Jakarta Aktual
Jakarta Aktual

Berita Aktual dan Faktual

Jakarta Aktual
Jakarta Aktual© 2026
Jakarta Aktual
Jakarta Aktual

Berita Aktual dan Faktual

Kembali ke Wiki
Artikel Wikipedia

Pleret, Bantul

Pleret adalah sebuah kapanéwon di Kabupaten Bantul, Provinsi Daerah Istimewa Yogyakarta, Indonesia, terletak sekitar 13 km dari ibu kota Kabupaten Bantul. Kapanéwon ini terbagi kepada 5 kalurahan dan 47 pedukuhan. Sebagian besar penduduknya bermata pencaharian petani. Saat terjadi gempa bumi Yogyakarta pada 27 Mei 2006, kapanéwon ini kehilangan 684 jiwa sehingga merupakan kapanéwon dengan korban jiwa terbanyak di Bantul.

kecamatan di Kabupaten Bantul, Yogyakarta
Diperbarui 18 Januari 2026

Sumber: Lihat artikel asli di Wikipedia

Pleret, Bantul
"Plered" dan "Pleret" menuju ke artikel ini. Untuk kegunaan lainnya, lihat Plered (disambiguasi) dan Pleret (disambiguasi).
Kapanewon in Daerah Istimewa YogyakartaTemplat:SHORTDESC:Kapanewon in Daerah Istimewa Yogyakarta
Pleret
Kapanewon
Peta lokasi Kapanewon Pleret
Peta lokasi Kapanewon Pleret
Negara Indonesia
ProvinsiDaerah Istimewa Yogyakarta
KabupatenBantul
Pemerintahan
 • PanewuSunarto, SH
Populasi
 • Total34,020 jiwa
Kode Kemendagri34.02.13 Suntingan nilai di Wikidata
Kode BPS3402110 Suntingan nilai di Wikidata
Luas22,97 km²
Kepadatan8.163 jiwa/km²
Desa/kelurahan5
Peta
Wikipedia | Kode sumber | Tata penggunaan
Tampilkan peta yang diperbesar
Tampilkan peta yang diperkecil
Tampilkan peta penuh
Koordinat:
  • 7°51′59.807″S 110°24′26.601″E / 7.86661306°S 110.40738917°E / -7.86661306; 110.40738917
  • 7°52′44″S 110°25′19″E / 7.87889°S 110.42194°E / -7.87889; 110.42194
Penyerbuan Pleret oleh Belanda pada masa Perang Diponegoro (gambar dibuat tahun 1900 oleh G. Kepper)
Pemandangan alam di sekitar bekas Pabrik Gula Kedaton Pleret pada masa Hindia Belanda.

Pleret (bahasa Jawa: ꦥ꧀ꦭꦺꦫꦺꦢ꧀code: jv is deprecated , translit. Plèrèd) adalah sebuah kapanéwon di Kabupaten Bantul, Provinsi Daerah Istimewa Yogyakarta, Indonesia, terletak sekitar 13 km dari ibu kota Kabupaten Bantul. Kapanéwon ini terbagi kepada 5 kalurahan dan 47 pedukuhan. Sebagian besar penduduknya bermata pencaharian petani. Saat terjadi gempa bumi Yogyakarta pada 27 Mei 2006, kapanéwon ini kehilangan 684 jiwa (data 30/05/06) sehingga merupakan kapanéwon dengan korban jiwa terbanyak di Bantul.

Kapanéwon Pleret sangat khas dengan wisata kulinernya, yang terkenal adalah sate klatak. sate ini kini bukan hanya menjadi ikon Pleret, tetapi sudah menjadi ikon D.I. Yogyakarta. Sate klatak sendiri adalah sate yang dimasak tanpa bumbu, dan dimakan dengan kuah. Pusat dari kuliner sate klatak berada di sepanjang Jalan Imogiri Timur sebelah utara perempatan Jejeran dan juga di Pasar Wonokromo di sebelah selatan perempatan Jejeran.

Tradisi juga sangat kental di daerah ini, di antaranya yang paling terkenal adalah Rabu Pungkasan. Rabu Pungkasan adalah festival tradisional yang diadakan setiap hari Rabu terakhir di bulan Safar(Bulan Jawa). Tradisi ini awalnya diadakan untuk menyambut para tamu KH Faqih, seorang pendiri desa Wonokromo yang terkenal dengan pengobatannya, yang berdatangan untuk berobat. pengobatan itu berupa kungkum(berendam) di pertemuan Kali Opak dan Kali Gajahwong. Makanan khas yang dihidangkan saat Rabu Pungkasan adalah lemper, sehingga sebagai penutupan upacara Rabu Pungkasan tersebut, diarak sebuah lemper raksasa untuk kemudian dibagikan kepada warga.

