Jakarta Aktual
Jakarta Aktual

Berita Aktual dan Faktual

Jakarta Aktual
Jakarta Aktual© 2026
Jakarta Aktual
Jakarta Aktual

Berita Aktual dan Faktual

Kembali ke Wiki
Artikel Wikipedia

Plasenta previa

Plasenta previa adalah plasenta dengan perdarahan yang terletak di bagian bawah rahim dan menutupi sebagian atau seluruh ostium uteri internum. Plasenta previa umumnya dapat dibedakan menjadi beberapa jenis yaitu plasenta previa maginalis, plasenta parsialis, dan plasentas totalis. Wanita yang mengalami kehamilan pertama pada umur 35 tahun ke atas memiliki kemungkinan mengalami plasenta previa yang lebih tinggi dibandingkan dengan wanita yang mengalami kehamilan pertama pada umur kurang dari 25 tahun. Plasenta previa menjadi salah satu penyebab berat badan lahir rendah pada bayi.

plasenta previa
Diperbarui 11 Agustus 2025

Sumber: Lihat artikel asli di Wikipedia

Plasenta previa
Plasenta previa
Nama lainPlacenta praevia
Diagram yang menunjukkan plasenta previa (Grade IV)
SpesialisasiObstetri
GejalaPerdarahan vagina berwarna merah terang tanpa nyeri[1]
KomplikasiIbu: Perdarahan pasca persalinan[2]
Bayi: Pertumbuhan janin terhambat[1]
Awitan umumTrimester ketiga kehamilan[1]
Faktor risikoUsia tua, merokok, riwayat persalinan sesar, persalinan dengan induksi, atau terminasi kehamilan[3][4]
Metode diagnostikUltrasonografi[1]
Diagnosis bandingAbruptio plasenta[1]
PengobatanIstirahat total, persalinan sesar[1]
Frekuensi0,5% kehamilan[5]

Plasenta previa adalah plasenta dengan perdarahan yang terletak di bagian bawah rahim dan menutupi sebagian atau seluruh ostium uteri internum. Plasenta previa umumnya dapat dibedakan menjadi beberapa jenis yaitu plasenta previa maginalis, plasenta parsialis, dan plasentas totalis.[6] Wanita yang mengalami kehamilan pertama pada umur 35 tahun ke atas memiliki kemungkinan mengalami plasenta previa yang lebih tinggi dibandingkan dengan wanita yang mengalami kehamilan pertama pada umur kurang dari 25 tahun.[7] Plasenta previa menjadi salah satu penyebab berat badan lahir rendah pada bayi.[8]

Penyebab

Plasenta previa dapat terjadi karena beberapa faktor yang berkaitan dengan implantasi plasenta. Faktor utama yaitu adanya bekas luka hasil operasi rahim yang mengurangi jumlah darah yang mengalir ke pembuluh darah di sekitar segmen bawah rahim. Hal ini umumnya terjadi pada kehamilan kembar yang memperlus permukaan plasenta dan mendekati atau menutupi pembukaan jalan lahir. Faktor lain yang menyebabkan plasenta previa ialah kehamilan molar atau tumor.[7]

Klasifikasi

Plasenta previa dapat dibedakan menjadi empat jenis yaitu plasenta previa totalis, plasenta previa parsialis, plasenta previa marginalis dan plasenta previa letak rendah. Plasenta previa totalis menutupi seluruh ostium uteri internum, sedangkan plasenta previa parsialis menutupi sebagian ostium uteri internum. Plasenta previa marginalis berada di pinggir ostium uteri internum, sedangkan plasenta previa letak rendah terletak abnormal dan tidak menutupi ostium uteri internum.[9]

Gejala

Plasenta previa muncul tanpa pada perdarahan saat penderita tidak sedang beraktivitas dengan warna merah segar dan tanpa rasa nyeri. Gejala lain yang timbul ialah posisi sungsang pada kepala janin yang belum masuk ke pintu atas panggul. Gejala lain dapat timbul sesuai dengan prognosis janin yang ditentukan oleh banyaknya perdarahan dan usia kehamilan.[9]

