Pintu Pintu Surga adalah film drama Indonesia tahun 2025 yang disutradarai oleh Adis Kayl Yurahmah dan diproduseri oleh Dwi Ilalang. Film ini dibintangi oleh Susan Sameh dan Arya Saloka sebagai pemeran utama, dengan alur cerita tentang Latifah, seorang wanita yang baru saja menjanda dengan seorang anak penderita ADHD. Dalam proses adaptasi sebagai kepala yayasan baru, orang yang dikirim untuk membantunya dari yayasan pusat ternyata adalah mantan kekasihnya.
Sumber: Lihat artikel asli di Wikipedia

| Pintu Pintu Surga | |
|---|---|
Poster rilis di bioskop | |
| Sutradara | Adis Kayl Yurahmah |
| Produser | Dwi Ilalang |
| Pemeran |
|
Perusahaan produksi | |
Tanggal rilis |
|
| Durasi | 104 menit |
| Negara | Indonesia |
| Bahasa | Indonesia |
Pintu Pintu Surga adalah film drama Indonesia tahun 2025 yang disutradarai oleh Adis Kayl Yurahmah dan diproduseri oleh Dwi Ilalang.[1] Film ini dibintangi oleh Susan Sameh dan Arya Saloka sebagai pemeran utama, dengan alur cerita tentang Latifah, seorang wanita yang baru saja menjanda dengan seorang anak penderita ADHD. Dalam proses adaptasi sebagai kepala yayasan baru, orang yang dikirim untuk membantunya dari yayasan pusat ternyata adalah mantan kekasihnya.
Pintu Pintu Surga ditayangkan perdana di bioskop Indonesia pada 13 Februari 2025.[2]
Latifah hidup bahagia bersama suami dan anak mereka yang mengidap ADHD. Namun, kematian suami membuat hidupnya berubah drastis. Latifah harus merawat anak dan mengelola yayasan pendidikan peninggalan suaminya. Dalam rangka adaptasi sebagai ketua yayasan yang baru, dua orang dari yayasan pusat Surabaya datang untuk membantunya mengelola yayasan. Kedua pria tersebut adalah Arman dan Sidik. Arman yang merupakan ketua bidang pendidikan yayasan pusat ternyata adalah mantan kekasih Latifah, di mana mereka terakhir kali bertemu 11 tahun lalu. Kedekatan mereka memicu kembali perasaan lama yang telah terpendam, sekaligus menimbulkan gosip yang tidak sedap di lingkungan sekitar. Pada saat akan pulang ke Surabaya, Latifah mulai menghindari Arman agar gosip tidak semakin bertambah parah. Arman sendiri sudah memiliki istri (Widya) dan seorang anak (Arum) di Surabaya.
Saat kembali ke Surabaya, Arman yang jatuh cinta kepada Latifah tidak bisa menahan perasaannya sehingga akhirnya berterus terang pada Latifah dan Widya. Widya merasa sangat sakit hati dengan suaminya dan kabur dari rumah. Setelah diberi nasihat oleh ibunya untuk berbicara secara baik-baik, Widya meminta kepada Arman untuk dipertemukan dengan Latifah. Walaupun awalnya merasa marah dan tidak bisa menerima, setelah mengenal kehidupan Latifah, Widya mulai bisa menerima keadaan dan menyadari alasan mengapa suaminya yang terus ingin membantu Latifah dan Gandhi. Kondisi Latifah dan Gandhi mengingatkannya pada ibunya dan kakaknya yang juga seorang anak yang memiliki kebutuhan khusus. Pada akhirnya, Widya memberikan solusi dan menyetujui bila Arman memang mau menjadikan Latifah sebagai istri kedua. Latifah dihadapkan pada dilema besar di mana dia tetap merasa tidak enak untuk menjadi istri kedua, tetapi pada akhirnya menerima untuk dijadikan istri kedua.
Di hari pernikahan Arman dan Latifah, Gandhi sempat menghilang dari rumah, tetapi dengan segera ditemukan Latifah dan Widya. Setelah kembali ke rumah, Latifah menyampaikan bahwa pernikahan itu bukan soal keinginan, melainkan mencari surganya Allah. Melihat kebaikan Widya selama ini membuat Latifah memutuskan untuk tidak jadi menikah, di mana Widya mengatakan bahwa tidak peduli jadi menikah atau tidak, Latifah dan Gandhi akan selalu dianggapnya sebagai keluarga.