Sate klatak yang merupakan hidangan yang banyak dihidangkan di sekitar Pleret.

Pembagian administratif

Wilayah Kapanewon Pleret terbagi menjadi 5 kalurahan.[1] Nama kelima kalurahannya ialah Wonolelo, Bawuran, Pleret, Wonokromo, dan Segoroyoso.

Awal pembentukan Kapanewon ini berasal dari 2 kalurahan di Gondowulung dan ditambah dengan 3 kalurahan dari Kapanewon Kotagede Surakarta / Solo yakni: kalurahan Segoroyoso, Bawuran, Wonolelo.

[2]

Sejarah

Tahun 1647, Susuhunan Amangkurat I dari Mataram membangun kraton baru di Plered, dan pindah ke sana dari kraton lama di Karta, yang dibangun Sultan Agung antara tahun 1614 dan 1622. sehingga, Pleret pada saat itu dijadikan Ibu kota Mataram Lama

Batas

Kepanewon Pleret memiliki batas-batas sebagai berikut:

UtaraKapanéwon Banguntapan
Kapanéwon Piyungan
Timur lautKapanéwon Piyungan
TimurKapanéwon Dlingo
TenggaraKapanéwon Dlingo
SelatanKapanéwon Imogiri
Barat dayaKapanéwon Jetis
BaratKapanéwon Sewon
Barat lautKapanéwon Sewon

Galeri

  • Foto Pabrik Gula Kedaton Pleret, sekitar tahun 1935.
    Foto Pabrik Gula Kedaton Pleret, sekitar tahun 1935.
  • Pabrik gula Kedaton Pleret dengan jalur lori di latar depan dan kepulan asap dari cerobong asap di latar belakang, sekitar tahun 1900.
    Pabrik gula Kedaton Pleret dengan jalur lori di latar depan dan kepulan asap dari cerobong asap di latar belakang, sekitar tahun 1900.

Referensi

  1. ↑ Pemerintah Daerah Kabupaten Bantul (2022). Rencana Kerja Pemerintah Daerah Kabupaten Bantul Tahun 2023 (PDF). Bantul: Badan Perencanaan Pembangunan Daerah Kabupaten Bantul. hlm. II-4. Pemeliharaan CS1: Status URL (link)
  2. ↑ Pemerintah Daerah Kabupaten Bantul (2021). Rencana Kerja Pemerintah Daerah Kabupaten Bantul Tahun 2022 (PDF). Bantul: Badan Perencanaan Pembangunan Daerah Kabupaten Bantul. hlm. II-5. Pemeliharaan CS1: Status URL (link)

Pranala luar

  • (Indonesia) Informasi kecamatan di situs web resmi Kabupaten Bantul Diarsipkan 2006-03-03 di Wayback Machine.
  • l
  • b
  • s
Kapanewon Pleret, Kabupaten Bantul, Daerah Istimewa Yogyakarta
Kalurahan
  • Bawuran
  • Pleret
  • Segoroyoso
  • Wonokromo
  • Wonolelo
  • l
  • b
  • s
Kabupaten Bantul, Daerah Istimewa Yogyakarta
  • Bupati: Abdul Halim Muslih
  • Wakil Bupati: Joko B Purnomo
  • Dewan Perwakilan Rakyat Daerah
Kapanewon
  • Bambanglipuro
  • Banguntapan
  • Bantul
  • Dlingo
  • Imogiri
  • Jetis
  • Kasihan
  • Kretek
  • Pajangan
  • Pandak
  • Piyungan
  • Pleret
  • Pundong
  • Sanden
  • Sedayu
  • Sewon
  • Srandakan
Lambang Kabupaten Bantul
Lihat juga: Daftar kapanewon dan kalurahan di Kabupaten Bantul

Bagikan artikel ini

Share:

Daftar Isi

  1. Pembagian administratif
  2. Sejarah
  3. Batas
  4. Galeri
  5. Referensi
  6. Pranala luar
Jakarta Aktual
Jakarta Aktual© 2026