Rujukan

  1. 1 2 3 4 5 6 "Placenta Previa – Gynecology and Obstetrics – Merck Manuals Professional Edition". Merck Manuals Professional Edition (dalam bahasa Canadian English). October 2017. Diakses tanggal 9 December 2017.
  2. ↑ Fan, D; Xia, Q; Liu, L; Wu, S; Tian, G; Wang, W; Wu, S; Guo, X; Liu, Z (2017). "The Incidence of Postpartum Hemorrhage in Pregnant Women with Placenta Previa: A Systematic Review and Meta-Analysis". PLOS ONE. 12 (1): e0170194. doi:10.1371/journal.pone.0170194. PMC 5249070. PMID 28107460. Pemeliharaan CS1: DOI bebas tanpa ditandai (link)
  3. ↑ Palacios-Jaraquemada, JM (April 2013). "Caesarean section in cases of placenta praevia and accreta". Best Practice & Research. Clinical Obstetrics & Gynaecology. 27 (2): 221–32. doi:10.1016/j.bpobgyn.2012.10.003. PMID 23127895.
  4. ↑ Allahdin, S; Voigt, S; Htwe, TT (2011). "Management of placenta praevia and accreta". Journal of Obstetrics and Gynaecology. 31 (1): 1–6. doi:10.3109/01443615.2010.532248. PMID 21280984. S2CID 24852549.
  5. ↑ Cresswell, JA; Ronsmans, C; Calvert, C; Filippi, V (June 2013). "Prevalence of placenta praevia by world region: a systematic review and meta-analysis". Tropical Medicine & International Health : TM & IH. 18 (6): 712–24. doi:10.1111/tmi.12100. PMID 23551357. S2CID 22138793.
  6. ↑ Saifuddin, dkk. (1993). Kamus Obstetri dan Ginekologi (PDF). Jakarta: Pusat Pemblnaan dan Pengembangan Bahasa, Departemen Pendidikan dan Kebudayaan. hlm. 99. Pemeliharaan CS1: Status URL (link)
  7. 1 2 Armini, dkk. (2016). Buku Ajar Keperawatan Maternitas 2 (PDF). Surabaya: Fakultas Keperawatan, Universitas Airlangga. hlm. 38. ISBN 978-602-6593-02-3. Diarsipkan (PDF) dari versi aslinya tanggal 2021-02-09. Diakses tanggal 2021-02-04.
  8. ↑ Muchtar, dkk. (2014). Buku Ajar Kesehatan Ibu dan Anak (PDF). Jakarta Selatan: Pusat Pendidikan dan Pelatihan Tenaga Kesehatan. hlm. 115. ISBN 978-602-235-808-4. Diarsipkan (PDF) dari versi aslinya tanggal 2021-06-17. Diakses tanggal 2021-02-04.
  9. 1 2 Fitriahadi, Enny (2017). Buku Ajar Asuhan Kehamilan Disertai Daftar Tilik (PDF). Sleman: Universitas ‘Aisyiyah Yogyakarta. hlm. 187. ISBN 978-602-61757-7-9. Diarsipkan (PDF) dari versi aslinya tanggal 2021-09-23. Diakses tanggal 2021-02-04.

Pranala luar

Klasifikasi
D
  • ICD-10: O44, P02.0
  • ICD-9-CM: 641.0, 641.1
  • MeSH: D010923
Sumber luar
  • MedlinePlus: 000900

Bagikan artikel ini

Share:

Daftar Isi

  1. Penyebab
  2. Klasifikasi
  3. Gejala
  4. Rujukan
  5. Pranala luar

Artikel Terkait

Jarak kehamilan

mengalami kematian. Risiko lainya yaitu terjadinya plasenta previa. Plasenta previa merupakan kondisi plasenta menutupi serviks. Serviks yang tertutup, berbahaya

Inversio uteri

atas uterus (fundus uteri) sebelum plasenta terlepas. Faktor risiko lain antara lain atonia uteri, plasenta previa, dan gangguan jaringan ikat. Penegakkan

Pemindaian anomali

USG untuk menilai kelainan janin pada kehamilan 20 minggu

Jakarta Aktual
Jakarta Aktual© 2026