Jakarta Aktual
Jakarta Aktual

Berita Aktual dan Faktual

Jakarta Aktual
Jakarta Aktual© 2026
Jakarta Aktual
Jakarta Aktual

Berita Aktual dan Faktual

BerandaWikiPilobolus
Artikel Wikipedia

Pilobolus

Pilobolus adalah cendawan koprofil yang tergolong dalam zygomycota. Pilobolus disebut cendawan koprofil karena dapat hidup di kotoran hewan dan dapat bertindak sebagai cendawan saprob. Keunikan dari cendawan ini adalah dapat menembakkan sporanya sehingga terkadang Pilobolus disebut Shot-gun Fungi. Pilobolus menunjukkan adanya mekanisme fototropisme di mana sporangiumnya menembakkan spora ke arah datangnya cahaya.

genus fungi
Diperbarui 17 Januari 2026

Sumber: Lihat artikel asli di Wikipedia

Pilobolus
Artikel ini sebatang kara, artinya tidak ada artikel lain yang memiliki pranala balik ke halaman ini. Bantulah menambah pranala ke artikel ini dari artikel yang berhubungan. (November 2025)
Pilobolus
Klasifikasi ilmiah
Kerajaan:
Fungi
Subfilum:
Mucoromycotina
Ordo:
Mucorales
Famili:
Pilobolaceae
Genus:
Pilobolus
Spesies

P. crystallinus
P. kleinii
P. longipes
P. sphaerosporus
P. umbonatus
P. roridus

Artikel takson sembarang

Pilobolus adalah cendawan koprofil yang tergolong dalam zygomycota.[1] Pilobolus disebut cendawan koprofil karena dapat hidup di kotoran hewan dan dapat bertindak sebagai cendawan saprob.[2] Keunikan dari cendawan ini adalah dapat menembakkan sporanya sehingga terkadang Pilobolus disebut Shot-gun Fungi.[1] Pilobolus menunjukkan adanya mekanisme fototropisme di mana sporangiumnya menembakkan spora ke arah datangnya cahaya.[3]

Siklus hidup

Pilobolus bereproduksi dengan menembakkan sporanya yang berwarna hitam ke tumbuhan semacam rumput.[3] Setelah itu, hewan herbivora akan memakan rumput, spora Pilobolus juga akan terbawa.[3] Selama berada di dalam saluran pencernaan hewan herbivora, spora akan bergerminasi sebagai bentuk pertahanan terhadap suhu dan bahan kimia dalam saluran pencernaan herbivora.[3] Setelah proses pencernaan berakhir, spora Pilobolus juga akan ikut keluar bersama feses.[3] Di luar tubuh, spora Pilobolus akan berkecambah membentuk miselium, feses hewan akan menjadi sumber nutrisi bagi spora tersebut.[2] Spora yang berkecambah akan berkembang membentuk struktur reproduksi yang memiliki spora.[2] Spora ini akan ditembakkan kembali ke rumput.[2] Siklus ini akan terus berlanjut selama ada hewan herbivora yang memakan rumput dan menjadi inang selanjutnya.[4]

In vitro

Pilobolus selain hidup di alam bebas juga dapat ditumbuhkan dalam media buatan.[1] Spora Pilobolus terdapat dalam kotoran hewan herbivora seperti sapi, kambing, dan kuda.[1] Kotoran dimasukkan dalam sebuah wadah tertutup dan gelap.[2] Pada wadah diberi kapas basah sebagai media pertubuhannya.[2] Untuk mengamati mekanisme fototropisme dapat dibuat lubang untuk jalan masuknya cahaya.[1] Setelah beberapa hari, miselium Pilobolus akan tumbuh di atas kotoran dan mengarah ke arah lubang cahaya yang dibuat.[1] Di sekitar lubang akan terdapat bintik hitam yang merupakan spora yang telah ditembakkan oleh sporangium.[2]

Morfologi

Sporangium Pilobolus yang tampak pada mikroskop telah menembakkan sporanya

Sporangium dari Pilobolus berbentuk seperti balon bertangkai yang diujungnya terdapat spora berwarna hitam.[4] Terdapat lapisan kristal kalsium oksalat melingkupi sporangium yang berperan dalam mekanisme pertahanan diri dan penempelan saat berada di media buatan.[4] Peristiwa terlontarnya spora bergantung pada tekanan turgor pada sporangium.[4] Saat tekanan turgor telah mencukupi, sporangium akan menembakkan sporanya ke arah datangnya cahaya.[2] Jarak yang ditempuh spora dapat lebih jauh dibanding ukuran sporangiofor cendawan itu sendiri.[4] Peristiwa terlontarnya spora diatur oleh regulasi adenosin monofosfat siklik. Regulasi ini terjadi bila terdapat glukosa pada lingkungan.[5]

Referensi

  1. 1 2 3 4 5 6 Tom Volk (2006). "Pilobolus crystallinus, "the Fung in the Dung" --in honor of Dr. Seuss' 102nd birthday". Diakses tanggal 2010-05-16.
  2. 1 2 3 4 5 6 7 8 Gunawan AW, Agustina TW. 2009. Biologi & Bioteknologi Cendawan dalam Praktik. Ed.2. Jakarta: Universitas Atma Jaya. ISBN 978-979-8850-75-2.Hlm 69-70.
  3. 1 2 3 4 5 (Inggris) Bruce VG, Weight F, Pittendrigh CS. 1960. Resetting the sporulation rhythm in Pilobolus with short light flashes of high intensity. Science 131:728-730.
  4. 1 2 3 4 5 (Inggris) Yafetto L, Carroll L, Cui Y, Davis DJ, Fischer MW, Henterly AC, Kessler JD, Kilroy HA, Shidler JB, Stolze-Rybczynski JL, Sugawara Z, Money NP. 2008. The fastest flights in nature: high-speed spore discharge mechanisms among fungi. PLOS One 3:3237.
  5. ↑ (Inggris) Bourret JA, Smith CM. 1987. Cyclic AMP regulation of glucose transport in germinating Pilobolus longipes spores[pranala nonaktif permanen]. Arch Microbiol 148:29-33.
Pengidentifikasi takson
Pilobolus
  • Wikidata: Q3273234
  • Wikispecies: Pilobolus
  • AusFungi: 60015786
  • BOLD: 566599
  • CoL: 6QGJ
  • EoL: 38244
  • EPPO: 1PILBG
  • GBIF: 2558849
  • iNaturalist: 332894
  • IndexFungorum: 20420
  • IRMNG: 1299123
  • MycoBank: 20420
  • NBN: NHMSYS0001493779
  • NCBI: 81945
  • NZOR: f9a93628-ad3d-4503-a3d4-19a8d8384af5
  • Open Tree of Life: 754304
  • SpeciesFungorum: 20420

Bagikan artikel ini

Share:

Daftar Isi

  1. Siklus hidup
  2. In vitro
  3. Morfologi
  4. Referensi

Artikel Terkait

Fungi

kerajaan dalam biologi, berbeda dari tumbuhan dan hewan

Rhizopus

genus fungi

Jamur pelawan

genus fungi

Jakarta Aktual
Jakarta Aktual© 2026