Pivot (P) atau Pivot (posisi futsal) adalah posisi pemain dalam futsal yang berperan sebagai penyerang utama dan titik referensi serangan di area depan. Pivot bertugas menahan bola, membuka ruang bagi rekan setim, menjadi target umpan, serta menyelesaikan peluang menjadi gol. Dalam literatur internasional, istilah pivot digunakan secara luas dalam bahasa Spanyol dan Portugis.
Sumber: Lihat artikel asli di Wikipedia

Artikel ini memiliki beberapa masalah. Tolong bantu memperbaikinya atau diskusikan masalah-masalah ini di halaman pembicaraannya. (Pelajari bagaimana dan kapan saat yang tepat untuk menghapus templat pesan ini)
|
Diagram lapangan futsal (pivot umumnya beroperasi di sektor depan) | |
| Kategori | Posisi pemain |
|---|---|
Pivot (P) atau Pivot (posisi futsal) adalah posisi pemain dalam futsal yang berperan sebagai penyerang utama dan titik referensi serangan di area depan. Pivot bertugas menahan bola, membuka ruang bagi rekan setim, menjadi target umpan, serta menyelesaikan peluang menjadi gol. Dalam literatur internasional, istilah pivot digunakan secara luas dalam bahasa Spanyol dan Portugis.[1][2]
Futsal dimainkan oleh dua tim yang masing-masing terdiri dari lima pemain di lapangan: satu penjaga gawang dan empat pemain lapangan. Empat posisi utama dalam futsal modern umumnya terdiri dari:
Karakter permainan futsal yang cepat, bertekanan tinggi, dan berlangsung di ruang sempit membuat peran pivot menjadi sangat penting sebagai pemantul bola (wall pass) sekaligus penyelesai akhir serangan.[1]
Pivot (P) adalah pemain futsal yang beroperasi di sektor paling depan tim, berfungsi sebagai target serangan, penahan bola, serta pencetak gol utama. Pivot juga berperan menarik perhatian bek lawan untuk menciptakan ruang bagi Flank (F) atau Anchor (A).[2]
| Posisi | Kode | Peran utama |
|---|---|---|
| Penjaga gawang | GK | Menjaga gawang dan memulai serangan |
| Anchor | A | Bertahan dan mengatur tempo |
| Flank | F | Menghubungkan pertahanan–serangan dari sisi |
| Pivot | P | Finishing dan menahan bola di depan |
Pivot menjadi sasaran utama umpan dari Anchor (A) maupun Flank (F), terutama saat tim melakukan serangan terstruktur.[1]
Pivot sering menerima bola dengan punggung menghadap gawang, menahannya, lalu mengombinasikan dengan rekan setim melalui umpan satu-dua.[2]
Dengan menarik perhatian bek lawan, pivot membantu menciptakan ruang bagi Flank (F) untuk melakukan penetrasi atau tembakan jarak jauh.
Pivot bertanggung jawab menyelesaikan peluang melalui tembakan jarak dekat, tendangan voli, set-piece, atau situasi bola mati.
Saat kehilangan bola, pivot kerap menjadi pemain pertama yang menekan bek lawan untuk menghambat build-up.
Pemain pivot ideal umumnya memiliki:

GK
F F
P
A

GK F F A P

GK F F A F
Dalam formasi ini, semua pemain bergerak tanpa pivot tetap sehingga flank (F) sering masuk ke area finishing.
Menurut Ketua Umum Federasi Futsal Indonesia (FFI), Michael Victor Sianipar, futsal merupakan bagian yang tidak terpisahkan dari PSSI, sehingga pengembangan taktik—termasuk peran Pivot—berada dalam kerangka resmi pembinaan nasional futsal Indonesia.[3]
| Posisi | Kode | Fokus utama | Peran khas |
|---|---|---|---|
| Anchor | A | Bertahan | Mengatur build-up dari belakang |
| Flank | F | Transisi sisi | Menghubungkan pertahanan–serangan |
| Pivot | P | Finishing | Mencetak gol dan menahan bola |