Pigafetta adalah nama marga beranggotakan dua spesies palem dalam keluarga Arecaceae. Genus ini berasal dari Sulawesi, Kepulauan Maluku, dan Pulau Papua di mana palma ini didapati tumbuh di dekat sungai dan di bagian-bagian hutan yang terbuka hingga ketinggian 900 mdpl. Nama marga ini diberikan untuk menghormati Antonio Pigafetta, dan terkadang salah dieja sebagai Pigafettia. Sebelumnya diperkirakan hanya terdiri dari satu spesies, pada tahun 1994 genus ini diketahui memiliki dua anggota yakni Pigafetta elata (wanga) dan Pigafetta filaris, kedua-duanya termasuk jenis palem yang tumbuh paling cepat.
Sumber: Lihat artikel asli di Wikipedia
| Pigafetta | |
|---|---|
| Pigafetta elata | |
| Klasifikasi ilmiah | |
| Kerajaan: | |
| Klad: | Tracheophyta |
| Klad: | Angiospermae |
| Klad: | Monokotil |
| Klad: | Komelinid |
| Ordo: | |
| Famili: | |
| Subfamili: | |
| Tribus: | |
| Genus: | Pigafetta |
| Spesies | |
| |
| Sinonim | |
|
Pigafettia (nama salah eja) | |
Pigafetta adalah nama marga beranggotakan dua spesies palem dalam keluarga Arecaceae.[1] Genus ini berasal dari Sulawesi, Kepulauan Maluku, dan Pulau Papua[2] di mana palma ini didapati tumbuh di dekat sungai dan di bagian-bagian hutan yang terbuka hingga ketinggian 900 mdpl. Nama marga ini diberikan untuk menghormati Antonio Pigafetta (seorang penjelajah dari Venesia, lk. 1491 – 1531), dan terkadang salah dieja sebagai Pigafettia. Sebelumnya diperkirakan hanya terdiri dari satu spesies, pada tahun 1994 genus ini diketahui memiliki dua anggota yakni Pigafetta elata (wanga) dan Pigafetta filaris (sagu hutan),[2] kedua-duanya termasuk jenis palem yang tumbuh paling cepat.
Palem dioecious ini mempunyai batang tunggal berwarna hijau dengan lingkaran bekas daun yang jaraknya lebar. Batangnya tumbuh dengan diameter 45 cm dan tinggi hingga 35 m. Tajuknya berbentuk setengah bola atau hampir bulat, dengan daun-daun menyirip sepanjang 6 m pada tangkai daun yang kokoh dan panjang 2 m. Tangkai daun dipersenjatai duri sepanjang 6 cm, berwarna emas atau abu-abu. Bunga majemuk muncul dari dalam tajuk daun dengan panjang hingga 2 m, dan mirip dengan yang ada pada genus Mauritia. Buahnya matang menjadi buah batu (drupa) kuning-jingga, bersisik, dan berisi satu biji.