsky, Erwin (2019). Constitutional Law: Principles and Policies (Edisi 6th). New York: Wolters Kluwer. ISBN 978-1-4548-9574-9. Pemeliharaan CS1: Status URL (link)
  • Chin, Gabriel J. (1996). "The Plessy Myth: Justice Harlan and the Chinese Cases". Iowa Law Review. 82: 151–182. doi:10.17077/0021-065X.4551. SSRN 1121505.
  • Elliott, Mark (2006). Color-Blind Justice: Albion Tourgée and the Quest for Racial Equality from the Civil War to Plessy v. Ferguson. New York: Oxford University Press. ISBN 0-19-518139-5. Pemeliharaan CS1: Status URL (link)
  • Epstein, Richard A. (1995). Forbidden Grounds: The Case Against Employment Discrimination Laws. Cambridge, Massachusetts: Harvard University Press. ISBN 0-6743-0809-3. Pemeliharaan CS1: Status URL (link)
  • Fireside, Harvey (2004). Separate and Unequal: Homer Plessy and the Supreme Court Decision That Legalized Racism. New York: Carroll & Graf. ISBN 0-7867-1293-7. Pemeliharaan CS1: Status URL (link)
  • Larson, Edward J. (2011). "Anti-Canonical Considerations". Pepperdine Law Review. 39 (1): 1–12.
  • Lofgren, Charles A. (1987). The Plessy Case: A Legal-Historical Interpretation. New York: Oxford University Press. ISBN 978-0-19-505684-6. Pemeliharaan CS1: Status URL (link)
  • Medley, Keith Weldon (2003). We As Freemen: Plessy v. Ferguson. Gretna LA: Pelican. ISBN 1-58980-120-2. Pemeliharaan CS1: Status URL (link) Review
  • Nowak, John E.; Rotunda, Ronald D. (2012). Treatise on Constitutional Law: Substance and Procedure (Edisi 5th). Eagan, Minnesota: West Thomson/Reuters. OCLC 798148265. Pemeliharaan CS1: Status URL (link)
  • Schauer, Frederick (1997). "Generality and Equality". Law and Philosophy. 16 (3): 279–97. doi:10.2307/3504874. JSTOR 3504874.
  • Thomas, Brook (1997). Plessy v. Ferguson: A Brief History with Documents. Boston: Bedford Books. ISBN 978-0-312-14997-0. Pemeliharaan CS1: Status URL (link)
  • Tushnet, Mark (2008). I Dissent: Great Opposing Opinions in Landmark Supreme Court Cases. Boston: Beacon Press. hlm. 69–80. ISBN 978-0-8070-0036-6. Pemeliharaan CS1: Status URL (link)


Ikon rintisan

Artikel bertopik hukum ini adalah sebuah rintisan. Anda dapat membantu Wikipedia dengan mengembangkannya.

  • l
  • b
  • s

Bagikan artikel ini

Share:

Daftar Isi

  1. Referensi
  2. Daftar pustaka

Artikel Terkait

Brown v. Board of Education

membalikkan putusan Mahkamah Agung AS pada tahun 1896 dalam perkara Plessy v. Ferguson dengan menyatakan bahwa doktrin hukum "terpisah tetapi setara" adalah

Gerakan Hak-Hak Sipil Afrika-Amerika (1955-1968)

doktrin "terpisah tetapi sederajat" yang terbentuk setelah kasus Plessy v. Ferguson. Situasi orang kulit hitam di luar negara-negara Selatan agak lebih

Aturan satu tetes

aturan yang diterapkan untuk mendiskriminasi ras

Jakarta Aktual
Jakarta Aktual© 2026